Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Februari 2026

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2026, Bacaan Injil Lukas 9:22-25 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: UI. 30:15-20; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; R:40:5a; HARI KAMIS SESUDAH RABU ABU (U); St.Marselus; St.Konradus dr Piacenza;

Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,

karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.

Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,

maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”

.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

.

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

.

Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:

Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda;

Isakhar, Zebulon dan Benyamin;

Dan serta Naftali, Gad dan Asyer.

Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir.

Kemudian matilah Yusuf, serta semua saudara-saudaranya dan semua orang yang seangkatan dengan dia.

Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 Februari 2026

Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf.

Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: “Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita.

Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan — jika terjadi peperangan — jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini.”

Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.

Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.

Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,

dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 19 Februari 2026

Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya:

“Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup.”

Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.

Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka: “Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?”

Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: “Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang, mereka telah bersalin.”

Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.

Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga.

Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: “Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup.”

.

renungan harian hari ini

Bacaan dari Kitab Ulangan hari ini mengajak kita membuat pilihan penting: memilih hidup atau maut, berkat atau kutuk. Tuhan tidak memaksa, tetapi la menaruh dua jalan di hadapan kita dan mengundang kita memilih yang benar: mengasihi Tuhan dan hidup menurut jalan-Nya (UI. 30:15-20).

Dalam kehidupan kita sehari-hari, pilihan itu hadir terus-menerus antara kejujuran atau kecurangan, antara kepedulian atau sikap masa bodoh, antara kasih atau kebencian.

Yesus dalam Injil hari ini mengatakan bahwa siapa saja yang mau mengikuti Dia harus menyangkal diri, memikul salib, dan setia kepada-Nya (Luk. 9:23). Jalan salib ini bukanlah jalan yang populer.

Dunia sering mengajarkan kepada kita untuk mencari kenyamanan dan kesuksesan pribadi, tetapi Yesus mengajak kita untuk menyerahkan diri demi kebaikan yang lebih besar. Mengikut Yesus berarti siap memberi waktu, tenaga, dan hati bagi sesama, juga berani melawan arus ketidakadilan.

Bacaan-bacaan hari ini mengingatkan bahwa pilihan untuk setia kepada Tuhan bukan hanya soal doa dan ibadah, melainkan juga soal keberanian bersikap benar di tengah godaan dunia.

Di tempat kerja, dalam keluarga, atau di masyarakat, kita dipanggil untuk memilih jalan yang membawa kehidupan dan harapan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang sadar akan pilihan-pilihan hidup yang kita hadapi setiap hari. Sabda hari ini mengajak kita berhenti sejenak, menimbang arah langkah, dan berani memilih jalan yang membawa kehidupan. Dalam keheningan, mari kita menyerahkan kebebasan dan keputusan kita kepada Tuhan.

Bapa, di hadapan dua jalan yang terbentang, ajarlah kami memilih hidup yang berkenan kepada-Mu. Teguhkan hati agar setia pada kejujuran, kasih, dan kepedulian, meski godaan sering menggoda untuk mengambil jalan yang lebih mudah. Semoga pilihan kami membawa berkat bagi diri sendiri dan sesama.

Panggilan untuk menyangkal diri dan memikul salib sering terasa berat dan tidak populer. Kuatkan keberanian kami untuk tetap setia mengikuti jalan-Mu. Semoga kesediaan memberi waktu, tenaga, dan perhatian bagi sesama menjadi wujud nyata kasih yang Engkau ajarkan.

Ya Bapa, dalam keluarga, tempat kerja, dan masyarakat, bimbinglah langkah kami agar berani bersikap benar. Jauhkan dari sikap masa bodoh dan ketakutan akan penolakan. Semoga hidup kami menjadi tanda harapan, membawa kehidupan, dan memuliakan nama-Mu melalui pilihan yang setia setiap hari. Amin.

.

Tuhan, mampukan kami memilih jalan-Mu setiap hari, meskipun tidak mudah agar hidup kami menjadi berkat bagi sesama. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 0   +   10   =