Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 28 September 2025, Pembacaan Injil Lukas 16:19-31 (baca Alkitab – klik disini)

Pembacaan I: Amos 6:1a.4-7; Mazmur: 146:7.8-9a.9bc10; R:1b; Pembacaan II: 1Tim. 6:11-16; O Pekan II PEKAN BIASA XXVI (H) St.Wenseslaus; Sta.Eustakia; St.Laurensius Ruiz; Yakobus Kyushei Tomonaga, dan Dominikus lbanez (Martir dr Jepang);

“Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang!

yang berbaring di tempat tidur dari gading dan duduk berjuntai di ranjang; yang memakan anak-anak domba dari kumpulan kambing domba dan anak-anak lembu dari tengah-tengah kawanan binatang yang tambun;

dan yang bernyanyi-nyanyi mendengar bunyi gambus, dan seperti Daud menciptakan bunyi-bunyian bagi dirinya;

yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf!

Sebab itu sekarang, mereka akan pergi sebagai orang buangan di kepala barisan, dan berlalulah keriuhan pesta orang-orang yang duduk berjuntai itu.”

.

yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung,

dan TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar.

TUHAN menjaga orang-orang asing, anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya.

TUHAN itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun! Haleluya!

.

Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Di hadapan Allah yang memberikan hidup kepada segala sesuatu dan di hadapan Kristus Yesus yang telah mengikrarkan ikrar yang benar itu juga di muka Pontius Pilatus, kuserukan kepadamu:

Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya,

yaitu saat yang akan ditentukan oleh Penguasa yang satu-satunya dan yang penuh bahagia, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin.

.

“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.

Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,

dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.

Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 28 September 2025

Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,

sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.

Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.

Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.

Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

.

Kataku: Baiklah dengar, hai para kepala di Yakub, dan hai para pemimpin kaum Israel! Bukankah selayaknya kamu mengetahui keadilan,

hai kamu yang membenci kebaikan dan yang mencintai kejahatan? Mereka merobek kulit dari tubuh bangsaku dan daging dari tulang-tulangnya;

juga mereka memakan daging bangsaku, dan mengupas kulit dari tubuhnya; mereka meremukkan tulang-tulangnya, dan mencincangnya seperti daging dalam kuali, seperti potongan-potongan daging di dalam belanga.

Dan mereka sendirilah nanti akan berseru-seru kepada TUHAN, tetapi Ia tidak akan menjawab mereka; Ia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka pada waktu itu, sebab jahat perbuatan-perbuatan mereka.

Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang.

Sebab itu hari akan menjadi malam bagimu tanpa penglihatan, dan menjadi gelap bagimu tanpa tenungan. Matahari akan terbenam bagi para nabi itu, dan hari menjadi hitam suram bagi mereka.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 28 September 2025

Para pelihat akan mendapat malu dan tukang-tukang tenung akan tersipu-sipu; mereka sekalian akan menutupi mukanya, sebab tidak ada jawab dari pada Allah.

Tetapi aku ini penuh dengan kekuatan, dengan Roh TUHAN, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub pelanggarannya dan kepada Israel dosanya.

Baiklah dengarkan ini, hai para kepala kaum Yakub, dan para pemimpin kaum Israel! Hai kamu yang muak terhadap keadilan dan yang membengkokkan segala yang lurus,

hai kamu yang mendirikan Sion dengan darah dan Yerusalem dengan kelaliman!

Para kepalanya memutuskan hukum karena suap, dan para imamnya memberi pengajaran karena bayaran, para nabinya menenung karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata: “Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita! Tidak akan datang malapetaka menimpa kita!”

Sebab itu oleh karena kamu maka Sion akan dibajak seperti ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing, dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.

.

renungan harian hari ini

Melalui perumpamaan Lazarus dan orang kaya, kita dapat menangkap satu pelajaran berharga tentang dosa menutup mata terhadap penderitaan orang lain. Tidak ada salahnya orang menjadi kaya, berpakaian bagus, tiap hari bersukaria dalam kemewahan karena itu adalah tanda berkat Tuhan.

Akan tetapi, kalau sampai ia menutup hati dari belas kasih maka hidupnya tidak berkenan di hadapan Allah. Orang miskin seperti Lazarus hanya membutuhkan makanan karena ia lapar dan ingin memulihkan kesehatannya; tidak lebih dari itu.

