Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 30 Mei 2025

Renungan Harian Hari Ini 30 Mei 2025, Bacaan Injil Yohanes 16:20-23a (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kis. 18:9-18; Mazmur: 47:2-3,4-5,6-7; R: 8a; PEKAN PASKAH VI (P) B.Marta Wieka; Sta.Baptista Varani; B.Yakobus Filipus Bertonius;

Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!

Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”

Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.

Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan.

Kata mereka: “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat.”

Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: “Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu,

tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.”

Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan.

Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.

Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia.

.

(47-3) Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.

(47-4) Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,

(47-5) Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Sela

(47-6) Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.

(47-7) Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!

(47-8) Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!

.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.

Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.

Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.

Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

.

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.

Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

.

renungan harian hari ini

Kita sering mendengar ungkapan atau bahkan kita yang mengungkapkannya bahwa selalu ada pelangi sehabis hujan: tidak ada kemenangan tanpa perjuangan; tidak ada Paskah tanpa Jumat Agung: dan lain-lain.

Hari ini, kita mendengar ungkapan senada dari Yesus: Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita (Yoh. 16:20). Yesus melukiskan ungkapan itu seperti seorang wanita yang bersalin, yang bersusah payah melahirkan tetapi kemudian bergembira karena bayinya lahir.

Lantas, apa jaminan kegembiraan kita sebagai orang Kristen? Jawabannya tidak lain: Yesus sendiri. la telah menjadi sama seperti kita, kecuali dalam hal dosa. Bahkan, la memilih jalan paling hina, yakni rela menderita dan wafat di salib. Akan tetapi, kemudian, Dia bangkit dengan jaya.

Air mata sedih Jumat Agung berubah menjadi tawa bahagia pada hari Paskah. Yakni Tuhan bangkit dan kita pun dibangkitkan bersama Dia dari keterpurukan, kegundahan, kelemahan, dan kelalaian hidup kita. Kepada kita, Yesus mengatakan, “Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yoh. 16:24).

Karena itu, sebagai orang Kristen, kita tidak perlu takut dengan salib kehidupan kita. Kita mesti merengkuh salib kehidupan kita, karena tidak ada kebangkitan tanpa salib.

.

Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur karena Engkau telah mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus, yang rela menempuh jalan salib demi keselamatan kami. Engkau tidak menjanjikan hidup tanpa air mata, tetapi Engkau menjanjikan sukacita sejati setelah penderitaan kami. Ajarilah kami untuk percaya, bahwa dalam setiap duka, Engkau sedang mempersiapkan kegembiraan yang lebih besar.

Engkaulah jaminan sukacita kami. Engkau telah menang atas maut dan membangkitkan harapan dalam hati kami. Berilah kami hati yang tabah untuk memikul salib setiap hari, serta mata iman yang mampu melihat pelangi di balik hujan kehidupan. Jadikanlah kami pribadi yang tetap setia, walau harus berjalan dalam gelapnya malam iman kami.

Roh Kudus, datanglah dan hiburlah hati kami yang letih dan takut. Ubahlah dukacita kami menjadi kekuatan, kegagalan kami menjadi pelajaran, dan penderitaan kami menjadi jalan untuk memuliakan Allah. Semoga dalam setiap langkah, kami semakin menyerupai Kristus, dan suatu saat, menikmati sukacita penuh bersama-Mu di surga. Amin.

.

Tuhan Yesus, Engkaulah jaminan sukacita kami. Kami ingin selalu bersama Engkau. Karena itu, teguhkanlah iman, harapan, dan kasih kami kepada-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 29 Mei 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 7   +   9   =