Renungan Harian Hari Ini 7 Februari 2026, Bacaan Injil Markus 6:30-34 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: 1Raj. 3:4-13; Mazmur: 119:9.110.11.12.13.14; R:12b; PEKAN BIASA IV (H) Hari Sabtu Imam; St.Rikardus; Sta.Koleta; St.Giovanni Triora; B.Anselmus Polanco; B.Rosalie Rendu;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Februari 2026
Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.
Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.”
Lalu Salomo berkata: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.
Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.
Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?”
Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,
maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.
Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Februari 2026
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dan dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.
Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan.
Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 7 Februari 2026
Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.
Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Februari 2026
Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun — jadi masih muda — biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.
Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
Lalu Israel berkata kepada Yusuf: “Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem? Marilah engkau kusuruh kepada mereka.” Sahut Yusuf: “Ya bapa.”
Kata Israel kepadanya: “Pergilah engkau melihat apakah baik keadaan saudara-saudaramu dan keadaan kambing domba; dan bawalah kabar tentang itu kepadaku.” Lalu Yakub menyuruh dia dari lembah Hebron, dan Yusuf pun sampailah ke Sikhem.
Ketika Yusuf berjalan ke sana ke mari di padang, bertemulah ia dengan seorang laki-laki, yang bertanya kepadanya: “Apakah yang kaucari?”
Sahutnya: “Aku mencari saudara-saudaraku. Tolonglah katakan kepadaku di mana mereka menggembalakan kambing domba?”
Lalu kata orang itu: “Mereka telah berangkat dari sini, sebab telah kudengar mereka berkata: Marilah kita pergi ke Dotan.” Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Februari 2026
Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
Kata mereka seorang kepada yang lain: “Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!”
Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: “Janganlah kita bunuh dia!”
Lagi kata Ruben kepada mereka: “Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia” — maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.
Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.
Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: “Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
BACAAN OFISI – Renungan Harian dan Bacaan Injil 7 Februari 2026
Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita.” Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.
Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya,
dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: “Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?”
Kemudian mereka mengambil jubah Yusuf, dan menyembelih seekor kambing, lalu mencelupkan jubah itu ke dalam darahnya.
Jubah maha indah itu mereka suruh antarkan kepada ayah mereka dengan pesan: “Ini kami dapati. Silakanlah bapa periksa apakah jubah ini milik anak bapa atau tidak?”
Ketika Yakub memeriksa jubah itu, ia berkata: “Ini jubah anakku; binatang buas telah memakannya; tentulah Yusuf telah diterkam.”
Dan Yakub mengoyakkan jubahnya, lalu mengenakan kain kabung pada pinggangnya dan berkabunglah ia berhari-hari lamanya karena anaknya itu.
Sekalian anaknya laki-laki dan perempuan berusaha menghiburkan dia, tetapi ia menolak dihiburkan, serta katanya: “Tidak! Aku akan berkabung, sampai aku turun mendapatkan anakku, ke dalam dunia orang mati!” Demikianlah Yusuf ditangisi oleh ayahnya.
Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 7 Februari 2026
Ketika Allah memberi Salomo kesempatan untuk meminta apa pun, ia tidak memilih kekayaan atau kekuasaan, tetapi meminta hati yang bijaksana agar dapat membedakan yang baik dari yang jahat dan memimpin umat dengan benar (1 Raj. 3:9).
Permintaan ini menunjukkan kerendahan hati dan kepeduliannya terhadap orang lain. Itulah pemimpin sejati – yang mengutamakan kebaikan bersama, bukan keuntungan pribadi.
Mazmur hari ini menegaskan bahwa hikmat sejati bersumber dari firman Tuhan. Pemazmur mengarahkan hati dan hidupnya pada hukum-hukum Allah, bukan pada keinginan diri sendiri.
Dalam Injil, Yesus menanggapi kerinduan banyak orang akan bimbingan dan harapan. la mengajar mereka dengan belas kasih karena mereka seperti domba tanpa gembala (Mrk. 6:34). la hadir bukan untuk mencari pujian, melainkan untuk memulihkan hidup.
Dalam dunia yang penuh ketimpangan dan kepentingan pribadi, kita dipanggil untuk meneladan Salomo dan Yesus: menjadi pribadi yang bijaksana dan penuh belas kasih. Kita bisa mulai dari hal-hal kecil – mendengarkan orang lain dengan hati,
memutuskan sesuatu dengan adil, dan menempatkan kepentingan bersama di atas ambisi pribadi. Dunia membutuhkan lebih banyak hati yang bijaksana untuk membangun hidup bersama yang selaras dengan nilai-nilai Injil.
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 7 Februari 2026
Bapak, Ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening dan terbuka. Sabda hari ini mengajak kita menata kembali arah hidup, agar setiap pilihan lahir dari kebijaksanaan dan belas kasih. Dalam keheningan batin, mari kita serahkan kehendak, keputusan, dan relasi, supaya dibentuk oleh kasih Allah.
Ya Bapa, permohonan Salomo mengajarkan bahwa hikmat sejati tumbuh dari kerendahan hati. Tanamkan dalam diri kami hati yang peka membedakan yang baik dan yang jahat. Semoga setiap keputusan, besar maupun kecil, selalu diarahkan pada kebaikan bersama dan kesejahteraan sesama.
Belas kasih-Mu menjawab kerinduan orang-orang yang haus akan bimbingan. Lembutkan hati kami agar mampu mendengarkan dengan penuh perhatian dan melayani tanpa mencari pujian. Jadikan hidup kami saluran pengharapan bagi mereka yang merasa lelah, tersesat, dan kehilangan arah.
Di tengah dunia yang dikuasai ambisi dan kepentingan pribadi, tumbuhkanlah hikmat yang bersumber dari firman-Mu. Bimbing kami untuk hidup adil, rendah hati, dan penuh belas kasih. Semoga kehadiran kami ikut membangun kehidupan bersama yang selaras dengan nilai-nilai Injil. Amin.
.
Ya Tuhan, berilah kami hati yang bijaksana dan penuh kasih agar hidup kami menjadi berkat bagi sesama. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2026, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 6 Februari 2026
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





