Renungan Harian Hari Ini 16 Agustus 2025, Bacaan Injil Matius 19:13-15 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Yos. 24:14-29; Mazmur: 16:1-2a.5.7-8.11; R: lih. 5a; PEKAN BIASA XIX (H) St.Benediktus Yoseph Labre; St.Stefanus dr Hungaria;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 16 Agustus 2025
Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Lalu bangsa itu menjawab: “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!
Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui,
TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kamipun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita.”
Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.
Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu.”
Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: “Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah.”
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 16 Agustus 2025
Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: “Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya.” Jawab mereka: “Kamilah saksi!”
Ia berkata: “Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel.”
Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: “Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan.”
Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem.
Yosua menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN.
Kata Yosua kepada seluruh bangsa itu: “Sesungguhnya batu inilah akan menjadi saksi terhadap kita, sebab telah didengarnya segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu batu ini akan menjadi saksi terhadap kamu, supaya kamu jangan menyangkal Allahmu.”
Sesudah itu Yosua melepas bangsa itu pergi, masing-masing ke milik pusakanya.
Dan sesudah peristiwa-peristiwa ini, maka matilah Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, ketika berumur seratus sepuluh tahun.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 16 Agustus 2025
Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 16 Agustus 2025
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.”
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 16 Agustus 2025
Dalam tahun ketiga puluh tujuh zaman Yoas, raja Yehuda, Yoas anak Yoahas, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah enam belas tahun lamanya.
Dan Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa yang disuruh Yerobeam bin Nebat dilakukan orang Israel, tetapi terus hidup dalam dosa itu.
Selebihnya dari riwayat Yoas dan segala yang dilakukannya dan kepahlawanannya, bagaimana ia berperang melawan Amazia, raja Yehuda, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?
Setelah Yoas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, maka duduklah Yerobeam di atas takhta ayahnya. Dan Yoas dikuburkan di Samaria di samping raja Israel.
Ketika Elisa menderita sakit yang menyebabkan kematiannya, datanglah Yoas, raja Israel, kepadanya dan menangis oleh karena dia, katanya: “Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!”
Berkatalah Elisa kepadanya: “Ambillah busur dan anak-anak panah!” Lalu diambillah busur dan anak-anak panah.
Berkatalah ia kepada raja Israel: “Tariklah busurmu!” Lalu ia menarik busurnya, tetapi Elisa menaruh tangannya di atas tangan raja,
serta berkata: “Bukalah jendela yang di sebelah timur!” Dan ketika dibukanya, berkatalah Elisa: “Panahlah!” Lalu dipanahnya. Kemudian berkatalah Elisa: “Itulah anak panah kemenangan dari pada TUHAN, anak panah kemenangan terhadap Aram. Engkau akan mengalahkan Aram di Afek sampai habis lenyap.”
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 16 Agustus 2025
Sesudah itu berkatalah ia: “Ambillah anak-anak panah itu!” Lalu diambilnya. Setelah diambilnya, berkatalah Elisa kepada raja Israel: “Pukulkanlah itu ke tanah!” Lalu dipukulkannya tiga kali, kemudian ia berhenti.
Tetapi gusarlah abdi Allah itu kepadanya serta berkata: “Seharusnya engkau memukul lima atau enam kali! Dengan berbuat demikian engkau akan memukul Aram sampai habis lenyap. Tetapi sekarang, hanya tiga kali saja engkau akan memukul Aram.”
Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun.
Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.
Hazael, raja Aram, menindas orang Israel sepanjang umur Yoahas.
Tetapi TUHAN mengasihani serta menyayangi mereka, dan Ia berpaling kepada mereka oleh karena perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub, jadi Ia tidak mau memusnahkan mereka dan belum membuang mereka pada waktu itu dari hadapan-Nya.
Kemudian matilah Hazael, raja Aram, maka Benhadad, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Yoas bin Yoahas merebut kembali dari tangan Benhadad bin Hazael kota-kota yang dalam peperangan direbut Benhadad dari tangan Yoahas, ayah Yoas. Tiga kali Yoas mengalahkan dia dan mendapat kembali kota-kota Israel.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 16 Agustus 2025
Orangtua membawa anak-anak mereka kepada Yesus agar la menumpangkan tangan-Nya ke atas mereka. Mereka percaya akan kuasa kesembuhan, baik secara jasmani maupun rohani, yang datang dari sentuhan Yesus.
Para murid-Nya menghalangi anak-anak untuk datang karena ingin melindungi Yesus dari gangguan anak-anak yang terkadang berisik. Namun, Yesus senang dengan anak-anak dan menunjukkan bahwa kasih Allah juga harus tercurah bagi semua orang, termasuk anak-anak.
la menunjukkan, tidak ada seorang pun yang tidak penting bagi Allah. Dia datang kepada setiap orang secara pribadi agar Dia dapat menyentuh mereka dengan kasih dan kuasa-Nya yang menyembuhkan.
Yesus menegaskan bahwa orang-orang yang memiliki jiwa seorang anak adalah mereka yang memiliki Kerajaan Surga. Sebab jiwa seorang anak, bukan kekanak-kanakan, adalah jiwa yang sederhana, terbuka, serta tidak memiliki kekerasan hati dan kesombongan.
Seorang anak tidak melakukan diskriminasi. Karena itu, mereka akan selalu bersukacita dengan siapa saja, tanpa melihat latar belakang, status, kekayaan, maupun suku.
Apakah kita dapat memperlihatkan sukacita dan kebaikan kepada anak-anak dan remaja di komunitas, Gereja, dan masyarakat kita? Apakah kita telah berdoa untuk mereka agar mereka dapat bertumbuh dalam pengetahuan dan kebijaksanaan?
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 16 Agustus 2025
Bapak, ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang tenang dan terbuka. Biarkanlah sabda yang kita dengar hari ini menetap di relung hati, seperti benih yang disiram dengan doa dan perbuatan kasih. Dalam keheningan batin, kita izinkan firman Tuhan meresap dan mengubah cara pandang kita terhadap hidup.
Ya Tuhan, Engkaulah kasih yang menyentuh tanpa batas, ajarilah kami untuk memandang setiap anak sebagai pribadi yang berharga di mata-Mu. Semoga sukacita dan kepolosan hati mereka mengingatkan kami akan Kerajaan Surga. Jadikanlah kami pribadi yang tidak memandang muka, tetapi selalu siap menyambut siapa pun dengan hati terbuka.
Di tengah kesibukan hidup, tuntunlah kami untuk menyediakan waktu, telinga, dan hati bagi anak-anak dan remaja di sekitar kami. Berkatilah mereka agar bertumbuh dalam kebijaksanaan, kebenaran, dan kasih yang murni. Semoga hidup mereka menjadi cermin kemuliaan-Mu dan penghiburan bagi dunia. Amin.
.
Tuhan, semoga kami tidak akan pernah menghalangi anak-anak dan remaja datang kepada-Mu untuk menerima berkat dan kuasa kesembuhan-Mu. Kuatkanlah iman mereka sehingga mereka dapat mengikuti Engkau dengan penuh semangat dan sukacita. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 15 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





