Renungan Harian Hari Ini 28 Juni 2025, Bacaan Injil Lukas 2:41-51 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Yes. 61:9-11; Mazmur: 1Sam 2:4-5,6-7,3abcd; R:1a; PEKAN BIASA XII Pw Hati Tak Bernoda SP Maria (P);
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Juni 2025
Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati TUHAN.
Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.
Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Juni 2025
Lalu berdoalah Hana, katanya: “Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu.
Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan.
Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu.
TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana.
TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga.
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 28 Juni 2025
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”
Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Juni 2025
Dan perkataan Samuel sampai ke seluruh Israel. (4-1b) Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek.
Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu.
Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: “Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.”
Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.
Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar.
Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: “Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?” Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu,
ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka: “Allah mereka telah datang ke perkemahan itu,” dan mereka berkata: “Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu.
Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun.
Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!”
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Juni 2025
Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki.
Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
Seorang dari suku Benyamin lari dari barisan pertempuran dan pada hari itu juga ia sampai ke Silo dengan pakaian terkoyak-koyak dan dengan tanah di kepalanya.
Ketika ia sampai, Eli sedang duduk di kursi di tepi jalan menunggu-nunggu, sebab hatinya berdebar-debar karena tabut Allah itu. Dan ketika orang itu masuk ke kota dan menceritakan kabar itu, berteriaklah seluruh kota itu.
Ketika Eli mendengar bunyi teriakan itu, bertanyalah ia: “Keributan apakah itu?” Lalu bersegeralah orang itu mendapatkan Eli dan memberitahukannya kepadanya.
Eli sudah sembilan puluh delapan tahun umurnya dan matanya sudah bular, sehingga ia tidak dapat melihat lagi.
Kata orang itu kepada Eli: “Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran.” Kata Eli: “Bagaimana keadaannya, anakku?”
Jawab pembawa kabar itu: “Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas.”
Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Juni 2025
Maria berdiri di samping Putranya sepanjang hidupnya, berbagi kegembiraan, kesedihan, dan akhirnya pengorbanan-Nya di kayu salib. Meskipun ia sendiri tidak sepenuhnya mengerti apa sebenarnya yang sedang terjadi, Maria berusaha menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya, menunjukkan kesediaannya merenungkan dan memahami kehendak Allah.
Kesetiaan Maria terhadap kehendak Allah merupakan contoh yang menginspirasi kita semua. Maka, seperti Maria, kita juga dipanggil untuk menyimpan segala perkara di dalam hati kita. Ketika kita membuka hati kita untuk memahami kehendak Allah dan menghayati Firman-Nya, kita akan lebih mampu menjalani hidup dengan penuh arti dan tujuan.
Jangan sampai hati kita justru disi dengan kebencian dan perasaan negatif sebab itu hanya akan merusak kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup kita. Sebaliknya, penting bagi kita untuk memelihara hati yang penuh kasih dan damai, yang dipenuhi dengan cinta, pengampunan, dan kerendahan hati.
Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria, yang kita peringati hari ini, mengajarkan kepada kita tentang pentingnya menyerahkan diri sepenuhnya kepada rencana Allah. Walaupun dalam hidup ini kita merencanakan banyak hal, pada akhirnya rencana Tuhanlah yang akan terjadi.
Sebab itu, kita percayakan hidup kita kepada Tuhan dan berserah sepenuhnya kepada-Nya, mengetahui bahwa rencana-Nya jauh lebih baik daripada apa pun yang dapat kita rencanakan sendiri. Ketika kita menyerahkan hidup kita kepada Tuhan dan mengikuti kehendak-Nya, kita dapat memiliki keyakinan bahwa Dia akan memimpin dan memelihara kita.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Juni 2025
Marilah kita menutup permenungan hari ini dengan hati yang tenang dan penuh syukur, seraya memohon rahmat agar kita mampu meneladan Hati Tak Bernoda Maria yang senantiasa setia pada kehendak Allah, sekalipun di tengah misteri dan penderitaan hidup.
Ya Bunda Maria, ajarilah kami untuk menyimpan segala perkara dalam hati kami seperti engkau. Di saat kami tidak mengerti jalan hidup kami, semoga kami tetap berserah dan percaya bahwa Allah sedang berkarya. Buatlah hati kami lembut, tenang, dan siap mendengarkan suara-Nya setiap hari.
Tuntunlah kami agar tidak membiarkan hati kami dipenuhi dengan kepahitan, kemarahan, atau kebencian. Curahkan Roh Kudus-Mu atas kami, agar hati kami menjadi tanah subur bagi kasih, pengampunan, dan damai sejahtera yang sejati, seperti hati Bunda Maria yang senantiasa mencintai dan melayani.
Kami ingin menaruh seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu, seperti Maria yang mempercayakan seluruh dirinya pada rencana-Mu. Mampukanlah kami untuk berjalan seturut kehendak-Mu, dengan hati yang terbuka, penuh harap, dan taat. Amin.
.
Ya Tuhan, melalui perantaraan Santa Perawan Maria, bimbinglah kami dalam setiap langkah hidup kami. Jadikanlah kami saksi kasih-Mu kepada dunia ini. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 27 Juni 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





