Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Maret 2026

Renungan Harian Hari Ini 20 Maret 2026, Bacaan Injil Yohanes 7:1-2.10.25-30 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 2:1a.12-22; Mazmur: 34:17-18.19-20.21.23; PEKAN IV PRAPASKAH (U); Beato Sebastianus dr Torino;

Karena angan-angannya tidak tepat maka berkatalah mereka satu sama lain: “Pendek dan menyedihkan hidup kita ini, dan pada akhir hidup manusia tidak ada obat mujarab; seseorang yang kembali dari dunia orang mati tidak dikenal.

Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita.
 
Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.
 
Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita.
 
Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.
 
Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Maret 2026

Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.
 
Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.
 
Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.
 
Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka.
 
Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.

.

Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
 
TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
 
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
 
Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.
 
Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.

.

Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
 
Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.

Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
 
Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
 
Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya.”
 
Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
 
Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.”
 
Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

.

Pada hari didirikan Kemah Suci, maka awan itu menutupi Kemah Suci, kemah hukum Allah; dan pada waktu malam sampai pagi awan itu ada di atas Kemah Suci, kelihatan seperti api.
 
Demikianlah selalu terjadi: awan itu menutupi Kemah, dan pada waktu malam kelihatan seperti api.
 
Dan setiap kali awan itu naik dari atas Kemah, maka orang Israel pun berangkatlah, dan di tempat awan itu diam, di sanalah orang Israel berkemah.
 
Atas titah TUHAN orang Israel berangkat dan atas titah TUHAN juga mereka berkemah; selama awan itu diam di atas Kemah Suci, mereka tetap berkemah.
 
Apabila awan itu lama tinggal di atas Kemah Suci, maka orang Israel memelihara kewajibannya kepada TUHAN, dan tidaklah mereka berangkat.
 
Ada kalanya awan itu hanya tinggal beberapa hari di atas Kemah Suci; maka atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah TUHAN juga mereka berangkat.
 
Ada kalanya awan itu tinggal dari petang sampai pagi; ketika awan itu naik pada waktu pagi, mereka pun berangkatlah; baik pada waktu siang baik pada waktu malam, apabila awan itu naik, mereka pun berangkatlah.
 
Berapa lama pun juga awan itu diam di atas Kemah Suci, baik dua hari, baik sebulan atau lebih lama, maka orang Israel tetap berkemah dan tidak berangkat; tetapi apabila awan itu naik, barulah mereka berangkat.
 
Atas titah TUHAN mereka berkemah dan atas titah TUHAN juga mereka berangkat; mereka memelihara kewajibannya kepada TUHAN, menurut titah TUHAN dengan perantaraan Musa.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 20 Maret 2026

TUHAN berfirman kepada Musa:
 
“Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk memanggil umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat.
 
Apabila kedua nafiri itu ditiup, segenap umat itu harus berkumpul kepadamu di depan pintu Kemah Pertemuan.
 
Jikalau hanya satu saja ditiup, maka para pemimpin, para kepala pasukan Israel harus berkumpul kepadamu.
 
Apabila kamu meniup tanda semboyan, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah timur;
 
apabila kamu meniup tanda semboyan kedua kalinya, maka haruslah berangkat laskar-laskar yang berkemah di sebelah selatan. Jadi tanda semboyan harus ditiup untuk menyuruh mereka berangkat;
 
tetapi untuk menyuruh jemaah itu berkumpul kamu harus meniup saja tanpa memberi tanda semboyan.
 
Nafiri-nafiri itu harus ditiup oleh anak-anak imam Harun; itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun.
 
Dan apabila kamu maju berperang di negerimu melawan musuh yang menyesakkan kamu, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, supaya kamu diingat di hadapan TUHAN, Allahmu, dan diselamatkan dari pada musuhmu.

BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 20 Maret 2026

Juga pada hari-hari kamu bersukaria, pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah TUHAN, Allahmu.”

Pada tahun yang kedua, pada bulan yang kedua, pada tanggal dua puluh bulan itu, naiklah awan itu dari atas Kemah Suci, tempat hukum Allah.
 
Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan keberangkatan mereka, kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran.
 
Itulah pertama kali mereka berangkat menurut titah TUHAN dengan perantaraan Musa.
 
Terdahulu berangkatlah laskar yang di bawah panji-panji bani Yehuda menurut pasukan mereka; yang mengepalai laskar itu ialah Nahason bin Aminadab;
 
dan yang mengepalai laskar suku bani Isakhar ialah Netaneel bin Zuar;
 
yang mengepalai laskar suku bani Zebulon ialah Eliab bin Helon.
 
Sesudah itu Kemah Suci dibongkar, dan berangkatlah bani Gerson dan bani Merari yang mengangkat Kemah Suci itu.
 
Kemudian berangkatlah laskar yang di bawah panji-panji Ruben menurut pasukan mereka; yang mengepalai laskar itu ialah Elizur bin Syedeur;

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Maret 2026

yang mengepalai laskar suku bani Simeon ialah Selumiel bin Zurisyadai;
 
yang mengepalai laskar suku bani Gad ialah Elyasaf bin Rehuel.
 
Sesudah itu berangkatlah orang Kehat, yang mengangkat barang-barang tempat kudus; Kemah Suci sudah dipasang sebelum mereka datang.
 
Kemudian berangkatlah laskar yang di bawah panji-panji bani Efraim menurut pasukan mereka;
 
yang mengepalai laskar itu ialah Elisama bin Amihud; dan yang mengepalai laskar suku bani Manasye ialah Gamaliel bin Pedazur;
 
yang mengepalai laskar suku bani Benyamin ialah Abidan bin Gideoni.
 
