Renungan Harian Hari Ini 13 Juli 2025, Pembacaan Injil Lukas 10:25-37 (baca Alkitab – klik disini)
Pembacaan I: Ul. 30:10-14; Mazmur: 69:14.17.30-31.33-34.36ab.37; R: lih. 33; Pembacaan II: Kol. 1:15-20; O Pekan III PEKAN BIASA XV (H); St.Hendrich II; St.Eugenius; Sta.Teresia Yesus dr Andes;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Juli 2025
apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.”
“Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Juli 2025
(69-15) Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku dilepaskan dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam!
(69-18) Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku!
(69-31) Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur;
(69-32) pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah.
(69-34) Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.
(69-35) Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
(69-37) anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya, dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.
.
BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Juli 2025
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Juli 2025
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”
Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”
Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”
Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”
Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Juli 2025
Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Juli 2025
Sementara itu orang Filistin berperang melawan orang Israel. Orang-orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin dan banyak yang mati terbunuh di pegunungan Gilboa.
Orang Filistin terus mengejar Saul dan anak-anaknya dan menewaskan Yonatan, Abinadab dan Malkisua, anak-anak Saul.
Kemudian makin beratlah pertempuran itu bagi Saul; para pemanah menjumpainya, dan melukainya dengan parah.
Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: “Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan.” Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Juli 2025
Inti dari hukum Taurat dan Kitab Para Nabi adalah kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Agar kita mampu menjalankan dan mewujudkan kasih kepada Allah dan kepada sesama itu, Allah mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada kita agar kita selalu terdorong untuk mengasihi Allah dan sesama sebagaimana kita mengasihi diri kita sendiri.
Jikalau hidup dan tingkah laku kita menyimpang, Allah akan menegur kita agar kita bertobat dan berbalik kepada-Nya. Para nabi, terutama Yesus, adalah teladan kita dalam menjalankan perintah-perintah Allah.
Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang hukum cinta kasih, tentang mengasihi. Dia menjelaskan hubungan kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama. Yesus menegaskan bahwa kasih kepada Allah harus tampak dan tercermin dalam kasih kepada sesama. Kasih kepada sesama itu harus melampaui keluarga, golongan, suku, agama, lingkungan, dan ras.
Panggilan untuk mewartakan dan mewujudkan cinta kasih itu adalah panggilan kepada setiap orang, terutama kepada kita para pengikut Kristus. Dalam diri Kristus terjadilah pendamaian antara Allah dengan manusia. Puncak pendamaian manusia dengan Allah terealisasi melalui pengorbanan Kristus di salib. Inilah bukti cinta kasih Allah kepada manusia.
Mengasihi berarti bertindak dan berperilaku seperti orang Samaria yang murah hati dan berbelas kasih. Orang Samaria itu tergerak oleh belas kasihan sehingga ia berhenti dan mengangkat orang asing yang sekarat itu ke atas keledai tunggangannya, serta mengantar dia ke penginapan dan merawatnya.
Jika kita melakukan seperti yang orang Samaria itu lakukan, saat itulah kita menjadi sesama manusia bagi yang lain. Setiap kali kita peduli pada penderitaan orang lain, saat itulah kita menjadi sesama manusia, saat itulah kita menjadi orang Samaria yang baik hati dan berbelas kasih. Siapakah kita: seorang imam, seorang Lewi, atau orang Samaria yang baik hati?
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 Juli 2025
Saudara-saudari terkasih, setelah kita merenungkan Sabda Tuhan hari ini tentang kasih kepada Allah dan sesama, marilah kita menutup permenungan ini dengan doa. Kita mohon agar hati kita dibentuk oleh kasih Kristus, agar hidup kita menjadi cerminan cinta kasih yang sejati.
Ya Tuhan, bentuklah hati kami menjadi hati yang mudah tergerak oleh belas kasihan, seperti hati orang Samaria yang baik hati. Jangan biarkan kami hanya lewat dan mengabaikan sesama kami yang terluka dan menderita. Tuntunlah kami untuk berani mendekat, merawat, dan menghadirkan kasih dalam tindakan nyata.
Sering kali kami masih lebih memilih menjadi imam atau Lewi yang menjauh, bukan menjadi Samaria yang berhenti dan menolong. Ampunilah kami yang masih memilih aman dan nyaman. Ubah kami menjadi murid-murid-Mu yang siap menjadi sesama bagi siapa pun yang kami jumpai.
Curahkanlah Roh Kudus-Mu atas kami agar kami mampu menjalankan hukum cinta kasih itu dengan tulus. Ajarilah kami untuk mengasihi-Mu dalam setiap sesama yang kami temui. Dan semoga hidup kami senantiasa menjadi bukti bahwa kasih-Mu bekerja dalam dunia ini. Amin.
.
Ya Tuhan, bantulah kami agar kasih kami kepada sesama selalu tulus dan nyata, tanpa membeda-bedakan. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 12 Juli 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