Setiap hari merupakan kesempatan bagi kita untuk membiarkan hati kita disentuh oleh penderitaan orang lain. Dalam situasi dewasa ini, apakah kita rela dan mau menjadikan rumah kita sebagai tempat penanpungan sementara bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana?

Apakah kita yang mampu menyekolahkan anak ke luar negeri dan makan di restoran dengan harga mahal masih dapat menutup mata terhadap tetangga kita yang anaknya tidak mampu sekolah dan makan hanya sekali dalam sehari?

Dan apakah kita yang mempunyai mobil dan waktu, tega membiarkan tetangga kita sakit dan tidak dapat pergi berobat ke klinik, puskesmas, atau rumah sakit? Apakah kita yang mempunyai waktu, dana, dan tempat berteduh, tidak mau keluar mengajari anak-anak tetangga kita yang tidak mampu?

Yang kita lakukan adalah pergi ke luar atau setidaknya menengok sebentar apa yang terjadi di luar pagar rumah kita. Penderitaan orang lain mengajarkan kepada kita tentang nilai hidup: Kita tidak perlu mengistimewakan mereka supaya bisa merasakan seperti yang kita rasakan.

Kita cukup memberikan apa yang mereka butuhkan bagi hidup mereka. Kita juga tidak akan mampu mengatasi semua penderitaan orang. Pada suatu saat, kita hanya akan mampu ada bersamanya. Menemani dia saja sudah cukup baginya.

Hidup di dunia ini cuma sementara, yang kekal adalah hidup di alam baka. Namun, tetap saja tidak sedikit dari kita yang menghabiskan seluruh energi untuk meraih kemuliaan dan kemenangan fana.

Kita berusaha mendapatkan dan mereguk kenikmatan semaksimal mungkin, membangun monumen-monumen kebanggaan diri seturut ukuran dunia, entah itu kesuksesan, kekayaan, pangkat, kuasa, kehormatan, atau reputasi.

Itulah masalah yang dialami orang kaya yang disampaikan dalam Injil hari ini. Ia tidak memberi ruang kepada Tuhan dan orang lain dalam hidupnya. Semua itu karena ia asyik dengan dunianya sendiri dan sudah merasa nyaman hidup demikian.

Kisah orang kaya dalam Injil mengingatkan kita untuk beranjak keluar dari penjara ego serta membuka hati dan budi kepada Tuhan dan sesama. Kita hendaknya menghayati keyakinan bahwa hidup yang sementara ini hanyalah kesempatan bagi kita untuk berbuat kasih dan kebaikan sebagai bekal memasuki kehidupan abadi di surga.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan kerendahan hati. Injil hari ini mengingatkan kita agar tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama. Semoga hati kita senantiasa dibuka dan digerakkan untuk peduli. Renungan ini akan lebih mengendap bila kita mendoakannya dalam doa pribadi setiap hari.

Bapa sumber kasih, kami bersyukur atas firman yang mengingatkan kami akan tanggung jawab untuk peduli. Ampunilah kelemahan kami yang sering lebih sibuk dengan diri sendiri. Semoga hati ini Kau bentuk menjadi tanah yang subur, tempat belas kasih tumbuh, dan tempat kebaikan berbuah bagi sesama.

Kiranya setiap langkah hidup kami menjadi kesaksian nyata bahwa kasih lebih berharga daripada harta, nama baik, atau kenyamanan diri. Ajarlah kami untuk rela keluar dari pagar ego, menengok penderitaan orang lain, dan hadir mendampingi mereka, meskipun dengan sederhana.

Semoga melalui kebersamaan yang penuh kasih, kami dimampukan menjadi tanda kehadiran-Mu di tengah dunia. Bimbinglah hati kami agar terus berjuang bukan demi kemuliaan fana, melainkan demi kehidupan abadi yang Kausediakan bagi orang yang setia. Demi Kristus, Tuhan dan Penebus kami. Amin.

.

Ya Bapa, mampukanlah kami untuk selalu bertindak benar dan baik dengan harta dan kekayaan yang kami miliki demi membantu orang lain dan membangun persaudaraan yang baik sesuai kehendak-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 27 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 5   +   2   =