Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 16 Juni 2025

Renungan Harian Hari Ini 16 Juni 2025, Bacaan Injil Matius 5:38-42 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Kor. 6:1-10; Mazmur: 98:1.2-3ab.3cd-4; R:2a; PEKAN BIASA XI (H); B.Anicetus Koplin; Sta.Lutgardis; St.Yohanes Fransiskus Regis;

Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.

Sebab Allah berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.

Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,

dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;

dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dan dalam Roh Kudus serta kasih yang tidak munafik;

dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela

ketika dihormati serta ketika dihina; dan ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,

sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; dan sebagai orang yang nyaris mati, sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;

sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; dan sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

.

Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

.

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

.

Setelah Yosua melepas bangsa itu pergi, maka pergilah orang Israel itu, masing-masing ke milik pusakanya, untuk memiliki negeri itu.

Dan bangsa itu beribadah kepada TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua, dan yang telah melihat segenap perbuatan yang besar, yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

Dan Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, mati pada umur seratus sepuluh tahun;

ia dikuburkan di daerah milik pusakanya di Timnat-Heres, di pegunungan Efraim, di sebelah utara gunung Gaas.

Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.

Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.

Mereka meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka yang telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir, lalu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka, dan sujud menyembah kepadanya, sehingga mereka menyakiti hati TUHAN.

Demikianlah mereka meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada Baal dan para Asytoret.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 16 Juni 2025

Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel. Ia menyerahkan mereka ke dalam tangan perampok dan menjual mereka kepada musuh di sekeliling mereka, sehingga mereka tidak sanggup lagi menghadapi musuh mereka.

Setiap kali mereka maju, tangan TUHAN melawan mereka dan mendatangkan malapetaka kepada mereka, sesuai dengan apa yang telah diperingatkan kepada mereka oleh TUHAN dengan sumpah, sehingga mereka sangat terdesak.

Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim, yang menyelamatkan mereka dari tangan perampok itu.

Tetapi juga para hakim itu tidak mereka hiraukan, karena mereka berzinah dengan mengikuti allah lain dan sujud menyembah kepadanya. Mereka segera menyimpang dari jalan yang ditempuh oleh nenek moyangnya yang mendengarkan perintah TUHAN; mereka melakukan yang tidak patut.

Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka.

Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apapun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu.

Apabila murka TUHAN bangkit terhadap orang Israel, berfirmanlah Ia: “Karena bangsa ini melanggar perjanjian yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyang mereka, dan tidak mendengarkan firman-Ku,

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 16 Juni 2025

maka Akupun tidak mau menghalau lagi dari depan mereka satupun dari bangsa-bangsa yang ditinggalkan Yosua pada waktu matinya,

supaya dengan perantaraan bangsa-bangsa itu Aku mencobai orang Israel, apakah mereka tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka, atau tidak.”

Demikianlah TUHAN membiarkan bangsa-bangsa itu tinggal dengan tidak segera menghalau mereka; mereka tidak diserahkan-Nya ke dalam tangan Yosua.

Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan.

Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN.

Yang tinggal ialah kelima raja kota orang Filistin dan semua orang Kanaan, orang Sidon dan orang Hewi, yang mendiami pegunungan Libanon, dari gunung Baal-Hermon sampai ke jalan yang menuju ke Hamat.

Mereka itu ada di sana, supaya Ia mencobai orang Israel dengan perantaraan mereka untuk mengetahui, apakah mereka mendengarkan perintah yang diberikan TUHAN kepada nenek moyang mereka dengan perantaraan Musa.

.

renungan harian hari ini

Nasihat kuno berbunyi: Kesempatan yang baik tidak datang dua kali. Kata-kata ini mengajarkan kita untuk menghargai dan memanfaatkan setiap kesempatan yang diberikan kepada kita. Artinya, ketika kita mendapat peluang baik dalam hidup, baik itu dalam karier, hubungan, atau pengembangan diri, kita sebaiknya tidak menyia-nyiakannya.

Paulus, dalam suratnya kepada umat di Korintus, menekankan pentingnya bertobat dan melayani Tuhan dengan tekun tanpa melewatkan kesempatan baik yang diberikan kepada kita. la berkata: “Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.”

Tidak hanya kesempatan yang baik, penderitaan dan tantangan pasti juga akan menghampiri kita. Namun, kita yakin bahwa Tuhan memberi kita kekuatan dan kesabaran untuk bertahan. Ketekunan dan ketahanan ini memungkinkan kita untuk terus melayani dan berbuat baik meskipun menghadapi kesulitan.

Yesus mengajarkan tentang kekuatan cinta dan mengasihi tanpa membalas kejahatan dengan kejahatan. Mengasihi dan tidak melukai adalah inti dari ajaran Yesus. Mengikuti ajaran Yesus ini berarti kita harus siap untuk menjadi berbeda dari dunia. Kita dipanggil untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan pelayanan, mengikuti teladan Kristus dalam setiap aspek kehidupan kita.

.

Marilah kita menutup permenungan ini dengan doa.

Tuhan yang Maharahim, Engkau telah memberikan kepada kami begitu banyak kesempatan dalam hidup: kesempatan untuk bertumbuh, untuk mengasihi, dan untuk melayani. Ampunilah kami jika selama ini kami sering lalai memanfaatkannya. Hari ini kami ingin belajar lebih peka dan bersyukur atas setiap waktu perkenanan yang Engkau berikan.

Ajarilah kami untuk tidak hanya mengejar kenyamanan, tetapi juga berani hidup dalam kasih, bahkan ketika kasih itu menuntut pengorbanan. Jadikanlah kami pribadi yang tidak mudah menyerah saat menghadapi penderitaan, melainkan tetap setia, seperti Engkau setia hingga akhir di kayu salib.

Tuntunlah kami agar semakin jujur dalam mencintai dan semakin tulus dalam melayani. Berikan kami mata iman untuk melihat setiap peluang sebagai anugerah, bukan sekadar keberuntungan. Dalam nama-Mu kami ingin hidup, melayani, dan menjadi saksi kasih di tengah dunia. Amin.

.

Ya Allah Yang Maha Kasih, berikanlah kami kekuatan dan kesabaran untuk hidup dalam kasih, pengampunan, dan pelayanan kepada sesama. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 15 Juni 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 0   +   7   =