Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 Maret 2026

Renungan Harian Hari Ini 17 Maret 2026, Bacaan Injil Yohanes 5:1-16 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yeh. 47:1-9.12; Mazmur: 46:2-3.5-6.8-9; PEKAN IV PRAPASKAH (U); HUT Kongregasi Carmelitarum Discalceatorum; St.Patrisius; Sta.Gertrudis dr Nivelles; Yusuf dr Arimatea;

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
 
Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
 
Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
 
Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
 
Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 Maret 2026

Lalu ia berkata kepadaku: “Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
 
Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
 
Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
 
sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

.

Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
 
sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. S e l a

Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
 
Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumi pun hancur.

Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
 
yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

.

Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
 
Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
 
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
 
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.
 
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
 
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”
 
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”
 
Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 17 Maret 2026

Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
 
Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”
 
Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
 
Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”
 
Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
 
Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
 
Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
 
Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

.

TUHAN berfirman kepada Musa:
 
“Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.
 
Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya dan memelihara hari-hari sabat-Ku; Akulah TUHAN, Allahmu.
 
Janganlah kamu berpaling kepada berhala-berhala dan janganlah kamu membuat bagimu dewa tuangan; Akulah TUHAN, Allahmu.
 
Apabila kamu mempersembahkan korban keselamatan kepada TUHAN, kamu harus mempersembahkannya sedemikian, hingga TUHAN berkenan akan kamu.
 
Dan haruslah itu dimakan pada hari mempersembahkannya atau boleh juga pada keesokan harinya, tetapi apa yang tinggal sampai hari yang ketiga haruslah dibakar habis.
 
Jikalau dimakan juga pada hari yang ketiga, maka itu menjadi sesuatu yang jijik dan TUHAN tidak berkenan akan orang itu.
 
Siapa yang memakannya, akan menanggung kesalahannya sendiri, karena ia telah melanggar kekudusan persembahan kudus yang kepada TUHAN. Nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya.
 
Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 Maret 2026

Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.
 
Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.
 
Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.
 
Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; juga janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.
 
Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.
 
Dan janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.
 
Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; dan janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.
 
Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 17 Maret 2026

Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu.
 
Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.
 
Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia.
 
Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.
 
Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan, mengenai ukuran, timbangan dan sukatan.
 
Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; Akulah TUHAN, Allahmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir.
 
Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah TUHAN.”

.

renungan harian hari ini

Yesus bertemu dengan seorang pria yang menderita sakit selama tiga puluh delapan tahun. Orang ini terbaring di dekat Kolam Betesda, tempat yang dipercaya memiliki kuasa penyembuhan ketika airnya terguncang.

Namun, karena tidak ada orang yang menolong dia untuk masuk ke kolam, ia terus menunggu tanpa harapan. Lalu, Yesus muncul dan bertanya kepadanya, “Maukah engkau sembuh?” Pertanyaan yang tampaknya sederhana, tetapi sangat dalam.

Kemudian, Yesus berkata, “Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah.” Seketika itu juga, pria itu sembuh.

Namun, karena penyembuhan itu terjadi pada hari Sabat, para pemuka Yahudi mulai mengkritik dan menganiaya Yesus. Mereka lebih fokus pada pelanggaran aturan hari Sabat daripada mukjizat belas kasihan yang baru saja terjadi.

Kisah ini bukan hanya tentang kesembuhan fisik, melainkan juga tentang belas kasih, iman, dan kuasa Yesus yang melampaui tradisi dan harapan manusia. Kita sering juga terjebak pada legalisme dan formalisme serta mengabaikan yang lebih penting dari itu, yaitu keselamatan manusia.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang terbuka pada belas kasih Tuhan. Sabda hari ini mengingatkan bahwa Tuhan selalu melihat penderitaan kita dan mengundang kita untuk bangkit dari keputusasaan. Semoga kita berani mempercayakan diri pada kuasa kasih-Nya yang memulihkan dan memberi kehidupan baru.

Ya Yesus, di tengah kelemahan dan keputusasaan hidup kami, Engkau datang membawa harapan. Kuatkanlah hati kami ketika merasa lelah menunggu pertolongan. Bangkitkanlah keberanian dalam diri kami agar tidak menyerah pada keadaan, melainkan tetap percaya pada kuasa kasih-Mu yang memulihkan.

Sering kali kami lebih sibuk memegang aturan daripada menghadirkan belas kasih kepada sesama. Lembutkanlah hati kami agar mampu melihat kebutuhan orang lain dengan penuh kepedulian. Semoga hidup kami tidak hanya dipenuhi kewajiban, tetapi juga menjadi saluran kasih yang menguatkan mereka yang menderita.

Tuntunlah langkah kami untuk bangkit dari segala kelemahan yang mengikat hidup kami. Semoga melalui iman yang sederhana, kami dapat berjalan dengan harapan baru dan menjadi saksi bahwa kasih-Mu selalu memberi kehidupan. Jadikanlah kami pembawa penghiburan bagi sesama yang sedang menantikan harapan. Amin.

.

Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk lebih peka pada penderitaan sesama. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 16 Maret 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 7   +   3   =