Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 11 Februari 2026

Renungan Harian Hari Ini 11 Februari 2026, Bacaan Injil Markus 7:14-23 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Raj. 10:1-10; Mazmur: 37:5-6.30-31.39-40; R:30a; PEKAN BIASA V (H); Hari Orang Sakit Sedunia; Sta.Maria dari Lourdes; St.Gregorius II, Paus;

Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki.
 
Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya.
 
Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.
 
Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,
 
makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.
 
Dan ia berkata kepada raja: “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu,
 
tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar.
 
Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu!
 
Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.”
 
Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu.

.

Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
 
Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.

Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum;
 
Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah.

Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;
 
TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

.

Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
 
Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”
 
[Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!]
 
Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
 
Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
 
karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
 
Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
 
sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
 
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
 
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

.

Tetapi hebat sekali kelaparan di negeri itu.
 
Dan setelah gandum yang dibawa mereka dari Mesir habis dimakan, berkatalah ayah mereka: “Pergilah pula membeli sedikit bahan makanan untuk kita.”
 
Lalu Yehuda menjawabnya: “Orang itu telah memperingatkan kami dengan sungguh-sungguh: Kamu tidak boleh melihat mukaku, jika adikmu itu tidak ada bersama-sama dengan kamu.
 
Jika engkau mau membiarkan adik kami pergi bersama-sama dengan kami, maka kami mau pergi ke sana dan membeli bahan makanan bagimu.
 
Tetapi jika engkau tidak mau membiarkan dia pergi, maka kami tidak akan pergi ke sana, sebab orang itu telah berkata kepada kami: Kamu tidak boleh melihat mukaku, jika adikmu itu tidak ada bersama-sama dengan kamu.”
 
Lalu berkatalah Israel: “Mengapa kamu mendatangkan malapetaka kepadaku dengan memberitahukan kepada orang itu, bahwa masih ada adikmu seorang?”
 
Jawab mereka: “Orang itu telah menanyai kami dengan seksama tentang kami sendiri dan tentang sanak saudara kita: Masih hidupkah ayahmu? Adakah adikmu lagi? Dan kami telah memberitahukan semuanya kepadanya seperti yang sebenarnya. Bagaimana kami dapat menduga bahwa ia akan berkata: Bawalah ke mari adikmu itu.”

Ketika Yusuf telah pulang, mereka membawa persembahan yang ada pada mereka itu kepada Yusuf di dalam rumah, lalu sujud kepadanya sampai ke tanah.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 11 Februari 2026

Sesudah itu ia bertanya kepada mereka apakah mereka selamat; lagi katanya: “Apakah ayahmu yang tua yang kamu sebutkan itu selamat? Masih hidupkah ia?”
 
Jawab mereka: “Hambamu, ayah kami, ada selamat; ia masih hidup.” Sesudah itu berlututlah mereka dan sujud.
 
Ketika Yusuf memandang kepada mereka, dilihatnyalah Benyamin, adiknya, yang seibu dengan dia, lalu katanya: “Inikah adikmu yang bungsu itu, yang telah kamu sebut-sebut kepadaku?” Lagi katanya: “Allah kiranya memberikan kasih karunia kepadamu, anakku!”
 
Lalu segeralah Yusuf pergi dari situ, sebab hatinya sangat terharu merindukan adiknya itu, dan dicarinyalah tempat untuk menangis; ia masuk ke dalam kamar, lalu menangis di situ.
 
Sesudah itu dibasuhnyalah mukanya dan ia tampil ke luar. Ia menahan hatinya dan berkata: “Hidangkanlah makanan.”
 
Lalu dihidangkanlah makanan, bagi Yusuf tersendiri, bagi saudara-saudaranya tersendiri dan bagi orang-orang Mesir yang bersama-sama makan dengan mereka itu tersendiri; sebab orang Mesir tidak boleh makan bersama-sama dengan orang Ibrani, karena hal itu suatu kekejian bagi orang Mesir.
 
Saudara-saudaranya itu duduk di depan Yusuf, dari yang sulung sampai yang bungsu, sehingga mereka berpandang-pandangan dengan heran.
 
Lalu disajikan kepada mereka hidangan dari meja Yusuf, tetapi yang diterima Benyamin adalah lima kali lebih banyak dari pada setiap orang yang lain. Lalu minumlah mereka dan bersukaria bersama-sama dengan dia.

.

renungan harian hari ini

Yesus mengingatkan bahwa yang menajiskan manusia bukanlah apa yang masuk dari luar, melainkan apa yang keluar dari hati (bdk. Mrk. 7:20-23). Dari hati yang tidak dijaga bisa lahir berbagai bentuk kejahatan,

seperti iri, fitnah, kesombongan, bahkan kekerasan. Maka, pemurnian hati menjadi inti dari kesembuhan sejati bukan hanya jasmani, melainkan juga rohani dan sosial.

Pada Hari Orang Sakit Sedunia dan Peringatan SP Maria dari Lourdes, kita dingatkan bahwa Allah peduli pada penderitaan manusia. Maria di Lourdes menampakkan diri kepada Bernadette sebagai penghibur bagi yang menderita.

Namun, lebih dari itu, ia mengundang pertobatan dan pemurnian hidup. Kesembuhan sejati tidak hanya datang dari obat, tetapi juga dari hati yang menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

Dalam bacaan pertama, Ratu Syeba datang mencari kebijaksanaan dan ia takjub akan apa yang dilihat dan dengar dari Salomo (bdk. 1Raj. 10:1-10). Dunia juga mencari terang dan jawaban –

dan kita, murid Kristus, dipanggil untuk menjadi saluran penghiburan dan harapan, khususnya bagi yang sakit, lemah, dan tersingkir. Bukan dengan banyak kata, melainkan dengan kasih dan kehadiran yang tulus.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang lembut dan penuh harap. Sabda hari ini mengajak menjaga kemurnian batin serta menghadirkan kasih yang menyembuhkan. Dalam keheningan, mari kita membawa luka, kelemahan, dan niat untuk bertobat, agar hidup semakin menjadi saluran penghiburan bagi sesama.

Ya Yesus, sabda-Mu mengingatkan bahwa sumber hidup ada di dalam hati. Bersihkan batin kami dari iri, kesombongan, dan kekerasan yang sering tersembunyi. Bentuklah hati yang jujur dan penuh belas kasih, agar perkataan serta tindakan membawa damai, menyembuhkan relasi, dan memulihkan kehidupan bersama.

Pada hari peringatan orang sakit ini, kami menyerahkan mereka yang menderita dalam tubuh dan jiwa. Hadirkanlah penghiburan, kekuatan, dan pengharapan. Semoga melalui teladan Maria di Lourdes, hidup kami dimurnikan dalam pertobatan dan penyerahan, sehingga kesembuhan sejati berbuah dalam iman yang teguh.

Seperti Ratu Syeba yang mencari kebijaksanaan, dunia pun mencari terang dan pengharapan. Utuslah kami menjadi saksi yang rendah hati bagi yang sakit, lemah, dan tersingkir. Mampukan kami menghadirkan kasih melalui kehadiran yang tulus, perhatian yang setia, dan pelayanan yang sederhana. Amin.

.

Bunda Maria, doakanlah kami agar hati kami senantiasa dimurnikan dan menjadi sumber kasih bagi sesama yang menderita. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 10 Februari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 5   +   10   =