Renungan Harian Hari Ini 31 Agustus 2025, Pembacaan Injil Lukas 14:1.7-14 (baca Alkitab – klik disini)
Pembacaan I: Sir. 3:17-18.20.28-29; Mazmur:68:4-5ac.6-7ab.10-11; R:11b; Pembacaan II: Ibr. 12:18-19.22-24a; O Pekan II PEKAN BIASA XXII (H); St.Raymundus Nonnatus Andreas dari Borgo Sansepolcro Biaraw.;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian dan Injil 31 Agustus 2025
Lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, ya anakku, maka engkau akan lebih disayangi dari pada orang yang ramah-tamah.
Makin besar engkau, makin patut kaurendahkan dirimu, supaya kaudapat karunia di hadapan Tuhan.
Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh yang hina-dina la dihormati.
Kemalangan tidak menyembuhkan orang sombong, sebab tumbuhan keburukan berakar di dalam dirinya.
Hati yang arif merenungkan amsal, dan telinga pendengar merupakan idaman orang bijak.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 31 Agustus 2025
(68-5) Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!
(68-6) Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;
(68-7) Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.
(68-8) Ya Allah, ketika Engkau maju berperang di depan umat-Mu, ketika Engkau melangkah di padang belantara, Sela
(68-11) sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah.
(68-12) Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar:
.
BACAAN II – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 31 Agustus 2025
Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai,
kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka,
Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,
dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 31 Agustus 2025
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama.
Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
“Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,
supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah.
Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”
Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya.
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 31 Agustus 2025
Dalam tahun kedua zaman Yoas bin Yoahas, raja Israel, Amazia, anak Yoas raja Yehuda menjadi raja.
Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yoadan, dari Yerusalem.
Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya bukan seperti Daud, bapa leluhurnya. Ia berbuat tepat seperti yang diperbuat Yoas, ayahnya.
Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan. Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu.
Segera sesudah kuasa kerajaan itu kokoh di tangannya, dibunuhnyalah pegawai-pegawainya yang telah membunuh raja, yaitu ayahnya.
Tetapi anak-anak para pembunuh itu tidak dihukum mati olehnya, seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: “Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya, melainkan setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.”
Ia mengalahkan Edom di Lembah Asin, sepuluh ribu orang banyaknya, dan merebut Sela dalam peperangan itu, lalu dinamainyalah kota itu Yokteel; begitulah sampai hari ini.
Pada waktu itu Amazia menyuruh utusan kepada Yoas bin Yoahas bin Yehu, raja Israel, mengatakan: “Mari kita mengadu tenaga!”
Tetapi Yoas, raja Israel, menyuruh orang kepada Amazia, raja Yehuda, mengatakan: “Rumput duri yang di gunung Libanon mengirim pesan kepada pohon aras yang di gunung Libanon, bunyinya: Berikanlah anakmu perempuan kepada anakku laki-laki menjadi isterinya. Tetapi binatang-binatang hutan yang ada di gunung Libanon itu berjalan lewat dari sana, lalu menginjak rumput duri itu.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 31 Agustus 2025
Memang engkau telah mengalahkan Edom, sebab itu engkau menjadi tinggi hati. Cukuplah bagimu mendapat kehormatan itu dan tinggallah di rumahmu. Untuk apa engkau menantang malapetaka, sehingga engkau jatuh dan Yehuda bersama-sama engkau?”
Tetapi Amazia tidak mau mendengarkan, sebab itu majulah Yoas, raja Israel, lalu mengadu tenagalah mereka, ia dan Amazia, raja Yehuda, di Bet-Semes yang termasuk wilayah Yehuda.
Yehuda terpukul kalah oleh Israel, sehingga masing-masing lari ke kemahnya.
Yoas, raja Israel menangkap Amazia, raja Yehuda, anak Yoas bin Ahazia, di Bet-Semes. Lalu Yoas masuk ke Yerusalem, dan membongkar tembok Yerusalem dari Pintu Gerbang Efraim sampai ke Pintu Gerbang Sudut, empat ratus hasta panjangnya.
Sesudah itu ia mengambil segala emas dan perak dan segala perkakas yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja, juga orang-orang sandera, kemudian pulanglah ia ke Samaria.
Selebihnya dari riwayat Yoas, apa yang dilakukannya dan kepahlawanannya dan bagaimana ia berperang melawan Amazia, raja Yehuda, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?
Kemudian Yoas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Samaria di samping raja-raja Israel. Maka Yerobeam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Amazia bin Yoas, raja Yehuda, masih hidup lima belas tahun lamanya sesudah matinya Yoas bin Yoahas, raja Israel.
Selebihnya dari riwayat Amazia, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda?
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Injil 31 Agustus 2025
Di Yerusalem orang mengadakan persepakatan melawan dia, sebab itu larilah ia ke Lakhis. Tetapi mereka menyuruh mengejar dia ke Lakhis, lalu dibunuhlah dia di sana.
Diangkutlah dia dengan kuda, lalu dikuburkan di Yerusalem di samping nenek moyangnya di kota Daud.
Segenap bangsa Yehuda mengambil Azarya, yang masih berumur enam belas tahun dan mengangkat dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia.
Ia memperkuat Elat dan mengembalikannya kepada Yehuda, sesudah raja mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya.
