Renungan Harian Hari Ini 9 Juli 2025, Bacaan Injil Matius 10:1-7 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Kej. 41:55-57; 42:5-7a.17-24a; Mazmur: 33:2-3.10-11.18-19; R:22; PEKAN BIASA XIV (H); St.Eugenius III, Paus; St.Andrianus II; St.Prokopius; B.Gregorius Grassi, Marie Hermine, dkk.;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Juli 2025
Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: “Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu.”
Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir.
Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi.
Jadi di antara orang yang datang membeli gandum terdapatlah juga anak-anak Israel, sebab ada kelaparan di tanah Kanaan.
Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah.
Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya, tetapi ia berlaku seolah-olah ia seorang asing kepada mereka; ia menegor mereka dengan membentak, katanya: “Dari mana kamu?” Jawab mereka: “Dari tanah Kanaan untuk membeli bahan makanan.”
Dan dimasukkannyalah mereka bersama-sama ke dalam tahanan tiga hari lamanya.
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Juli 2025
Pada hari yang ketiga berkatalah Yusuf kepada mereka: “Buatlah begini, maka kamu akan tetap hidup, aku takut akan Allah.
Jika kamu orang jujur, biarkanlah dari kamu bersaudara tinggal seorang terkurung dalam rumah tahanan, tetapi pergilah kamu, bawalah gandum untuk meredakan lapar seisi rumahmu.
Tetapi saudaramu yang bungsu itu haruslah kamu bawa kepadaku, supaya perkataanmu itu ternyata benar dan kamu jangan mati.” Demikianlah diperbuat mereka.
Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Betul-betullah kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita.”
Lalu Ruben menjawab mereka: “Bukankah dahulu kukatakan kepadamu: Janganlah kamu berbuat dosa terhadap anak itu! Tetapi kamu tidak mendengarkan perkataanku. Sekarang darahnya dituntut dari pada kita.”
Tetapi mereka tidak tahu, bahwa Yusuf mengerti perkataan mereka, sebab mereka memakai seorang juru bahasa.
Maka Yusuf mengundurkan diri dari mereka, lalu menangis. Kemudian ia kembali kepada mereka dan berkata-kata dengan mereka; ia mengambil Simeon dari antara mereka; lalu disuruh belenggu di depan mata mereka.
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Juli 2025
Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!
TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa;
tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.
Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 9 Juli 2025
Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Juli 2025
Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: “Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?”
Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: “Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapapun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat.
Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apapun yang ada.”
Lalu jawab imam itu kepada Daud: “Tidak ada roti biasa padaku, hanya roti kudus yang ada; asal saja orang-orangmu itu menjaga diri terhadap perempuan.”
Daud menjawab imam itu, katanya kepadanya: “Memang, kami tidak diperbolehkan bergaul dengan perempuan, seperti sediakala apabila aku maju berperang. Tubuh orang-orangku itu tahir, sekalipun pada perjalanan biasa, apalagi pada hari ini, masing-masing mereka tahir tubuhnya.”
Lalu imam itu memberikan kepadanya roti kudus itu, karena tidak ada roti di sana kecuali roti sajian; roti itu biasa diangkat orang dari hadapan TUHAN, supaya pada hari roti itu diambil, ditaruh lagi roti baru.
Maka pada hari itu juga ada di sana salah seorang pegawai Saul, yang dikhususkan melayani TUHAN; namanya Doeg, seorang Edom, pengawas atas gembala-gembala Saul.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Juli 2025
Berkatalah Daud kepada Ahimelekh: “Tidak adakah padamu di sini tombak atau pedang? Sebab baik pedangku maupun senjataku, tidak dapat kubawa, karena perintah raja itu mendesak.”
Kemudian berkatalah imam itu: “Pedang Goliat, orang Filistin, yang kaupukul kalah di Lembah Tarbantin, itulah yang ada di sini, terbungkus dalam kain di belakang efod itu. Jika engkau hendak mengambilnya, ambillah; yang lain tidak ada, hanya ini.” Kata Daud: “Tidak ada yang seperti itu; berikanlah itu kepadaku.”
Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia.
Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.
Dari sana Daud pergi ke Mizpa di Moab dan berkata kepada raja negeri Moab: “Izinkanlah ayahku dan ibuku tinggal padamu, sampai aku tahu, apa yang dilakukan Allah kepadaku.”
Lalu diantarkannyalah mereka kepada raja negeri Moab, dan mereka tinggal bersama dia selama Daud ada di kubu gunung.
Tetapi Gad, nabi itu, berkata kepada Daud: “Janganlah tinggal di kubu gunung itu, pergilah dan pulanglah ke tanah Yehuda.” Lalu pergilah Daud dan masuk ke hutan Keret.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Juli 2025
Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya, tetapi Tuhan menuntun dan membimbingnya sehingga dia menjadi orang kedua terpenting setelah Firaun di Mesir. Pada masa kelaparan melanda seluruh bumi, orang-orang berdatangan ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf. Demikian juga saudara-saudaranya pergi ke Mesir untuk membeli bahan makanan.
Yusuf membalas kejahatan mereka dengan kebaikan. la memaafkan dan mengampuni mereka dengan sepenuh hati. Semua itu terjadi karena Tuhan merencanakannya bagi hidup Yusuf dan saudara-saudaranya. Yusuf diutus ke Mesir untuk kelak bisa menyelamatkan saudara-saudaranya dari bahaya kelaparan.
Rencana Tuhan juga terungkap ketika Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, melenyapkan segala penyakit dan kelemahan supaya umat manusia diselamatkan.
Demi misi keselamatan itulah Tuhan mengutus mereka pergi dan mewartakan Kerajaan Allah dengan pesan, “Janganlah kalian menyimpang ke jalan bangsa lain, tetapi pergilah kepada domba-domba yang hilang.” Tuhan juga mengutus kita supaya kita dengan rendah hati mengikuti kehendak-Nya, menjalankan tugas perutusan-Nya dengan penuh sukacita dan kegembiraan.
.
Doa Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 9 Juli 2025
Saudara-saudari terkasih, setelah kita merenungkan kisah Yusuf dan misi para murid yang diutus oleh Yesus, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang terbuka, bersyukur atas rencana Tuhan yang indah dalam hidup kita, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak-Nya dalam doa.
Tuhan, seperti Yusuf yang tetap setia di tengah penderitaan dan tidak membalas kejahatan dengan dendam, ajarlah kami juga untuk memiliki hati yang lapang dan mampu mengampuni. Mampukan kami melihat setiap peristiwa dalam hidup sebagai bagian dari rencana-Mu yang penuh kasih dan pengharapan.
Engkau pun telah mengutus Putra-Mu Yesus untuk menyelamatkan dunia, dan melalui-Nya, Engkau memanggil kami semua untuk turut ambil bagian dalam karya keselamatan-Mu. Berilah kami semangat dan kerendahan hati agar dalam setiap tugas pelayanan kami, hanya nama-Mulah yang kami muliakan.
Kuatkanlah kami dalam setiap langkah hidup ini, agar kami tak pernah lelah berjalan di jalan panggilan kami. Seperti para murid yang Engkau utus kepada domba-domba yang hilang, utuslah juga kami menjadi pembawa kabar sukacita bagi mereka yang haus akan kasih dan damai-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
.
Ya Tuhan, tuntun, bimbing, dan sertailah kami dalam melaksanakan tugas perutusan yang dipercayakan kepada kami. Semoga tugas perutusan kami ini mendatangkan sukacita bagi sesama, terutama demi kemuliaan nama-Mu. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 8 Juli 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