Sebagai barisan penutup semua laskar itu berangkatlah laskar yang di bawah panji-panji bani Dan menurut pasukan mereka; yang mengepalai laskar itu ialah Ahiezer bin Amisyadai;
 
dan yang mengepalai laskar suku bani Asyer ialah Pagiel bin Okhran;
 
yang mengepalai laskar suku bani Naftali ialah Ahira bin Enan.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 20 Maret 2026

Itulah aturan keberangkatan orang Israel menurut pasukan mereka, ketika mereka berangkat.
 
Lalu berkatalah Musa kepada Hobab anak Rehuel orang Midian, mertua Musa: “Kami berangkat ke tempat yang dimaksud TUHAN ketika Ia berfirman: Aku akan memberikannya kepadamu. Sebab itu ikutlah bersama-sama dengan kami, maka kami akan berbuat baik kepadamu, sebab TUHAN telah menjanjikan yang baik tentang Israel.”
 
Tetapi jawabnya kepada Musa: “Aku tidak ikut, melainkan aku hendak pergi ke negeriku dan kepada sanak saudaraku.”
 
Kata Musa: “Janganlah kiranya tinggalkan kami, sebab engkaulah yang tahu, bagaimana kami berkemah di padang gurun, maka engkau dapat menjadi penunjuk jalan bagi kami.
 
Jika engkau ikut bersama-sama dengan kami, maka kebaikan yang akan dilakukan TUHAN kepada kami akan kami lakukan juga kepadamu.”
 
Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya, sedang tabut perjanjian TUHAN berangkat di depan mereka dan berjalan tiga hari perjalanan jauhnya untuk mencari tempat perhentian bagi mereka.
 
Dan awan TUHAN ada di atas mereka pada siang hari, apabila mereka berangkat dari tempat perkemahan.
 
Apabila tabut itu berangkat, berkatalah Musa: “Bangkitlah, TUHAN, supaya musuh-Mu berserak dan orang-orang yang membenci Engkau melarikan diri dari hadapan-Mu.”
 
Dan apabila tabut itu berhenti, berkatalah ia: “Kembalilah, TUHAN, kepada umat Israel yang beribu-ribu laksa ini.”

.

renungan harian hari ini

Kisah tentang identitas Yesus sebagai Mesias dan pertentangan dengan pemuka Yahudi menjadi tema sentral. Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Pondok Daun, salah satu perayaan besar Yahudi. la datang secara diam-diam karena pada saat itu sudah ada ketegangan antara Dia dan para pemimpin Yahudi yang ingin menangkap-Nya.

Di tengah perayaan, Yesus mengajar di Bait Allah dan menyatakan bahwa ajaran-Nya berasal dari Allah. la menegaskan bahwa siapa pun yang mau melakukan kehendak Allah akan tahu bahwa ajaran-Nya bukan berasal dari diri-Nya sendiri. Ini adalah kesaksian Yesus tentang identitas-Nya sebagai utusan Allah, bahkan sebagai Mesias yang dijanjikan.

Reaksi para pemuka Yahudi sangat beragam. Sebagian orang berkata, “Dia ini benar-benar nabi itu.” Yang lain berkata, “la ini Mesias.” Namun, ada juga yang menolak, dengan berkata, “Apakah Mesias datang dari Galilea?” Mereka meragukan asal-usul Yesus karena Mesias seharusnya datang dari keturunan Daud dan dari Betlehem.

Para pemimpin agama Yahudi merasa terancam oleh pengaruh Yesus dan menganggap-Nya melanggar hukum, terutama karena la menyembuhkan pada hari Sabat dan menyatakan diri-Nya satu dengan Bapa.

Ini memunculkan konflik teologis dan politis yang mendalam. Orang yang memegang kekuasaan dan merasa diri sebagai pihak yang mengendalikan kebenaran selalu merasa terancam ketika muncul tokoh-tokoh alternatif yang jujur, tulus, dan benar.

.

Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang terbuka pada kebenaran Tuhan. Sabda hari ini mengingatkan bahwa mengenal Kristus bukan hanya soal pengetahuan, tetapi kesediaan melakukan kehendak Allah. Semoga kita diberi keberanian untuk menerima kebenaran-Nya dan hidup seturut sabda-Nya dalam setiap langkah kehidupan.

Ya Yesus, di tengah banyaknya suara dan pendapat dalam dunia ini, tuntunlah hati kami agar mampu mengenali kebenaran yang berasal dari-Mu. Jauhkanlah kami dari sikap keras hati dan kesombongan rohani. Semoga kami dengan rendah hati membuka diri untuk mendengarkan sabda-Mu dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Sering kali kami merasa sudah mengetahui kebenaran, tetapi hati kami tertutup untuk berubah. Lembutkanlah hati kami agar mampu menerima terang-Mu dengan kerendahan hati. Semoga hidup kami tidak dikuasai oleh keinginan untuk mempertahankan diri, melainkan oleh kerinduan untuk setia pada kehendak-Mu.

Kuatkanlah iman kami agar tidak goyah oleh keraguan dan penolakan di sekitar kami. Semoga kami berani menjadi saksi kebenaran-Mu dengan hidup yang jujur, tulus, dan penuh kasih. Bimbinglah langkah kami agar selalu berjalan dalam terang-Mu yang membawa keselamatan bagi dunia. Amin.

.

Ya Tuhan, bimbinglah kami agar selalu terbuka terhadap kebenaran sejati yang Kauwartakan kepada kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 19 Maret 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 8   +   9   =