Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 4 April 2025

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2025, Bacaan Injil Yohanes 7:1-2.10.25-30 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 2:1a.12-22; Mazmur: 34:17-18.19-20.21.23: R:19a; PEKAN PRAPASKAH IV (U); Pfak St.lsidorus dr Sevilla, UskPujG;

Karena angan-angannya tidak tepat maka berkatalah mereka satu sama lain: “Pendek dan menyedihkan hidup kita ini, dan pada akhir hidup manusia tidak ada obat mujarab; seseorang yang kembali dari dunia orang mati tidak dikenal.

Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita.

Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.

Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita.

Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.

Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.

Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.

Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.

Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.

Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka.

Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.

.

(34-18) Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.

(34-19) TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

(34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

(34-21) Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.

(34-22) Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.

.

Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.

Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.

Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam.

Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?

Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?

Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya.”

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.

Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.”

Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

.

Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.

Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.

Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.

Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki?tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku?.

Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.

Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” ?meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat?.

Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.

Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

.

renungan harian hari ini

Jika harus membuat daftar orang yang kita kenal, maka kita akan dengan cepat bisa membuatnya. Biasanya semakin dekat relasi, semakin sering bertemu membuat pengenalan kita semakin baik. Sebaliknya, jika relasi tidak dekat dan jarang berinteraksi, pengenalan pun akan terbatas.

Setelah berjalan keliling Galilea, Yesus ke Yerusalem untuk merayakan Hari Raya Pondok Daun. Perjalanan yang tidak mudah, karena di sana para pemuka Yahudi berusaha membunuh-Nya.

Pilihan yang penuh risiko. Kehadiran Yesus menimbulkan pertentangan. Pertentangan tentang Yesus adalah pertentangan tentang kebenaran. Apa yang dilihat, didengar, dialami dan persepsi tentangnya.

Orang yang pernah melihat Yesus melakukan berbagai mukjizat, mendengarnya berkhotbah dan mengajar, bahkan mungkin menjadi bagian dari yang mengalami mukjizat Yesus ternyata tidak serta-merta membuat mereka mengenal Yesus.

Pengenalan yang sejati berarti orang berubah oleh apa yang kita kenal. Hidup kita berubah setelah mengenal Yesus. Mengenal Yesus bukan hanya sebagai pengetahuan intelektual, melainkan mengenalnya dengan hati, meresapi ajaran-Nya, dan tekun melaksanakannya.

.

Tuhan Yesus, Engkau telah hadir di dunia untuk menyatakan kebenaran dan membawa keselamatan bagi kami. Namun sering kali, kami hanya mengenal-Mu sebatas kata-kata dan tidak benar-benar meresapi kehadiran-Mu dalam hidup kami.

Bukalah hati kami, ya Tuhan, agar kami semakin mengenal-Mu dengan lebih dalam, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai sumber kehidupan sejati. Bantulah kami untuk mendengarkan firman-Mu dengan penuh iman, memahami ajaran-Mu dengan hati yang terbuka, dan menghidupinya dalam keseharian kami.

Teguhkan langkah kami agar setiap hari kami semakin dekat dengan-Mu. Semoga pengenalan kami akan Engkau mengubah hidup kami, menjadikan kami saksi kasih dan kebenaran-Mu di dunia.

Kami percaya, Tuhan, bahwa siapa yang sungguh mengenal-Mu tidak akan pernah berjalan dalam kegelapan, melainkan akan hidup dalam terang kasih-Mu. Amin.

.

Tuhan Yesus, Engkau datang sebagai Mesias. Bantulah kami untuk semakin mengenal Engkau dan Bapa yang mengutus Engkau. Sinarilah budi dan hati kami agar kami tekun dan setia melaksanakan perintah-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 3 April 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 10   +   8   =