Dalam tahun kelima belas zaman Amazia bin Yoas, raja Yehuda, Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, menjadi raja di Samaria. Ia memerintah empat puluh satu tahun lamanya.
Dan Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Ia tidak menjauh dari segala dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.
Ia mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba sesuai dengan firman TUHAN, Allah Israel, yang telah diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, nabi Yunus bin Amitai dari Gat-Hefer.
Sebab TUHAN telah melihat betapa pahitnya kesengsaraan orang Israel itu: sudah habis lenyap baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya, dan tidak ada penolong bagi orang Israel.
Tetapi TUHAN tidak mengatakan bahwa Ia akan menghapuskan nama Israel dari kolong langit; jadi Ia menolong mereka dengan perantaraan Yerobeam bin Yoas.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Injil 31 Agustus 2025
Perumpamaan Yesus tentang para tamu yang diundang ke pesta perkawinan berbicara tentang mencari kehormatan dan kedudukan. Dengan perumpamaan ini, Yesus hendak mengajarkan supaya orang “tahu diri”, dan pertama-tama menempatkan diri pada posisi yang rendah.
Sebab apabila kita lebih dahulu memposisikan diri sebagai orang terhormat, penting, dan memiliki status tinggi, padahal ada yang lebih tinggi dari status dan kedudukan kita, kita sendiri yang akan malu.
Di dunia dewasa ini, hampir setiap hari orang berlomba-lomba untuk mendapatkan ketenaran, kekayaan, kekuasaan, dan status sosial. Mereka yang telah mencapai salah satu dari “pencapaian” ini biasanya dijunjung tinggi.
Namun, Yesus membalikkan pemikiran ini. Dia menasihatkan agar kita pertama-tama memilih tempat yang lebih rendah daripada tempat yang lebih tinggi. Dengan demikian, kita tidak akan pernah merasa malu jika kita diminta untuk pindah ke tempat yang lebih rendah.
Dan mungkin saja pada saatnya kita justru akan diundang untuk menempati tempat yang lebih tinggi.
Renungan Harian Hari Ini dan Injil 31 Agustus 2025
Di dunia yang dibanjiri dengan media sosial, upaya untuk mencari ketenaran, pengakuan, dan popularitas semakin merajalela. Namun, ada banyak orang yang menjalani hidup mereka dengan tenang dan sederhana.
Mereka puas dengan Tuhan, keluarga, teman, dan gaya hidup yang sederhana. Ketenaran mungkin terlihat glamor. Namun, hampir setiap hari di koran, televisi, atau website, kita membaca dan mendengar kisah-kisah tentang bagaimana mereka yang terkenal dan glamor telah jatuh atau difitnah, dan sering kali itu disebabkan oleh kesalahan mereka sendiri.
Yesus mengajak kita untuk senantiasa bersyukur dan mensyukuri apa yang tampaknya “rendah, sederhana, dan terkecil”. Sering kali dalam anugerah-anugerah yang kecil, sederhana, dan tampaknya tidak penting dalam kehidupan kita sehari-hari,
kita dapat mengalami kasih, sukacita, kedamaian, kegembiraan, dan kepuasan hidup yang terbesar. Apakah kita sudah mampu merasakan kebahagiaan dan kedamaian ketika kita tidak menjadi populer, tidak memiliki posisi tinggi, dan tidak memperoleh pengakuan di mana-mana?
Apakah kita lebih memfokuskan diri pada pelayanan terhadap Allah dan sesama daripada mengejar status dan pengakuan yang tinggi?
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Injil 31 Agustus 2025
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, mari kita hening sejenak dan menutup permenungan dengan doa. Supaya sabda ini sungguh berakar, cobalah membawa pesan kerendahan hati ini dalam sikap sehari-hari, misalnya dengan belajar menerima tugas kecil dengan gembira, atau mendahulukan orang lain dalam hal-hal sederhana.
Bapa, rasa syukur kami naikkan atas anugerah sabda hari ini yang mengingatkan tentang kerendahan hati. Ajarlah kami untuk tidak mencari pujian atau pengakuan, tetapi membiarkan setiap langkah menjadi persembahan kasih yang nyata. Kiranya hati kami selalu tenang dalam kesederhanaan hidup.
Di tengah godaan dunia yang menjanjikan status, ketenaran, dan kekuasaan, sering kami tergoda untuk mengejar apa yang tampak mulia di mata manusia. Bimbinglah kami agar berani memilih jalan yang rendah hati, sederhana, dan tulus, meski terkadang jalan itu tidak dihargai oleh dunia.
Semoga Roh Kudus meneguhkan kami agar setiap pelayanan dilakukan dengan ikhlas. Jadikan kami umat yang puas dengan anugerah kecil sehari-hari, setia dalam pelayanan, dan siap menerima panggilan-Mu pada waktunya. Semua ini kami serahkan dalam nama Kristus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.
.
Tuhan, bebaskanlah kami dari tirani keegoisan, ketakutan, dan kesombongan. Tolonglah kami untuk menjadi rendah hati seperti Engkau rendah hati dan mengasihi dengan bebas dan murah hati semua orang yang Engkau panggil untuk kami layani. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 30 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





