Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 1 Oktober 2025

Renungan Harian Hari Ini 1 Oktober 2025, Bacaan Injil Matius 18:1-5 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 66:10-14c atau 1Kor. 12:31-13:13; Mazmur: 131:1.2.3; PEKAN BIASA XXVI Pesta St.Theresia dr Kanak-kanak Yesus, PrwPujG (P) St.Remigius; St.Romanus dr Italia;

Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya!
 
supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas.
 
Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.
 
Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem.
 
Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

ATAU

Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.
 
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.
 
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.
 
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
 
Dan ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
 
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 1 Oktober 2025

Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
 
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.
 
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.
 
Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.
 
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.
 
Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
 
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

.

Nyanyian ziarah Daud.
TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
 
Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
 
Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

.

Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?”
 
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
 
lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
 
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
 
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”

.

Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
 
Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
 
Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
 
Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
 
Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
 
dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; juga orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
 
pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
 
Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 1 Oktober 2025

Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
 
dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.
 
Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.
 
Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.
 
Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan gadisnya, ia berbuat baik.
 
Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.
 
Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya.
 
Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.

.

renungan harian hari ini

Injil hari ini mengajak kita untuk selalu mengevaluasi diri dan belajar bersikap rendah hati seperti anak-anak kecil yang polos dalam berpikir, bertutur kata, dan berperilaku. Sikap anak-anak kecil mencerminkan kejujuran dan kepolosan, jauh dari kepura-puraan dan kemunafikan.

Anak kecil juga selalu tergantung pada belas kasih orang tuanya. Dalam beriman kepada Allah. Yesus mengajak kita untuk bersikap seperti anak-anak kecil: jujur, polos, jauh dari kemunafikan dan kepura-puraan.

Kita mesti menggantungkan hidup kita sepenuhnya kepada Allah. Dengan rendah hati, kita mengakui segala kelemahan dan dosa kita serta senantiasa mengharapkan belas kasih dan kerahiman-Nya. Kita berserah dan berpasrah sepenuhnya kepada Allah.

Kepasrahan kepada Allah itu tampak nyata dalam hidup Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus yang kita rayakan pada hari ini. Dalam salah satu doanya ketika dia masih berusia tujuh tahun, ia menyerahkan dirinya kepada Yesus dan meminta Dia menjadikan dirinya sebagai mainan Yesus.

Sebagai mainan, ia mempersilakan Yesus memperlakukan dirinya sesuai kehendak Yesus sebagai pemilik mainan. la rela dibanting, ditendang ke sana kemari, bahkan mungkin ditinggalkan di sebuah pojok ruangan sebagai mainan yang tidak berguna.

Bagaimana dengan kita? Maukah kita menjadi seperti anak kecil yang dikisahkan dalam Injil dan menjadi seperti Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus yang pestanya kita rayakan pada hari ini?

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan doa syukur. Agar firman ini benar-benar mengendap, bawalah pulang dalam keheningan doa pribadi. Renungkan kembali sebelum tidur, dan biarkan hati kita dipenuhi dengan kerendahan hati yang sederhana, seperti seorang anak kecil yang penuh kepolosan.

Ya Bapa, ketulusan seorang anak mengingatkan kami untuk tidak hidup dalam kepura-puraan. Jalan iman yang jujur dan sederhana adalah jalan yang membawa kedamaian sejati. Bukan kebesaran dunia yang diutamakan, melainkan kerelaan untuk berserah, berharap, dan mengandalkan kasih setia Allah dalam setiap langkah kehidupan.

Teladan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus memperlihatkan bagaimana kepasrahan total menghadirkan kebahagiaan batin. Ia berani menjadi “mainan” di tangan Tuhan, tanda kerendahan hati yang tanpa syarat. Semoga kami pun berani menyerahkan diri sepenuhnya, meski kadang terasa sakit, karena percaya bahwa rencana-Mu selalu penuh kasih.

Allah sumber kasih, kami bersyukur atas firman-Mu yang mengajar kami menjadi sederhana dan rendah hati. Bukalah hati kami agar semakin jujur, polos, dan rela berserah seperti anak-anak kecil di hadapan-Mu. Jadikanlah hidup kami saluran berkat dan kasih-Mu bagi sesama. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

.

Ya Tuhan, mampukanlah kami menjadi seperti anak-anak kecil yang senantiasa jujur dan polos dalam bersikap dan bertutur kata. Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, doakanlah kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 30 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 9   +   5   =