Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 29 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 29 September 2025, Bacaan Injil Yohanes 1:47-51 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Dan 7:9-10.13-14 atau Why 12:7-12a; Mazmur: 138:1-2a.2bc-3,4-5; R:1b; PEKAN BIASA XXVI Pesta St. Mikael, Gabriel, dan Rafael, Malaikat Agung (P); St.Siriakus; Sta.Theodota dr Philippopolis;

Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
 
suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
 
Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

ATAU

Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
 
tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
 
Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
 
Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
 
Dan karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! Juga karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

.

Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu.
 
Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
 
Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.
 
Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu;
 
mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN.

.

Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”
 
Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”
 
Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”
 
Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.”
 
Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

.

Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
 
Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
 
Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
 
Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.
 
Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
 
Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
 
tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
 
Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 29 September 2025

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
 
Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
 
Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! Dan karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
 
Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
 
Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
 
Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
 
Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
 
Dan ia tinggal berdiri di pantai laut.

.

renungan harian hari ini

Malaikat – angelos berarti utusan. Mereka adalah ciptaan rohani yang melayani, memuliakan dan membawa pesan Allah bagi manusia. Jumlah malaikat ada banyak.

Ada tingkatan dan nama-nama yang disebutkan dalam kitab Suci: serafin, kerubim, tronos-denomaciones, virtudes dan potestades, principados, malaikat agung, dan malaikat. Malaikat Agung menyampaikan pesan Allah (Gabriel), menunjukan kuasa Allah yang menang atas kuasa kegelapan (Mikael), dan menyembuhkan yang sakit (Rafael).

Pesta Malaikat Agung mengingatkan kita bahwa Allah selalu mengomunikasikan rencana dan kehendak-Nya kepada kita, menguatkan kita mengalahkan rintangan dan tantangan hidup: serta menolong dan mengobati kita ketika kita jatuh dan terluka dalam perjalanan melaksanakan kehendak-Nya.

Sama seperti mereka hadir dan mendampingi orang-orang kudus dalam Kitab Suci, demikian juga saat ini, para malaikat tidak berhenti mendampingi kita dalam menjalankan kehendak Allah atas kita.

Walaupun kita tidak melihat malaikat karena malaikat adalah makhluk rohani, kehadiran mereka dapat kita rasakan dalam pengalaman iman kita. Merekalah yang membuat pesan-pesan Allah sampai kepada kita. Dan merekalah yang menjaga kita dan bersama kita mengalahkan kuasa-kuasa kegelapan. Merekalah yang menolong dan menyembuhkan kita dari segala sakit dan kelemahan kita.

.

Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan tentang para Malaikat Agung dengan doa syukur. Supaya renungan ini sungguh mengendap di hati, bawalah pulang pesan ini dalam doa pribadi, ulangi dalam hening, dan renungkan kembali saat menghadapi pergumulan hidup sehari-hari.

Bapa, mereka yang diutus dari surga adalah tanda bahwa kami tidak pernah berjalan sendirian. Dalam kelemahan manusiawi, kami ditopang oleh kuasa ilahi yang bekerja lewat para malaikat. Melalui kehadiran mereka, kami diajak untuk semakin berani melangkah dalam iman dan kasih, tanpa gentar menghadapi kegelapan hidup.

Betapa indahnya menyadari bahwa perlindungan dan bimbingan senantiasa diberikan kepada kami. Keterbatasan tidak menghalangi kami untuk menjadi saksi kasih, sebab selalu ada pertolongan yang lembut menyentuh dan menguatkan kami. Kami yakin inilah cara mengkomunikasikan kehendak-Mu melalui para malaikat yang setia mendampingi.

Ya Allah yang penuh kasih, terima kasih atas para Malaikat Agung yang Engkau utus untuk melindungi, membimbing, dan menyembuhkan kami. Semoga hati kami selalu terbuka menerima pesan kasih-Mu, berani melawan kuasa kegelapan, dan setia berjalan menuju keselamatan abadi. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

.

Ya Bapa, ajarilah kami untuk semakin peka menangkap kehadiran utusan-utusan-Mu yang menyampaikan rencana-Mu dan memampukan kami untuk melaksanakan kehendak-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 28 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 9   +   3   =