Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Juli 2025

Renungan Harian Hari Ini 24 Juli 2025, Bacaan Injil Matius 13:10-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 19:1-2.9-11.16-20b; Mazmur: Dan. 3:52.53.54.56; PEKAN BIASA XVI (H); St.Kristoforus, Mrt.; Sta.Kristina, Mrt.; St.Sharbel Makhluf; B.Yohanes Soreth;

Pada bulan ketiga setelah orang Israel keluar dari tanah Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai pada hari itu juga.

Setelah mereka berangkat dari Rafidim, tibalah mereka di padang gurun Sinai, lalu mereka berkemah di padang gurun; orang Israel berkemah di sana di depan gunung itu.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau, dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu.” Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada TUHAN.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah kepada bangsa itu; suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.

Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap, sebab pada hari ketiga TUHAN akan turun di depan mata seluruh bangsa itu di gunung Sinai.

Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu terbit fajar, ada guruh dan kilat dan awan padat di atas gunung dan bunyi sangkakala yang sangat keras, sehingga gemetarlah seluruh bangsa yang ada di perkemahan.

Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai Allah dan berdirilah mereka pada kaki gunung.

Gunung Sinai ditutupi seluruhnya dengan asap, karena TUHAN turun ke atasnya dalam api; asapnya membubung seperti asap dari dapur, dan seluruh gunung itu gemetar sangat.

Bunyi sangkakala kian lama kian keras. Berbicaralah Musa, lalu Allah menjawabnya dalam guruh.

Lalu turunlah TUHAN ke atas gunung Sinai, ke atas puncak gunung itu, maka TUHAN memanggil Musa ke puncak gunung itu, dan naiklah Musa ke atas.

.

“Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah nenek moyang kami, yang patut dihormati dan ditinggikan selama-lamanya. Terpujilah namaMu yang mulia dan kudus, yang patut dihormat dan ditinggikan selama-lamanya.

Dan terpujilah Engkau dalam BaitMu yang mulia dan kudus, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaanMu, Engkau patut dinyanyikan dan ditinggikan selama-lamanya.

Terpujilah Engkau di bentangan langit, Engkau patut dinyanyikan dan dimuliakan selama-lamanya.

.

Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”

Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.

Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.

Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.

Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

.

Lalu berkatalah Natan kepada Batsyeba, ibu Salomo: “Tidakkah engkau mendengar, bahwa Adonia anak Hagit, telah menjadi raja, sedang tuan kita Daud tidak mengetahuinya?

Karena itu, baiklah kuberi nasihat kepadamu, supaya engkau dapat menyelamatkan yawamu dan nyawa anakmu Salomo.

Pergilah masuk menghadap raja Daud dan katakan kepadanya: Bukankah tuanku sendiri, ya rajaku, telah bersumpah kepada hambamu ini: Anakmu Salomo, akan menjadi raja sesudah aku dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku? Mengapakah sekarang Adonia menjadi raja?

Dan selagi engkau berbicara di sana dengan raja, akupun akan masuk pula dan menyokong perkataanmu itu.”

Jadi masuklah Batsyeba menghadap raja ke dalam kamarnya. Waktu itu raja sudah sangat tua dan Abisag, gadis Sunem itu, melayani raja.

Lalu Batsyeba berlutut dan sujud menyembah kepada raja. Raja bertanya: “Ada yang kauingini?”

Lalu perempuan itu berkata kepadanya: “Tuanku sendiri telah bersumpah demi TUHAN, Allahmu, kepada hambamu ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan ia akan duduk di atas takhtaku.

Tetapi sekarang, lihatlah, Adonia telah menjadi raja, sedang tuanku raja sendiri tidak mengetahuinya.

Ia telah menyembelih banyak lembu, ternak gemukan dan domba, dan telah mengundang semua anak raja dan imam Abyatar dan Yoab, panglima itu, tetapi hambamu Salomo tidak diundangnya.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Juli 2025

Dan kepadamulah, ya tuanku raja, tertuju mata seluruh orang Israel, supaya engkau memberitahukan kepada mereka siapa yang akan duduk di atas takhta tuanku raja sesudah tuanku.

Nanti aku ini dan anakku Salomo dituduh bersalah segera sesudah tuanku raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya.”

Selagi Batsyeba berbicara dengan raja, datanglah nabi Natan.

Diberitahukan kepada raja: “Itu ada nabi Natan.” Masuklah ia menghadap raja, lalu sujud menyembah kepada raja dengan mukanya sampai ke tanah.

Natan berkata: “Ya tuanku raja, tuanku sendirilah rupa-rupanya yang telah berkata: Adonia akan menjadi raja sesudah aku dan ia akan duduk di atas takhtaku!

Sebab pada hari ini ia telah menyembelih banyak lembu, ternak gemukan dan domba; ia mengundang semua anak raja, para panglima dan imam Abyatar, dan sesungguhnya mereka sedang makan minum di depannya sambil berseru: Hidup raja Adonia!

Tetapi hambamu ini, dan imam Zadok dan Benaya bin Yoyada dan hambamu Salomo tidak diundangnya.

