Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2026, Bacaan Injil Markus 7:24-30 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: 1Raj. 11:4-13; Mazmur: 106:34.35-36.37.40; R:4a; PEKAN BIASA V (H); Sta.Marina; St.Benediktus dr Aniane; St.Gaudensius; B.Humbelina;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Februari 2026
Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya.
Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya.
Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon.
Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.
Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya,
dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN.
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu.
Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya.
Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih.”
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Februari 2026
Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu!
Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu,
tetapi mereka bercampur baur dengan bangsa-bangsa, dan belajar cara-cara mereka bekerja.
Mereka beribadah kepada berhala-berhala mereka, yang menjadi perangkap bagi mereka.
Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat,
Maka menyalalah murka TUHAN terhadap umat-Nya, dan Ia jijik kepada milik-Nya sendiri.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2026
Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.
Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”
Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”
Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Februari 2026
Sesudah itu diperintahkannyalah kepada kepala rumahnya: “Isilah karung orang-orang itu dengan gandum, seberapa yang dapat dibawa mereka, dan letakkanlah uang masing-masing di dalam mulut karungnya.
Dan pialaku, piala perak itu, taruhlah di dalam mulut karung anak yang bungsu serta uang pembayar gandumnya juga.” Maka diperbuatnyalah seperti yang dikatakan Yusuf.
Ketika paginya hari terang tanah, orang melepas mereka beserta keledai mereka.
Tetapi baru saja mereka keluar dari kota itu, belum lagi jauh jaraknya, berkatalah Yusuf kepada kepala rumahnya: “Bersiaplah, kejarlah orang-orang itu, dan apabila engkau sampai kepada mereka, katakanlah kepada mereka: Mengapa kamu membalas yang baik dengan yang jahat?
Bukankah ini piala yang dipakai tuanku untuk minum dan yang biasa dipakainya untuk menelaah? Kamu berbuat jahat dengan melakukan yang demikian.”
Ketika sampai kepada mereka, diberitakannyalah kepada mereka perkataan Yusuf itu.
Jawab mereka kepadanya: “Mengapa tuanku mengatakan perkataan yang demikian? Jauhlah dari pada hamba-hambamu ini untuk berbuat begitu!
Bukankah uang yang kami dapati di dalam mulut karung kami telah kami bawa kembali kepadamu dari tanah Kanaan? Masakan kami mencuri emas atau perak dari rumah tuanmu?
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2026
Pada siapa dari hamba-hambamu ini kedapatan piala itu, biarlah ia mati, juga kami ini akan menjadi budak tuanku.”
Sesudah itu berkatalah ia: “Ya, usulmu itu baik; tetapi pada siapa kedapatan piala itu, hanya dialah yang akan menjadi budakku dan kamu yang lain itu akan bebas dari salah.”
Lalu segeralah mereka masing-masing menurunkan karungnya ke tanah dan masing-masing membuka karungnya.
Dan kepala rumah itu memeriksanya dengan teliti; ia mulai dengan yang sulung sampai kepada yang bungsu; maka kedapatanlah piala itu dalam karung Benyamin.
Lalu mereka mengoyakkan jubahnya dan masing-masing memuati keledainya, dan mereka kembali ke kota.
Ketika Yehuda dan saudara-saudaranya sampai ke dalam rumah Yusuf, Yusuf masih ada di situ, sujudlah mereka sampai ke tanah di depannya.
Berkatalah Yusuf kepada mereka: “Perbuatan apakah yang kamu lakukan ini? Tidakkah kamu tahu, bahwa seorang yang seperti aku ini pasti dapat menelaah?”
Sesudah itu berkatalah Yehuda: “Apakah yang akan kami katakan kepada tuanku, apakah yang akan kami jawab, dan dengan apakah kami akan membenarkan diri kami? Allah telah memperlihatkan kesalahan hamba-hambamu ini. Maka kami ini, budak tuankulah kami, baik kami maupun orang pada siapa kedapatan piala itu.”
BACAAN OFISI – Renungan Harian 12 Februari 2026
Tetapi jawabnya: “Jauhlah dari padaku untuk berbuat demikian! Pada siapa kedapatan piala itu, dialah yang akan menjadi budakku, tetapi kamu ini, pergilah kembali dengan selamat kepada ayahmu.”
Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: “Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.
Tuanku telah bertanya kepada hamba-hambanya ini: Masih adakah ayah atau saudara kamu?
Dan kami menjawab tuanku: Kami masih mempunyai ayah yang tua dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia.
Maka sekarang, apabila aku datang kepada hambamu, ayahku, dan tidak ada bersama-sama dengan kami anak itu, padahal ayahku tidak dapat hidup tanpa dia,
tentulah akan terjadi, apabila dilihatnya anak itu tidak ada, bahwa ia akan mati, dan hamba-hambamu ini akan menyebabkan hambamu, ayah kami yang ubanan itu, turun ke dunia orang mati karena dukacita.
Tetapi hambamu ini telah menanggung anak itu terhadap ayahku dengan perkataan: Jika aku tidak membawanya kembali kepada bapa, maka akulah yang berdosa kepada bapa untuk selama-lamanya.
Oleh sebab itu, baiklah hambamu ini tinggal menjadi budak tuanku menggantikan anak itu, dan biarlah anak itu pulang bersama-sama dengan saudara-saudaranya.
Sebab masakan aku pulang kepada ayahku, apabila anak itu tidak bersama-sama dengan aku? Aku tidak akan sanggup melihat nasib celaka yang akan menimpa ayahku.”
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 Februari 2026
Salomo yang dahulu bijaksana dan taat, akhirnya tergelincir karena hatinya berpaling dari Tuhan. la mengikuti ilah-ilah asing demi menyenangkan istri-istrinya (bdk. 1Raj. 11:4-8).
Ini menjadi pengingat bahwa kejatuhan rohani bisa terjadi ketika hati tidak lagi terarah pada Tuhan. Kesetiaan bukan hanya tentang awal yang baik, melainkan juga tentang perjalanan yang terus-menerus memelihara relasi dengan Allah.
Dalam Injil, perempuan Siro-Fenisia menunjukkan iman yang gigih dan rendah hati. Meskipun berasal dari bangsa asing, ia tidak menyerah saat ditolak.
Justru karena imannya yang besar dan pengharapannya yang teguh, Yesus menyembuhkan anaknya (bdk. Mrk. 7:24-30). Ini adalah pesan bahwa iman sejati menembus batas dan membuka jalan bagi rahmat Tuhan.
Kita diundang untuk menjaga hati agar tetap setia. Dalam dunia yang menawarkan banyak “ilah lain” seperti kekuasaan, harta, atau kenyamanan, kita perlu terus-menerus bertanya: apa yang menjadi pusat hidupku?
Seperti perempuan dalam Injil, marilah kita berani datang kepada Tuhan dengan iman yang sungguh, dan seperti Salomo, marilah kita belajar untuk tidak berpaling dari Tuhan.
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 12 Februari 2026
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang waspada dan penuh harap. Sabda hari ini mengajak kita menengok perjalanan iman, agar kesetiaan tidak hanya indah di awal, tetapi terus dijaga hingga akhir. Dalam keheningan, mari kita menyerahkan arah hidup dan pilihan hati kepada Tuhan.
Ya Bapa, kisah Salomo menyadarkan bahwa hati mudah berpaling ketika relasi dengan-Mu tidak dipelihara. Teguhkan langkah kami untuk tetap setia di tengah godaan kuasa, harta, dan kenyamanan. Bimbinglah hidup ini agar selalu terarah pada kasih dan kehendak-Mu yang menyelamatkan.
Iman dari seorang perempuan Siro-Fenisia mengajarkan kami akan ketekunan dan kerendahan hati yang membuka jalan rahmat. Tanamkan dalam diri kami iman yang tidak mudah menyerah, meski menghadapi penolakan atau kegelapan. Semoga pengharapan yang teguh memampukan kami datang dengan percaya dan berserah.
Jagalah hati kami agar tetap setia sepanjang perjalanan hidup. Jauhkan dari kelekatan yang menjauhkan dari-Mu dan murnikan niat dalam setiap langkah. Semoga hidup kami berakar pada iman yang hidup, setia dalam kasih, dan teguh sampai akhir. Amin.
.
Ya Tuhan, teguhkanlah hati kami agar tetap setia dan percaya kepada-Mu dalam setiap situasi hidup ini. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 11 Februari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





