Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 5 April 2026

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2026, Pembacaan Injil Yohanes 20:1-9 (baca Alkitab – klik disini)

Pembacaan I: Kis. 10:34a.37-43; Mazmur: 118:1-2.16ab-17.22-23; Pembacaan II: Kol. 3:1-4 (1Kor. 5:6b-8); HARI RAYA PASKAH (P);

Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.

Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,
 
yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
 
Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib.
 
Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri,
 
bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.
 
Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.
 
Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”

.

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Biarlah Israel berkata: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!”

Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.

Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.

Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

.

Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
 
Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.
 
Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.
 
Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

.

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
 
Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”
 
Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.
 
Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.
 
Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.
 
Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,
 
sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
 
Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.
 
Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
 
Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
 
Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku.
 
Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda.”
 
Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka.
 
Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.
 
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
 
Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.
 
Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka — segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda — sampai ke tengah-tengah laut.

BACAAN OFISI (Jika Tidak Ikut Vigili Paskah) – Renungan Harian dan Injil 5 April 2026

Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu.
 
Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab TUHANlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir.”
 
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda.”
 
Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut.
 
Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorang pun tidak ada yang tinggal dari mereka.
 
Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.
 
Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut.
 
Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.

Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi:

“Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.

.

renungan harian hari ini

Tidak ada laporan bagaimana persisnya kebangkitan Yesus terjadi, dengan cara apa, kapan saatnya dan siapa-siapa yang pertama melihat peristiwa itu. Jalannya peristiwa kebangkitan akan tetap tersembunyi, hanya jejak-jejak peristiwa itulah yang dikenali.

Namun, ada pokok yang mendasari kepercayaan bahwa Yesus telah bangkit. Pertama, Dia tak ada di tempat Dia dimakamkan setelah diturunkan dari salib. Kedua, keyakinan orang-orang yang terdekat bahwa Dia tidak lagi berada di antara orang mati.

Amat besar peran kesaksian orang-orang yang datang mencari Dia yang tadinya wafat dan dimakamkan seperti disampaikan dalam Matius 28:1-10 (Malam Paskah): Yohanes 20:1-9 (Minggu Paskah pagi ); dan Lukas 24:13-35 (Minggu Paskah sore).

Makna kebangkitan dan harapan yang dihadirkan akan terus hidup jika sampai hari ini pun, keyakinan orang-orang Kristiani dan cinta pada Tuhan terus berkobar dan menggerakkan kita semua agar setia bergerak dan bersaksi.

Kebangkitanlah yang menjaga harapan kita karena Yesus tidak dikalahkan oleh maut. la hidup dan memberikan harapan kepada kita yang kerap kali pula diliputi kegelapan, kesukaran hidup, dan kesedihan.

Kebangkitan ini mengingatkan kita bahwa ikut Tuhan Yesus itu tidak selalu saat matahari terang benderang, saat pelangi bersinar, saat semua indah. Kadang-kadang, iman menuntut kita berjalan di tengah kegelapan, hujan, dan badai, tetapi kita tahu kita mempunyai Yesus yang bangkit, Sang Sumber Pengharapan.

Untuk merawat pengharapan itu, kita perlu mengingatnya dalam doa, dalam hidup, identitas, tugas, dan perutusan hidup kita. Ingatlah bahwa berkat kemurahan Tuhan, kita diselamatkan,

dan siap juga diutus untuk menceritakan kepada banyak orang tentang kebaikan hati-Nya. Mereka yang bisa tersenyum dan mengatakan Tuhan mengasihiku dan mengasihimu adalah peziarah-peziarah pengharapan.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, di penghujung permenungan ini, marilah kita berdiam sejenak dan meresapi harapan yang lahir dari kebangkitan. Meski peristiwa itu penuh misteri, jejak kasih-Nya nyata dalam hidup kita. Semoga hati kita terus digerakkan untuk percaya, berjalan, dan bersaksi sebagai peziarah harapan di tengah dunia.

Ya Yesus, dalam perjalanan iman yang kadang diliputi keraguan dan kegelapan, terangilah hati kami dengan cahaya kebangkitan-Mu. Teguhkanlah keyakinan kami agar tidak mudah goyah, sehingga kami tetap melangkah dengan penuh harapan meskipun tidak selalu memahami jalan yang harus kami tempuh.

Dalam setiap kesulitan dan beban hidup yang kami alami, kuatkanlah kami untuk tetap percaya bahwa kasih-Mu selalu bekerja. Bangkitkanlah semangat kami agar tidak terpuruk dalam keputusasaan, melainkan terus hidup sebagai pribadi yang membawa pengharapan bagi sesama.

Utuslah kami menjadi saksi-saksi kebangkitan dalam kehidupan sehari-hari. Biarlah kata, sikap, dan tindakan kami memancarkan kasih yang menghidupkan, sehingga semakin banyak orang merasakan bahwa harapan tidak pernah padam, karena hidup-Mu yang bangkit selalu menyertai perjalanan kami. Amin.

.

Ya Yesus, kami bersyukur karena Engkau telah wafat dan bangkit bagi kami. Mampukanlah kami untuk bangkit dari kelemahan-kelemahan manusiawi kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 4 April 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 1   +   5   =