Jika hal ini terjadi dari pihak tuanku raja, maka engkau tidak memberitahu hamba-hambamu ini, siapa yang akan duduk di atas takhta tuanku raja sesudah tuanku.”

Lalu raja Daud menjawab, katanya: “Panggillah Batsyeba.” Perempuan itu masuk menghadap raja dan berdiri di depannya.

BACAAN OFISI – Renungan Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Juli 2025

Lalu raja bersumpah dan berkata: “Demi TUHAN yang hidup, yang telah membebaskan nyawaku dari segala kesesakan,

pada hari ini aku akan melaksanakan apa yang kujanjikan kepadamu demi TUHAN, Allah Israel, dengan sumpah ini: Anakmu Salomo akan menjadi raja sesudah aku, dan dialah yang akan duduk di atas takhtaku menggantikan aku.”

Lalu Batsyeba berlutut dengan mukanya sampai ke tanah; ia sujud menyembah kepada raja dan berkata: “Hidup tuanku raja Daud untuk selama-lamanya!”

Lagi kata raja Daud: “Panggillah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada.” Mereka masuk menghadap raja,

dan raja berkata kepada mereka: “Bawalah para pegawai tuanmu ini, naikkan anakku Salomo ke atas bagal betina kendaraanku sendiri, dan bawa dia ke Gihon.

Imam Zadok dan nabi Natan harus mengurapi dia di sana menjadi raja atas Israel; kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: Hidup raja Salomo!

Sesudah itu kamu berjalan pulang dengan mengiring dia; lalu ia akan masuk dan duduk di atas takhtaku, sebab dialah yang harus naik takhta menggantikan aku, dan dialah yang kutunjuk menjadi raja atas Israel dan Yehuda.”

Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud.

Dan Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun.

Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kokoh.

.

renungan harian hari ini

Setelah orang Israel keluar dari Mesir, mereka tiba di padang gurun dan berkemah di depan Gunung Sinai. Kemudian, Tuhan bertemu dengan Musa dalam bentuk awan yang tebal agar bangsa Israel bisa mendengar Dia dan agar mereka percaya kepada Musa.

Maka, bersabdalah Tuhan kepada Musa, “Pergilah kepada bangsa itu, suruhlah mereka menguduskan diri pada hari ini dan besok dan mereka harus mencuci pakaiannya.” Pada hari ketiga, Allah turun ke atas Gunung Sinai disertai suara gemuruh menggelegar, menggetarkan kemah dan menakutkan bangsa Israel.

Musa membawa mereka keluar dari perkemahan untuk bertemu dan mendengar Allah. Intinya, sebelum berjumpa dengan Tuhan, orang Israel harus bertobat dan membersihkan diri sehingga mereka layak mendengarkan suara Tuhan.

Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara dengan perumpamaan di depan publik, tetapi Dia memberikan penjelasan lebih kepada para murid-Nya. Karena itu, siapa yang terbuka hatinya akan mengerti dan memahami apa yang dikehendaki Tuhan. Sebaliknya, mereka yang hatinya tertutup tidak dapat menerima apa pun.

Itulah sebabnya, “Aku mengajar mereka dengan perumpamaan, karena biarpun melihat, mereka tidak tahu, dan biarpun mendengar, mereka tidak menangkap dan tidak mengerti.” Intinya, orang yang rendah hati dan hatinya terbuka mampu menangkap dan mengerti ajaran Tuhan.

.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan membuka hati kita dalam doa. Semoga Sabda Tuhan hari ini menumbuhkan dalam diri kita semangat pertobatan dan kerinduan untuk mendengarkan suara-Nya dengan hati yang bersih dan rendah hati.

Tuhan, betapa sering suara kebenaran diabaikan hanya karena hati ini terlalu sibuk dengan kekhawatiran, ego, atau prasangka. Bimbinglah kami untuk memiliki keberanian seperti Musa yang memimpin umat untuk keluar dari kenyamanan semu dan berdiri di hadapan kekudusan-Mu meski dengan gemetar. Kiranya kami pun mampu mengajak sesama untuk kembali kepada cahaya dan kebenaran.

Keterbukaan hati adalah anugerah yang harus dipelihara setiap hari, seperti pakaian yang dicuci bersih sebelum dipakai menghadap hadirat-Mu. Ajarlah kami, ya Tuhan, untuk merawat hidup rohani kami dengan kesetiaan dan kerendahan hati, agar mampu menangkap suara-Mu di tengah hiruk pikuk dunia ini.

Kami ingin seperti para murid, tinggal dekat dengan-Mu dan menerima penjelasan kasih-Mu secara pribadi. Jangan biarkan hati kami menjadi keras atau tertutup oleh kesombongan dan rutinitas, tetapi jadikanlah hidup kami ladang subur bagi perjumpaan dengan-Mu. Amin.

.

Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami agar kami mampu melihat dan mendengar kehadiran-Mu dalam diri sesama kami dan dalam diri kami sendiri. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 23 Juli 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 8   +   7   =