Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 1 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 1 September 2025, Bacaan Injil Luk. 4:16-30 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tes. 4:13-17a; Mazmur: 96:1.3-5.11-13; R:13; PEKAN BIASA XXII (H); St.Pedro Armengol; Sta.Verena;

Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan.

Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

.

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!

Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.

Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.

Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.

Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya,

biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai

di hadapan Tuhan, sebab Ia datang. sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia datang menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetianNya.

.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku

untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: “Bukankah Ia ini anak Yusuf?”

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 1 September 2025

Maka berkatalah Ia kepada mereka: “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!”

Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

.

Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.

Berkatalah ia: “TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel.”

Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi,

Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis;

Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir,” firman TUHAN.

Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom,

Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis;

Dan Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin,” firman Tuhan ALLAH.

Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan,

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 1 September 2025

Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis.”

Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya,

Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.”

Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri,

Aku akan menyalakan api di dalam tembok Raba, sehingga purinya dimakan habis, diiringi sorak-sorai pada waktu pertempuran, diiringi angin badai pada waktu puting beliung;

dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya,” firman TUHAN.

Beginilah firman TUHAN: “Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur,

Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi;

Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia,” firman TUHAN.

.

renungan harian hari ini

“Pada hari ini genaplah nas ini ketika kamu mendengarkannya.” Melalui perkataan ini, Yesus mau mengatakan bahwa nas Yesaya bukanlah nas untuk masa lalu atau untuk masa depan, melainkan tergenapi sekarang melalui hidup dan karya-Nya.

Bulan September menjadi kesempatan baik untuk kita menempatkan Kitab Suci dalam hidup kita, baik pribadi maupun keluarga. Membaca dan merenungkan Kitab Suci membawa kita mengalanmi bahwa Allah sekarang ini bersabda kepada kita melalui firman-Nya.

Bagaimana kita bisa mengalaminya? Tentu saja dengan membiasakan membaca Kitab Suci setiap hari dan menggunakan waktu lima belas menit untuk merenungkannya.

Semakin tekun kita merenungkannya, maka setiap Sabda Allah akan bergema dalam diri kita, dan begitu kita baca kembali maka sabda itu akan berbicara mendalam lagi kepada kita.

Marilah kita biasakan untuk membaca dan merenungkan Kitab Suci setiap hari. Sebagaimana dikatakan oleh Santo Hironimus, “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Allah.”

.

Ibu, Bapak dan Saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan doa syukur. Supaya firman hari ini sungguh tinggal di hati, cobalah menyediakan waktu khusus setiap hari untuk membaca Kitab Suci. Biarlah sabda yang sederhana itu perlahan-lahan membentuk cara berpikir, berbicara, dan bertindak dalam keseharian kita.

Tuhan, terima kasih kami panjatkan atas sabda yang hidup dan terus meneguhkan perjalanan iman. Semoga hati kami senantiasa terbuka menerima firman-Mu, tidak hanya dengan telinga tetapi juga dengan kehidupan nyata. Jadikan kami umat yang semakin mengenal kebenaran dan setia pada panggilan-Mu setiap hari.

Kehidupan kami sering kali sibuk dengan rutinitas dan pekerjaan sehingga waktu untuk mendengar firman-Mu menjadi terabaikan. Bantulah kami agar tetap menyediakan saat khusus untuk membaca Kitab Suci. Kiranya firman-Mu menjadi kekuatan yang mengarahkan langkah serta cahaya yang menuntun pilihan kami setiap waktu.

Doa kami mohonkan agar Roh Kudus menyalakan kerinduan untuk semakin dekat dengan firman-Mu. Biarlah sabda yang kami renungkan hari ini tertanam dalam hati, bertumbuh dalam iman, dan berbuah dalam kasih. Dengan penuh keyakinan, kami tutup doa ini dalam nama Kristus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

.

Ya Bapa, ajarilah kami untuk mengenal-Mu lebih mendalam melalui ketekunan kami dalam membaca dan merenungkan Kitab Suci. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 31 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 2   +   10   =