Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 29 Juni 2025 (HR Santo Petrus & Paulus)

Renungan Harian Hari Ini 29 Juni 2025, Pembacaan Injil Matius 16:13-19 (baca Alkitab – klik disini)

Pembacaan I: Kis. 12:1-11; Mazmur: 34:2-3,4-5,6-7,8-9 R:5b; Pembacaan II: Tim. 4:6-8,17-18; O PEKAN I PEKAN BIASA XII HR ST.PETRUS DAN PAULUS, RASUL (M);

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.

Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.

Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.

Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.

Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.

Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.

Lalu kata malaikat itu kepadanya: “Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!” Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: “Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!”

Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.

Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: “Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”

.

(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

(34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

(34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

(34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

(34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

(34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

(34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

(34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

.

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

.

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

.

Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.

Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.

Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.

Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 29 Juni 2025

Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.

Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.

Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga.

Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi?dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang?,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha.

Tetapi kendatipun Titus, yang bersama-sama dengan aku, adalah seorang Yunani, namun ia tidak dipaksa untuk menyunatkan dirinya.

Memang ada desakan dari saudara-saudara palsu yang menyusup masuk, yaitu mereka yang menyelundup ke dalam untuk menghadang kebebasan kita yang kita miliki di dalam Kristus Yesus, supaya dengan jalan itu mereka dapat memperhambakan kita.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 29 Juni 2025

Tetapi sesaatpun kami tidak mau mundur dan tunduk kepada mereka, agar kebenaran Injil dapat tinggal tetap pada kamu.

Dan mengenai mereka yang dianggap terpandang itu?bagaimana kedudukan mereka dahulu, itu tidak penting bagiku, sebab Allah tidak memandang muka?bagaimanapun juga, mereka yang terpandang itu tidak memaksakan sesuatu yang lain kepadaku.

Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat

karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.

Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.

.

renungan harian hari ini

Hari ini kita merayakan Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, dua pilar Gereja perdana. Petrus, nelayan yang kemudian berubah menjadi rasul, dipilih oleh Yesus untuk menjadi batu yang di atasnya la mendirikan Gereja-Nya.

Paulus, di sisi lain, adalah seorang penganiaya terhadap orang-orang Kristen, yang kemudian menjadi pewarta yang penuh semangat, setelah dia bertemu dengan Kristus yang telah bangkit di jalan menuju Damsyik.

Meskipun ada perbedaan latar belakang dan kepribadian di antara keduanya, Petrus dan Paulus berbagi misi yang sama, yakni memberitakan kabar baik tentang Yesus Kristus.

Dalam suratnya kepada Timotius, Paulus meyakini bahwa Allah akan melindungi dan menyelamatkannya dari segala kejahatan. Dia juga percaya bahwa mahkota kehidupan telah disiapkan baginya di surga, menegaskan harapannya yang kuat pada janji Allah.

“Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.”

Dalam Injil Matius, Yesus memberikan kepada Petrus kunci Kerajaan Surga, menegaskan peran pentingnya dalam membangun Gereja-Nya di atas iman yang kokoh. Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di bumi akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di bumi akan terlepas di surga.”

Maka, sama seperti Paulus yang mempertahankan imannya hingga akhir hayatnya, dan Petrus yang diberikan kunci Kerajaan Surga, kita pun dipanggil untuk mempertahankan iman kita dalam segala situasi, sehingga kita dapat menjadi saksi yang setia dan terus-menerus membangun Kerajaan Allah di bumi. Sanggupkah kita menerima tugas dan tanggung jawab ini?

.

Marilah kita menutup permenungan kita hari ini dengan hati yang penuh syukur dan tekad baru, seraya memohon kekuatan seperti yang dimiliki oleh Santo Petrus dan Paulus, agar kita pun mampu menjadi saksi iman yang berani dan setia di tengah dunia yang penuh tantangan ini.

Ajarlah kami untuk memiliki kerendahan hati seperti Petrus, yang meski pernah menyangkal-Mu, tetap Kau percayai untuk menggembalakan umat-Mu. Berikanlah kepada kami iman yang kokoh dan kesetiaan yang tidak goyah, agar hidup kami menjadi dasar yang kuat bagi pewartaan kasih-Mu.

Berikanlah semangat seperti yang Engkau tanamkan dalam diri Paulus—yang dulu menentang namun kemudian Kau ubah menjadi pewarta yang berani. Biarlah kami juga Kau ubah dari dalam, agar hidup kami memuliakan-Mu dan menjadi saluran berkat bagi sesama.

Berkatilah Gereja-Mu agar tetap setia pada kebenaran Injil seperti dua rasul agung yang kami kenangkan hari ini. Semoga dengan teladan hidup mereka, kami tidak ragu untuk mengemban misi-Mu dan memperjuangkan keselamatan jiwa-jiwa, demi kemuliaan nama-Mu kini dan sepanjang masa. Amin.

.

Ya Tuhan, berikanlah kami kebijaksanaan untuk membangun Kerajaan-Mu di bumi, seperti yang telah dicontohkan oleh Santo Petrus dan Paulus. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 28 Juni 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 8   +   6   =