Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Agustus 2025

Renungan Harian Hari Ini 28 Agustus 2025, Bacaan Injil Matius 24:42-51 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tes. 3:7-13; Mazmur: 90:3-4.12-13.14.17; PEKAN BIASA XXI Pw St.Agustinus, UskPujG (P); St.Hermes, Mrt.;

maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.

Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.

Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?

Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.

Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu.

Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu.

Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

.

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”

Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Kembalilah, ya TUHAN?berapa lama lagi? ?dan sayangilah hamba-hamba-Mu!

Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.

Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

.

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:

Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,

maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,

dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

.

Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.

Hormatilah ayahmu dan ibumu?ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:

supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus,

jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah,

dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

.

renungan harian hari ini

Yesus mengakhiri pengajaran-Nya mengenai berjaga-jaga dan kewaspadaan dengan perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat. Tuan yang pulang ke rumah tanpa diduga dari perjalanan jauh memberikan hadiah kepada hamba karena kesetiaannya kepada tuannya.

Hamba itu telah melakukan pekerjaan dengan taat dan melakukan semua yang diminta oleh tuannya. Sementara itu, tuan yang sama menghukum hamba lainnya yang berperilaku jahat. Sebab hamba ini bukan hanya tidak bertanggung jawab, ia juga sering melalaikan pekerjaannya dan menghabiskan uang tuannya dengan berpesta pora.

Bahkan, hamba yang jahat ini juga sering menyiksa teman-temannya dengan kekerasan – mungkin agar mereka mau melakukan pekerjaan yang seharusnya dia lakukan untuk tuannya.

Dalam hidup kita, kita dapat berlaku seperti hamba yang baik atau hamba yang jahat. Selama hidup, kita bisa memilih untuk setia pada tugas dan tanggung jawab kita, tetapi juga bisa memilih untuk tidak peduli serta lebih mementingkan dan mencari keuntungan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain. Pilihan ada di tangan kita masing-masing.

Namun, penting dingat, akan ada waktunya Tuhan memanggil kita dan meminta pertanggungjawaban atas penggunaan waktu saat kita hidup. Pada saat itu, kita akan memperoleh ganjaran atau hukuman dari apa yang kita lakukan.

Penghakiman Tuhan adalah kabar baik bagi mereka yang setia dalam hidup mereka dan kabar buruk bagi mereka yang melalaikan tanggung jawab dalam hidup mereka. Apakah kita termasuk seorang hamba yang setia dan taat? Ataukah hamba yang jahat?

.

Ibu, Bapak, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan doa. Supaya sabda Tuhan benar-benar berbuah, bawalah satu pesan sederhana dari renungan hari ini untuk direnungkan kembali sebelum tidur, lalu wujudkan dalam tindakan kecil yang nyata esok hari. Dengan begitu, iman kita tumbuh dalam kesetiaan sehari-hari.

Ya Tuhan, kesetiaan seorang hamba setia menjadi teladan agar kami pun hidup dengan tanggung jawab dalam tugas-tugas kecil maupun besar. Jangan biarkan hati kami lengah atau sibuk mengejar kesenangan yang fana, melainkan mampukan kami setia di hadapan-Mu, hingga akhirnya kami pantas menerima sukacita surgawi.

Kami sadar bahwa hidup ini adalah anugerah yang juga mengandung tanggung jawab. Banyak kali kami tergoda untuk bersikap seperti hamba yang lalai, menyia-nyiakan waktu, dan melupakan kewajiban. Ampunilah kelemahan kami, dan tuntunlah langkah kami agar tetap berjalan dalam jalan kebaikan, kejujuran, dan kasih.

Hari penghakiman adalah kenyataan yang harus kami siapkan sejak sekarang. Jadikanlah hati kami selalu waspada, penuh pengharapan, dan berani mempersembahkan hidup bagi sesama. Semoga dalam setiap keputusan, kami senantiasa memilih setia kepada Kristus, Sang Guru dan Tuan yang kami layani dengan segenap hidup. Amin.

.

Tuhan, kuatkanlah kami dalam iman, teguhkanlah kami dalam pengharapan, dan topanglah kami dalam kasih. Ingatkanlah kami agar selalu berjaga-jaga menantikan kedatangan-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 27 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 8   +   6   =