Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 12 September 2025, Bacaan Injil Lukas 6:39-42 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 1:1-2.12-14; Mazmur: 16:1-2a.5.7-8.11; R: lih. 5a; PEKAN BIASA XXIII (H) Pfak Nama Tersuci Maria St.Petrus Tarentasiensis;

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita,

kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku?

aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.

Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.

.

Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

Aku berkata kepada TUHAN: “Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!”

Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

.

Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: “Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

.

Dengarlah firman TUHAN, hai orang Israel, sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini.

Hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah.

Sebab itu negeri ini akan berkabung, dan seluruh penduduknya akan merana; juga binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, bahkan ikan-ikan di laut akan mati lenyap.

Hanya janganlah ada orang mengadu, dan janganlah ada orang menegor, sebab terhadap engkaulah pengaduan-Ku itu, hai imam!

Engkau akan tergelincir jatuh pada siang hari, juga nabi akan tergelincir jatuh bersama-sama engkau pada malam hari; dan Aku akan membinasakan ibumu.

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

Makin bertambah banyak mereka, makin berdosa mereka kepada-Ku, kemuliaan mereka akan Kutukar dengan kehinaan.

Mereka mendapat rezeki dari dosa umat-Ku dan mengharapkan umat-Ku itu berbuat salah.

Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 12 September 2025

Mereka akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang, mereka akan bersundal, tetapi tidak menjadi banyak, sebab mereka telah meninggalkan TUHAN untuk berpegang kepada sundal.

Dengarlah ini, hai para imam, perhatikanlah, hai kaum Israel, dan pasanglah telinga, hai keluarga raja! Sebab mengenai kamulah penghukuman itu, karena kamu telah menjadi perangkap bagi Mizpa, dan jaring yang dikembangkan di atas gunung Tabor,

dan lobang yang dikeruk di lembah Sitim, maka Aku ini akan menghajar mereka sekalian.

Aku ini mengenal Efraim, dan Israel tidaklah tersembunyi bagi-Ku, sebab engkau telah berzinah, hai Efraim; dan Israel telah menajiskan diri.

Perbuatan-perbuatan mereka tidak mengizinkan mereka berbalik kepada Allah mereka, sebab roh perzinahan ada di antara mereka, dan mereka tidak mengenal TUHAN.

Kecongkakan Israel menjadi saksi terhadap dirinya sendiri; Efraim akan tergelincir jatuh oleh kesalahannya sendiri, dan bersama-sama mereka juga Yehuda.

Dengan korban kambing domba dan lembu sapinya mereka akan pergi untuk mencari TUHAN, tetapi tidak akan menjumpai Dia; Ia telah menarik diri dari mereka.

Mereka telah berkhianat terhadap TUHAN, sebab mereka telah memperanakkan anak-anak yang tidak sah; sekarang pembinasa akan memakan habis mereka dan ladang mereka.

.

renungan harian hari ini

Dalam Injil hari ini, Yesus mengajak para pemimpin religius untuk mawas diri. Jangan jadi orang buta atau jadi orang yang hanya awas dan teliti atau bahkan penuh penafsiran pada hidup dan penghayatan agama orang lain.

“… Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata saudaramu.” Secara positif Yesus mengajak kita untuk mawas diri.

Konflik perkawinan dan keluarga sering mengantar kita untuk jatuh dalam kesalahan yang sama, yaitu “saya merasa tahu suasana hati pasangan saya”, “tafsiran saya benar”,”apa pun yang dilakukan pasangan itu sengaja melukakan hati”, dan sebagainya.

Kita menjadi lebih teliti pada perkataan, perbuatan, dan kebiasaan pasangan dengan maksud untuk membenarkan apa yang kita pikirkan atau yakini tentang pasangan kita.

Penyelesaian konflik perkawinan atau keluarga diawali dengan sikap mawas diri: sadar pada keyakinan kita pribadi apakah keyakinan itu benar atau salah, sadar akan perasaan kita, sadar akan perilaku kita, dan sadar akan niat-niat kita sendiri.

Semakin besar kuasa yang kita terima, apalagi ditambah dengan kebutuhan harga diri yang tinggi, semakin kita harus waspada. Di tangan kita ada pribadi-pribadi yang tidak paham, tidak mengenal situasi dan persoalannya.

Jangan sampai terjadi kita yang buta karena keyakinan yang salah, buta karena emosi mengantar orang-orang yang kita pimpin berjalan melenceng.

Kembali lagi Tuhan mengingatkan kita mengenai pentingnya “melek”, “mawas diri” supaya setiap arah yang kita ambil untuk orang-orang yang menjadi tanggung jawab kita, kita putuskan dengan kejernihan budi dan hati.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening. Renungan hari ini bukan sekadar bahan untuk dipikirkan, melainkan ajakan untuk sungguh hidup dalam kesadaran diri. Mari kita membawa firman ini dalam doa, agar semakin membentuk cara kita berpikir, berkata, dan bertindak.

Agar firman ini dapat mengendap dalam hati, cobalah menyisihkan waktu sejenak di malam hari untuk merenungkan kembali satu pengalaman sepanjang hari. Bandingkan dengan sabda Tuhan yang baru kita dengar. Dengan begitu, sabda itu tidak hanya lewat begitu saja, melainkan sungguh meresap dan mengubah hidup kita.

Bapa yang penuh kasih, kami mohon tuntunlah langkah-langkah kami supaya semakin mampu melihat diri dengan jujur. Jangan biarkan hati kami dikuasai oleh kesombongan atau emosi yang menutup mata rohani. Bentangkanlah jalan agar setiap keputusan kami lahir dari cinta dan kebijaksanaan.

Kiranya kami selalu rendah hati untuk belajar dari kesalahan, sabar dalam menghadapi kelemahan orang lain, serta setia mendengarkan suara hati yang jernih. Semoga keluarga, komunitas, dan lingkungan kami dipenuhi kedamaian karena kami hidup dalam sikap mawas diri dan kasih. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

.

Ya Bapa, semoga hati, perasaan, dan pikiran kami tetap jernih untuk membantu saudara-saudara kami hidup dalam kebenaran iman. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 11 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 1   +   2   =