Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 10 Agustus 2025

Renungan Harian Hari Ini 10 Agustus 2025, Pembacaan Injil Lukas 1:39-56 (baca Alkitab – klik disini)

Pembacaan I: Why. 11:19a; 12:1.3-6a.10ab; Mazmur: 45:10c-12.16; Pembacaan II: 1Kor. 15:20-26; O Pekan III HR SP MARIA DIANGKAT KE SURGA (P);

Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

Dan tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Juga ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

.

(45-11) Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!

(45-12) Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!

(45-13) Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian; orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.

(45-17) Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

.

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.

Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.

Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.

Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

.

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.

Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,

lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.

Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.

Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan,

dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 10 Agustus 2025

sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,

karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.

Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;

Dan Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;

Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,

seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

.

akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,

serta meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,

dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga,

jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang.

Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 10 Agustus 2025

Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.

Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,

telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita?oleh kasih karunia kamu diselamatkan?

dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

.

renungan harian hari ini

Peristiwa Bunda Maria diangkat ke surga merupakan sebuah misteri besar dalam kehidupan umat beriman Kristiani. Sebab peristiwa ini memberi kita harapan pada masa depan.

Bunda Maria diangkat ke surga memberikan semangat kepada kita untuk menjalani kehidupan sebagai orang Kristiani. Sebab, pada akhirnya, kita juga akan mengalami peristiwa mulia seperti Bunda Maria, diangkat ke surga dan hidup dalam kebahagiaan kekal bersama Allah.

Namun, lebih daripada itu, peristiwa Bunda Maria diangkat ke surga menunjukkan bahwa hidup kekal bersama Allah pertama-tama tidak diperuntukkan bagi mereka yang memiliki hak istimewa, kekayaan berlimpah, atau kekuasaan yang besar saat hidup.

Bahkan, orang sederhana dan tidak terkenal pun memiliki jaminan kehidupan kekal. Bukankah Bunda Maria adalah perempuan desa yang bernama Nazaret, yang hidup sederhana dalam semangat kerendahan hati?

Hal yang membuat dirinya diangkat ke surga adalah kesetiaan dan ketaatan dalam menjalankan kehendak Allah di dunia, yaitu menjadi ibu Yesus.

Dalam Kidung Magnificat, Bunda Maria telah mengatakan dengan jelas janji Allah ini, “la menurunkan orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang yang rendah, la melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar.”

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 10 Agustus 2025

Bunda Maria adalah orang pertama yang mengalami kemuliaan bersama Allah setelah kenaikan Putra-Nya ke surga. Seperti Bunda Maria, kita juga berharap untuk mengalami peristiwa diangkat sebagaimana yang dia alami.

Lantas, apa yang perlu kita perbuat? Hiduplah sebagaimana Bunda Maria, Bunda kita dahulu, hidup. Seperti Bunda Maria yang selalu memuliakan Allah karena la telah memerhatikan dirinya yang rendah, kita pun perlu bersyukur dan memuliakan Allah setiap saat dalam hidup kita.

Seperti Bunda Maria yang menyadari rahmat Allah yang selalu tercurah dalam hidupnya, kita pun perlu menyadari bahwa Allah tidak pernah berpaling dari kita, asalkan kita menyembah-Nya dengan ketulusan hati.

Di dalam diri Bunda Maria, yang diangkat ke surga, umat beriman telah melihat jalan kehidupan setelah kematian: jaminan akan kebahagiaan penuh dalam kemuliaan ilahi. Jaminan inilah yang akan mendukung peziarahan hidup kita setiap hari di dunia ini.

Bunda Maria adalah guru kehidupan kita. Dengan memandang dia, kita lebih memahami makna sesungguhnya dari panggilan Kristiani kita, yaitu menjalani kehendak Allah dengan taat dan setia dalam tugas dan hidup harian kita masing-masing. Apakah hidup kita sudah seperti hidup Bunda Maria?

.

Bapak, ibu, dan saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan hati penuh syukur. Agar sabda ini mengendap dalam batin, sempatkanlah untuk merenungkannya kembali di malam hari, mungkin dengan mendaraskan doa Salam Maria sambil mengingat satu teladan hidup Bunda Maria yang ingin kita tiru minggu ini.

Ya Bapa, setiap langkah dalam peziarahan hidup kami ini semoga selalu dituntun oleh teladan Bunda Maria yang setia dan rendah hati. Saat hati kami mulai lelah dan semangat kami melemah, semoga harapan akan kemuliaan surgawi yang ia alami menguatkan kami untuk terus maju, dengan iman yang teguh dan pengharapan yang cerah.

Kiranya hidup kami pun menjadi kidung pujian seperti Magnificat—bukan dengan kata-kata megah, tetapi lewat kesederhanaan, pengorbanan, dan pelayanan sehari-hari. Bantulah kami untuk semakin serupa dengan Bunda Maria dalam cara kami mencintai, berharap, dan mempercayakan hidup kami sepenuhnya kepada kehendak-Mu.

Semoga kemuliaan yang Kau nyatakan dalam diri Bunda Maria menjadi tanda penghiburan bagi kami semua yang masih berziarah di dunia ini. Mampukan kami untuk tetap bersukacita dalam iman, meskipun dalam keterbatasan, agar suatu hari kelak kami pun layak menyambut sukacita abadi bersama-Mu. Amin.

.

Tuhan, tolonglah kami untuk sungguh-sungguh menjalankan kehendak-Mu dengan kerendahan hati seperti Bunda Maria. Teguhkanlah dalam diri kami pengharapan akan kehidupan kekal, dan kobarkanlah hati kami dengan kasih kepada-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 9 Agustus 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 0   +   10   =