Renungan Harian Hari Ini 6 Februari 2026, Bacaan Injil Markus 6:14-29 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Sir. 47:2-11; Mazmur: Mzm. 18:31.47.50.51; R: Lih. 47b; PEKAN BIASA IV; Pw St. Paulus Miki, ImdkkMrt (M) Sta.Dorothea dan St.Theophilus; St.Petrus Baptista;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Februari 2026
Seperti lemak dipungut dari korban penghapus dosa, demikianlah Daud dipungut dari orang-orang Israel.
Singa-singa dipermainkan olehnya seolah-olah kambing jantan belaka, dan beruang-beruang seakan-akan hanya anak domba saja.
Bukankah di masa mudanya ia membunuh seorang raksasa serta mengambil nista dari bangsanya dengan melemparkan batu dari pengumban dan mencampakkan kebanggaan Goliat?
Sebab berserulah ia kepada Tuhan Yang Mahatinggi, yang memberikan kekuatan kepada tangan kanannya, sehingga Daud merebahkan orang yang gagah dalam pertempuran, sedangkan tanduk bangsanya ditinggikannya.
Maka dari itu ia dimuliakan karena “laksaan”, dan dipuji-puji oleh karena berkat-berkat dari Tuhan, ketika mahkota yang mulia dipersembahkan kepadanya.
Sebab ia membasmi segala musuh di kelilingnya, dan meniadakan orang-orang Filistin, lawannya serta mematahkan tanduk mereka hingga hari ini.
Dalam segala tindakannya Daud menghormati Tuhan, dan dengan kata yang luhur menghormati Yang Kudus, Yang Mahatinggi. Ia bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati, dan mengasihi Penciptanya.
Di depan mezbah ditaruhnya kecapi, dan memperindah lagu-lagunya dengan bunyinya.
Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalun-talun di tempat kudus-Nya.
Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Iapun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Februari 2026
Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?
Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku,
Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.
Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, yaitu Daud dan kepada anak cucunya untuk selamanya.”
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 6 Februari 2026
Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.”
Yang lain mengatakan: “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan: “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.”
Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi.”
Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”
Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 6 Februari 2026
Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: “Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!”,
lalu bersumpah kepadanya: “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!”
Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: “Apa yang harus kuminta?” Jawabnya: “Kepala Yohanes Pembaptis!”
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: “Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!”
Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Februari 2026
Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.”
Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: “Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu.
Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh.”
Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem.
Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar.
Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan — yaitu Betel –, ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia.
Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya.
Ketika Debora, inang pengasuh Ribka, mati, dikuburkanlah ia di sebelah hilir Betel di bawah pohon besar, yang dinamai orang: Pohon Besar Penangisan.
Setelah Yakub datang dari Padan-Aram, maka Allah menampakkan diri pula kepadanya dan memberkati dia.
Firman Allah kepadanya: “Namamu Yakub; dari sekarang namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, itulah yang akan menjadi namamu.” Maka Allah menamai dia Israel.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Februari 2026
Lagi firman Allah kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu.
Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu dan juga kepada keturunanmu.”
Lalu naiklah Allah meninggalkan Yakub dari tempat Ia berfirman kepadanya.
Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni tugu batu; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.
Yakub menamai tempat di mana Allah telah berfirman kepadanya “Betel”.
Sesudah itu berangkatlah mereka dari Betel. Ketika mereka tidak berapa jauh lagi dari Efrata, bersalinlah Rahel, dan bersalinnya itu sangat sukar.
Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: “Janganlah takut, sekali ini pun anak laki-laki yang kaudapat.”
Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas — sebab ia mati kemudian — diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin.
Demikianlah Rahel mati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem.
Yakub mendirikan tugu di atas kuburnya; itulah tugu kubur Rahel sampai sekarang.
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 6 Februari 2026
Sesudah itu berangkatlah Israel, lalu ia memasang kemahnya di seberang Migdal-Eder.
Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel.
Adapun anak-anak lelaki Yakub dua belas orang jumlahnya.
Anak-anak Lea ialah Ruben, anak sulung Yakub, kemudian Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon.
Anak-anak Rahel ialah Yusuf dan Benyamin.
Dan anak-anak Bilha, budak perempuan Rahel ialah Dan serta Naftali.
Dan anak-anak Zilpa, budak perempuan Lea ialah Gad dan Asyer. Itulah anak-anak lelaki Yakub, yang dilahirkan baginya di Padan-Aram.
Lalu sampailah Yakub kepada Ishak, ayahnya, di Mamre dekat Kiryat-Arba — itulah Hebron — tempat Abraham dan Ishak tinggal sebagai orang asing.
Adapun umur Ishak seratus delapan puluh tahun.
Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur, maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, menguburkan dia.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 Februari 2026
Dalam bacaan Injil, Yohanes Pembaptis dibunuh karena keberaniannya menegur Herodes. la tidak memilih jalan aman, tetapi tetap setia menyuarakan kebenaran, meskipun berujung pada kematian (bdk. Mrk. 6:14-29).
Dunia sering kali lebih menyukai pujian palsu daripada teguran yang menyelamatkan. Namun, Yohanes menunjukkan bahwa hidup yang bermakna bukan diukur dari panjangnya umur, melainkan dari keberanian untuk hidup benar.
Kitab Sirakh memuji Daud sebagai hamba yang setia dan berkenan di hadapan Tuhan. Meskipun ia pernah jatuh, Daud selalu kembali kepada Tuhan dengan hati yang hancur dan rendah bati (bdk. Sir. 47:2-11).
la bukan hanya raja besar, melainkan juga penyair dan penyembah, yang hidupnya dipenuhi pujian kepada Allah. Kesetiaan seperti inilah yang dikenang dan diberkati Tuhan turun-temurun.
Kita dipanggil untuk menjadi suara kenabian dalam kehidupan bersama-berani menyuarakan keadilan, menolak hoaks, melawan ketidakjujuran, dan memperjuangkan nilai-nilai Injil di tengah budaya diam atau ikut arus.
Meskipun tidak selalu mudah, Tuhanlah sumber kekuatan kita, seperti diserukan dalam Mazmur, “Terpujilah Allah yang memberikan kemenangan kepada raja-Nya.”
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 6 Februari 2026
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang teguh dan jujur. Sabda hari ini mengajak kita menimbang kembali pilihan hidup: antara diam demi kenyamanan atau setia pada kebenaran. Dalam keheningan, mari kita membawa keberanian, ketakutan, dan kerinduan untuk hidup benar ke hadapan Tuhan.
Ya Yesus, teladan Yohanes Pembaptis menyingkapkan keberanian sejati dalam kesetiaan pada kebenaran. Teguhkan hati kami agar tidak tergoda pujian palsu atau takut akan penolakan. Semoga hidup kami berani bersuara demi keadilan dan setia pada Injil, meski harus menanggung risiko dan pengorbanan.
Kesetiaan Daud mengajarkan bahwa kerendahan hati membuka jalan pemulihan. Terimalah pertobatan kami yang rapuh dan sering jatuh. Bentuklah hati yang mau kembali, memuji, dan berharap hanya pada rahmat-Mu. Semoga hidup ini berkenan dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Di tengah budaya diam dan ikut arus, bangkitkan suara kenabian dalam diri kami. Kuatkan langkah untuk menolak hoaks, ketidakjujuran, dan ketidakadilan. Jadikan hidup kami saksi yang setia, bersumber dari kasih dan kebenaran, demi kemuliaan Allah dan keselamatan sesama. Amin.
.
Ya Tuhan, kuatkanlah kami agar berani hidup benar dan menjadi saksi kebenaran-Mu di tengah dunia ini. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 5 Februari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





