Renungan Harian Hari Ini 8 Agustus 2025, Bacaan Injil Matius 16:24-28 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Ul. 4:32-40; Mazmur: 77:12-16.21; R:12a; PEKAN BIASA XVIII; Pw St.Dominikus, Im (P) St.Siriakus, Largus dan Smaragdus, Mrt. St.Hormisdas;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 8 Agustus 2025
Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu.
Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup?
Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsy yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu?
Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api.
Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar,
untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini.
Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya.”
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 8 Agustus 2025
(77-13) Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.
(77-14) Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?
(77-15) Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
(77-16) Dengan lengan-Mu Engkau telah menebus umat-Mu, bani Yakub dan bani Yusuf. Sela
(77-17) Air telah melihat Engkau, ya Allah, air telah melihat Engkau, lalu menjadi gentar, bahkan samudera raya gemetar.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 8 Agustus 2025
Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 8 Agustus 2025
Tetapi segera sesudah Ahab mati, memberontaklah raja Moab terhadap raja Israel.
Keluarlah raja Yoram pada waktu itu dari Samaria, lalu ia memeriksa barisan seluruh orang Israel.
Selanjutnya ia menyuruh orang kepada Yosafat, raja Yehuda, dengan pesan: “Raja Moab telah memberontak terhadap aku! Maukah engkau bersama-sama aku berperang melawan Moab?” Jawabnya: “Aku akan maju. Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu.”
Lagi ia bertanya: “Melalui jalan manakah kita akan maju?” Jawabnya: “Melalui padang gurun Edom!”
Maka berjalanlah raja Israel dan raja Yehuda dan raja Edom. Tetapi sesudah mereka berkeliling tujuh hari perjalanan jauhnya, maka tidak terdapat air untuk tentara dan untuk hewan yang mengikuti mereka.
Lalu berkatalah raja Israel: “Wahai, TUHAN telah memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan Moab!”
Tetapi bertanyalah Yosafat: “Tidak adakah di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk TUHAN?” Lalu salah seorang pegawai raja Israel menjawab, katanya: “Di sini ada Elisa bin Safat, yang dahulu melayani Elia.”
Berkatalah Yosafat: “Memang padanya ada firman TUHAN.” Sesudah itu pergilah raja Israel dan Yosafat dan raja Edom kepada Elisa.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 8 Agustus 2025
Tetapi berkatalah Elisa kepada raja Israel: “Apakah urusanku dengan engkau? Pergilah kepada para nabi ayahmu dan kepada para nabi ibumu.” Jawab raja Israel kepadanya: “Jangan begitu, sebab TUHAN memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Moab!”
Berkatalah Elisa: “Demi TUHAN semesta alam yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan: jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu.
Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi.” Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia.
Kemudian berkatalah ia: “Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit,
sebab beginilah firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum.
Dan itupun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu.
Kamu akan memusnahkan segala kota yang berkubu dan segala kota pilihan; dan kamu akan menumbangkan segala pohon yang baik; kamu akan menutup segala mata air dan kamu akan merusakkan segala ladang yang baik dengan batu-batu.”
Keesokan harinya ketika orang mempersembahkan korban, datanglah dengan tiba-tiba air dari arah Edom, lalu penuhlah negeri itu dengan air.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 8 Agustus 2025
Ketika didengar seluruh orang Moab, bahwa ketiga raja itu telah maju memerangi mereka, maka dikerahkanlah semua orang yang masih sanggup menyandang pedang, bahkan orang-orang yang lebih tua juga, kemudian mereka ditempatkan di tepi perbatasan.
Keesokan harinya pagi-pagi, ketika matahari bersinar atas permukaan air itu, tampaklah kepada orang Moab itu, bahwa air di sebelah depannya merah seperti darah.
Lalu berserulah mereka: “Itu darah! Tentulah raja-raja itu telah berbunuh-bunuhan, yang seorang membunuh yang lain. Maka sekarang, marilah menjarah, hai orang-orang Moab!”
Tetapi ketika mereka sampai ke perkemahan orang Israel, maka bangkitlah orang Israel itu, lalu memukul orang-orang Moab, sehingga mereka lari dari situ. Dan makin jauhlah mereka menerobos ke dalam Moab sambil menewaskan orang-orang Moab itu.
