Renungan Harian Hari Ini 18 Juli 2025, Bacaan Injil Matius 12:1-8 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Kel. 11:10-12:14; Mazmur: 116:12-13.15-16bc.17-18; R:13; PEKAN BIASA XV (H); St.Frederik dari Utrecht; St.Simforosa dan Putra-putranya;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Juli 2025
Musa dan Harun telah melakukan segala mujizat ini di depan Firaun. Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak membiarkan orang Israel pergi dari negerinya.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir:
“Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.
Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.
Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.
Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.
Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.
Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya.
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Juli 2025
Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.
Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya.
Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api.
Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.
Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.
Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir.
Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Juli 2025
Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?
Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN,
Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!
Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,
akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya,
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 18 Juli 2025
Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya.
Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.”
Tetapi jawab Yesus kepada mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam?
Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah?
Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah.
Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah.
Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Juli 2025
Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.”
Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.
Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung.”
Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud.
Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang.
Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja.
Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya.
Diberitahukan kepada Daud, demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Lalu berkatalah Daud kepada Uria: “Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?”
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Juli 2025
Tetapi Uria berkata kepada Daud: “Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!”
Kata Daud kepada Uria: “Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi.” Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya
Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.
Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.”
Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa.
Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati.
Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu.
Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Juli 2025
Allah menolong umat Israel agar mereka bisa keluar dari penindasan dan perbudakan di Mesir. Untuk itu, Allah memerintahkan mereka untuk menyembelih anak domba dengan ritual khusus. Mereka harus makan daging anak domba itu dalam keadaan siap siaga untuk keluar dari Mesir.
Upacara menyembelih domba Paskah itu menjadi upacara perayaan keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Itu aturan yang ditetapkan Allah dengan umat-Nya bersama Musa dan Harun. Aturan tersebut tidak membebani bangsa Israel karena pada saat itu, Allah hendak membebaskan umat-Nya dari perbudakan dan penindasan di Mesir.
Hukum hendaknya menjadi sarana untuk mengatur agar orang bisa hidup lebih tertib dan baik, bukan membuat orang tertekan. Kadang kala orang menyalahgunakan hukum untuk kepentingan pribadi atau golongan.
Yesus berpegang pada prinsip yang berkaitan dengan hari Sabat supaya melatih kita untuk kritis terhadap segala aturan yang kita temui hingga kita tidak terjerat oleh aturan yang terkadang mengekang diri kita untuk berbuat baik.
Yesus menekankan bahwa yang dikehendaki Allah adalah belas kasih, bukan persembahan bahkan yang merupakan bagian dari hukum dan aturan. “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan.”
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 18 Juli 2025
Saudara-saudariku terkasih, setelah kita merenungkan sabda Tuhan hari ini, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening dan terbuka, seraya memohon agar kasih dan belas kasih-Nya semakin mengakar dalam hidup kita. Marilah kita berdoa.
Yesus, betapa mudahnya kami terjebak dalam aturan tanpa jiwa. Kami mohon agar hukum tidak menjadi beban yang menindih, melainkan jalan yang menuntun kepada cinta kasih dan pembebasan. Kiranya kami tidak hanya taat secara lahiriah, tetapi juga memahami kehendak-Mu yang sejati, yaitu kasih yang menghidupkan.
Dalam setiap kebebasan yang ditawarkan oleh kasih, semoga kami belajar bersikap siap siaga, sebagaimana umat Israel makan daging anak domba sebelum keluar dari Mesir. Ajarlah kami untuk hidup dengan hati yang berjaga, tidak terlena oleh zona nyaman, tetapi siap berjalan bersama-Mu dalam setiap perutusan hidup.
Belas kasih yang sejati bukanlah sekadar sikap, melainkan kekuatan yang membebaskan. Bila hukum menjauhkan kami dari belas kasih, kiranya Roh Kudus membimbing agar kami lebih memilih mengasihi daripada sekadar mematuhi. Mampukan kami untuk menjadi tanda kasih yang hidup bagi sesama di tengah dunia. Amin.
.
Ya Bapa, kami bersyukur atas kehadiran Kristus Putra-Mu yang membebaskan kami dari perbudakan dosa. Tolonglah kami agar mampu menjalankan aturan demi kebaikan bersama. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 17 Juli 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





