Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 15 Juli 2025

Renungan Harian Hari Ini 15 Juli 2025, Bacaan Injil Matius 11:20-24 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 2:1-15a; Mazmur: 69:3.14.30-31.33-34; R: lih. 33; PEKAN BIASA XV (P); St.Bonaventura, UskPujG; St.Yakobus dr Nisiba;

Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;

lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.

Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;

kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.

Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.

Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani.”

Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: “Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?”

Sahut puteri Firaun kepadanya: “Baiklah.” Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 15 Juli 2025

Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.

Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”

Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.

Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.

Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: “Mengapa engkau pukul temanmu?”

Tetapi jawabnya: “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?” Musa menjadi takut, sebab pikirnya: “Tentulah perkara itu telah ketahuan.”

Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

.

(69-4) Lesu aku karena berseru-seru, kerongkonganku kering; mataku nyeri karena mengharapkan Allahku.

(69-15) Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku dilepaskan dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam!

(69-31) Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur;

(69-32) pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah.

(69-34) Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.

(69-35) Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.

.

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”

.

Anak Saul mempunyai dua orang sebagai kepala gerombolan, yang satu bernama Baana dan yang kedua bernama Rekhab, keduanya anak Rimon, orang Benyamin dari Beerot. Sebab Beerotpun terhitung daerah Benyamin.

Orang Beerot sudah melarikan diri ke Gitaim dan menjadi pendatang di sana sampai sekarang.

Yonatan, anak Saul, mempunyai seorang anak laki-laki, yang cacat kakinya. Ia berumur lima tahun, ketika datang kabar tentang Saul dan Yonatan dari Yizreel. Inang pengasuhnya mengangkat dia pada waktu itu, lalu lari, tetapi karena terburu-buru larinya, anak itu jatuh dan menjadi timpang. Ia bernama Mefiboset.

Anak-anak Rimon, orang Beerot itu, yakni Rekhab dan Baana, pergi, lalu sampai pada waktu hari panas terik ke rumah Isyboset, ketika ia sedang berbaring siang hari.

Kebetulan penjaga pintu rumah itu mengantuk dan tertidur, ketika sedang membersihkan gandum. Demikianlah Rekhab dan Baana menyusup ke dalam.

Mereka masuk ke dalam rumah itu, ketika Isyboset sedang berbaring di atas tempat tidurnya di dalam kamar tidurnya, membunuh dia lalu memenggal kepalanya. Mereka membawa kepalanya itu, lalu berjalan semalam-malaman melalui jalan dari Araba-Yordan.

Kepala Isyboset itu dibawa mereka kepada Daud di Hebron dan mereka berkata kepada raja: “Inilah kepala Isyboset, anak Saul, musuhmu itu, yang ingin mencabut nyawamu; TUHAN pada hari ini telah membiarkan tuanku raja mengadakan pembalasan atas Saul dan atas keturunannya.”

Tetapi Daud menjawab Rekhab dan Baana, saudaranya, anak-anak Rimon, orang Beerot itu, katanya kepada mereka: “Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan!

Ketika ada orang yang membawa kabar kepadaku demikian: Saul sudah mati! dan memandang dirinya sebagai orang yang menyampaikan kabar baik, maka aku menangkap dan membunuh dia di Ziklag, dan dengan demikian aku memberikan kepadanya upah kabarnya;

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 15 Juli 2025

terlebih lagi sekarang, setelah orang-orang fasik membunuh seorang yang benar, di rumahnya di atas tempat tidurnya, tidakkah aku menuntut darahnya dari pada kamu dan melenyapkan kamu dari muka bumi?”

Sesudah itu Daud memberi perintah kepada anak buahnya untuk membunuh mereka; tangan dan kaki mereka dipotong, kemudian mayat mereka digantung di tepi telaga di Hebron. Tetapi kepala Isyboset diambil dan dikuburkan di dalam kubur Abner di Hebron.

Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: “Ketahuilah, kami ini darah dagingmu.

Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan TUHAN telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.”

Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.

Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah.

Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.

Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: “Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari.

Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud.

.

renungan harian hari ini

Ketika Musa membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, dia mengalami tantangan dan penolakan dari Firaun maupun bangsa Israel sendiri. Yesus yang hendak membebaskan bangsa lsrael dari perbudakan dosa pun mengalami hal yang sama. la pun mendapat tantangan dan penolakan walaupun la melakukan banyak mukjizat.

Karena itu, Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, meskipun la telah melakukan banyak mukjizat di situ. Kota-kota tersebut antara lain Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum. Sikap orang-orang dari ketiga kota ini menggambarkan sikap orang yang tidak mau bertobat.

Yesus pun meratapi kota-kota yang tidak mau bertobat itu. Mengapa setelah menyaksikan mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus mereka tidak mau berubah? Tampaknya, tidak semua kita mampu menanggapi tanda-tanda yang terjadi dalam hidup kita.

Padahal, semua ini mengandung penyelenggaraan ilahi yang seandainya kita peka untuk memahaminya, semua itu akan mendatangkan keselamatan, kegembiraan, dan sukacita bagi kita. Apakah kita juga tidak mau merendahkan diri dan hati untuk berubah, sebagaimana bangsa Israel di Mesir yang menolak Musa dan kota-kota yang menolak Yesus, meskipun telah terjadi mukjizat Tuhan dalam hidup kita?

.

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, setelah merenungkan perjalanan Musa dan Yesus yang sama-sama menghadapi penolakan dalam misi penyelamatan, kini marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang terbuka untuk bertobat. Semoga doa ini menjadi ungkapan kerinduan kita untuk lebih peka terhadap karya Tuhan dalam hidup kita.

Ya Tuhan, kami sering kali menyaksikan kebaikan dan keajaiban-Mu, namun hati kami masih keras dan enggan berubah. Ampunilah kami, Tuhan, atas ketidakpekaan dan keengganan kami untuk bertobat. Lembutkanlah hati kami agar kami dapat menangkap setiap tanda cinta-Mu dan meresponsnya dengan iman yang hidup.

Engkau telah mengutus Musa dan Putra-Mu, Yesus Kristus, untuk membebaskan kami dari segala bentuk perbudakan—baik lahiriah maupun batiniah. Jangan biarkan kami menutup mata dan hati kami terhadap penyelenggaraan-Mu. Ajarilah kami untuk menyambut sabda-Mu dengan rendah hati dan siap berubah.

Engkau menangisi kota-kota yang menolak-Mu, maka jangan biarkan hidup kami menjadi kota yang Engkau ratapi karena kekerasan hati kami. Hadirlah dalam setiap perjuangan hidup kami, agar kami selalu ingat untuk kembali kepada-Mu, bertobat, dan hidup dalam terang kasih-Mu. Sebab Engkaulah jalan, kebenaran, dan hidup. Amin.

.

Ya Tuhan, ajari dan mampukanlah kami untuk lebih rendah hati dan mau bertobat. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 14 Juli 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 9   +   2   =