Mereka meruntuhkan kota-kota dan menutupi setiap ladang yang baik dengan batu, karena setiap orang melemparkan batu ke atasnya. Mereka menutup segala mata air dan menumbangkan segala pohon yang baik, sampai hanya Kir-Hareset saja yang ditinggalkan, tetapi kota ini ditembaki oleh orang-orang pengumban dari segala penjuru.
Ketika raja Moab melihat, bahwa peperangan itu terlalu berat baginya, diambilnyalah tujuh ratus orang pemegang pedang bersama-sama dia untuk menerobos ke jurusan raja Edom, tetapi tidak berhasil.
Kemudian ia mengambil anaknya yang sulung yang akan menjadi raja menggantikan dia, lalu mempersembahkannya sebagai korban bakaran di atas pagar tembok. Tetapi kegusaran besar menimpa orang Israel, sehingga mereka berangkat meninggalkan dia dan pulang ke negeri mereka.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 8 Agustus 2025
Dalam dunia ekonomi kita mengenal istilah investasi. Investasi adalah tindakan mengalokasikan sumber daya, seperti uang, waktu, atau usaha ke dalam suatu aset atau proyek yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Jadi, investasi haruslah menguntungkan.
Yesus juga berbicara tentang investasi ketika la berkata, “Siapa yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Tidak mudah untuk memahami perkataan Yesus ini.
Namun, intinya, hendak dikatakan, siapa yang berani mengorbankan sesuatu untuk Tuhan, ia akan memperolehnya kembali, bahkan mungkin lebih banyak. Lantas, apa yang akan diinvestasikan atau dikorbankan? Apakah uang, harta, materi duniawi? Apakah pikiran, tenaga, dan waktu kita?
Ingat bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugerah Tuhan. Bahkan, hidup atau nyawa kita adalah milik Tuhan. Ini bukan masalah seberapa besar apa yang kita berikan kepada Tuhan, tetapi seberapa besar kesungguhan dan totalitas hati kita untuk memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Murid sejati akan dengan senang hati memberikan anugerah Allah itu demi kebaikan sesama, untuk kehidupan yang penuh sukacita dan kebahagiaan bersama Tuhan. Allah memberi tanpa batas. Sukacita yang ditawarkan-Nya tidak akan pernah berkurang oleh kesedihan atau kehilangan.
Ketika kehendak kita berseberangan dengan kehendak-Nya maka kehendak-Nya yang harus dilakukan. Apakah kita siap untuk kehilangan segalanya bagi Yesus Kristus untuk mendapatkan segalanya bersama Dia?
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 8 Agustus 2025
Saudara-saudari terkasih, sebelum kita akhiri permenungan hari ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk menyimpan sabda Tuhan dalam keheningan batin. Bila perlu, tuliskan satu hal konkret yang ingin kita “investasikan” bagi Kerajaan-Nya minggu ini. Semoga benih sabda ini bertumbuh dalam kesetiaan harian kita.
Ya Tuhan, dalam hidup ini, kami tak selalu dipanggil untuk memberi dalam jumlah besar. Sering kali, pengorbanan yang kecil namun tulus jauh lebih bermakna di mata-Mu. Ketika kami berani kehilangan demi kasih, sesungguhnya kami sedang menabung bagi kehidupan yang kekal, di mana sukacita sejati tak lagi mengenal batas.
Tuntunlah kami agar tak ragu memberikan yang terbaik bagi-Mu. Biarlah hidup kami menjadi persembahan cinta yang murni dan penuh sukacita. Ajarlah kami untuk tidak menghitung-hitung pengorbanan, tetapi menghayatinya sebagai bagian dari perjalanan menuju keselamatan.
Berilah juga kami hati yang berani kehilangan, bila kehilangan itu adalah jalan untuk menemukan Engkau secara lebih utuh. Semoga kami tidak terikat pada apa yang fana, melainkan terpikat oleh janji-janji surgawi yang kekal. Taburkan semangat memberi di dalam setiap niat kami yang paling sederhana.
Dalam permenungan ini, kami percaya bahwa tak satu pun yang kami persembahkan akan sia-sia. Segala milik dan hidup kami adalah milik-Mu juga. Maka dengan rendah hati kami berserah, dan dalam nama-Mu, kami panjatkan doa ini. Amin.
.
Terimalah, ya Tuhan, semua kebebasan, ingatan, pengertian, dan kehendak kami, semua yang kami miliki. Berikanlah kepada kami kasih dan anugerah-Mu, karena itu sudah cukup bagi kami. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 7 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





