Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 13 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 13 September 2025, Bacaan Injil Lukas 6:43-49 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 1:15-17; Mazmur: 113:1-2.3-4.5a.6-7; R:2a; PEKAN BIASA XXIII; Pw St.Yohanes Krisostomus, UskPujG (P);

Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.

Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.

Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

.

Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!

Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.

Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.

TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.

Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi,

yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur

.

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.

Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya?Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan?,

ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.

Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.”

.

Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:

apabila Aku menyembuhkan Israel, maka tersingkaplah kesalahan Efraim dan kejahatan-kejahatan Samaria: sebab mereka melakukan penipuan: pencuri mendobrak masuk, gerombolan merampas di luar.

Dan tidak terpikir mereka bahwa Aku mengingat segala kejahatan mereka. Sekarangpun perbuatan-perbuatan mereka mengepung mereka, semuanya ada di hadapan wajah-Ku.

.

renungan harian hari ini

Pada hari ini, Yesus memberikan dua perumpamaan yang mau mengajarkan bagaimana hidup kita ditentukan oleh apa yang kita hidupi yang disimbolkan dengan “pohon dan dasar”. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa dasar tingkah laku kita adalah Firman Allah yang kita renungkan.

Tingkah laku dan perbuatan kita mencerminkan bagaimana batin kita. Perilaku kita kasar, kata-kata kita buruk, emosi yang meledak-ledak menjadi tanda kelihatan bagaimana batin kita masih dikuasai oleh pikiran buruk dan emosi yang tidak terkendali.

Ada beberapa orang membenarkan tingkah laku dan perbuatan ini karena tanggapan atas orang lain atau muncul karena pengalaman masa lalu atau karena situasi yang mendesak. Namun, pembenaran itu justru menjadi tanda bahwa dunia batinnya tidak kukuh.

Hidup berdasarkan pada Sabda Tuhan membuat tingkah laku dan perbuatan kita menjadi murah hati, perkataan kita memberkati, dan emosi kita menjadi terkelola. Apa pun situasi atau orang yang kita hadapi, kita mampu untuk mengelola batin kita karena kita meletakkan Sabda Tuhan sebagai nilai hidup kita.

Untuk membatinkan Sabda Tuhan itu, membaca Kitab Suci dan merenungkannya harus menjadi kebiasaan hidup kita. Bacaan-bacaan harian tidak cukup kita dengarkan saja melalui Misa atau kita baca dalam gadget kita, tetapi kita baca secara pribadi dan kita renungkan dengan cukup waktu untuk menemukan Sabda Allah yang secara pribadi mau disampaikan kepada kita.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening. Kita diajak untuk sungguh menaruh dasar hidup pada Sabda Tuhan, bukan sekadar mendengarnya sepintas, tetapi menjadikannya fondasi yang menguatkan seluruh langkah kita. Semoga renungan ini menjadi bekal dalam perjalanan iman kita sehari-hari.

Untuk membantu firman ini meresap dalam hati, biasakanlah membaca Kitab Suci secara pribadi. Sediakan waktu khusus, meski singkat, untuk merenungkan satu ayat yang menyentuh hati. Dengan cara itu, Sabda Tuhan tidak berhenti di telinga, tetapi bertumbuh dalam batin dan mempengaruhi tindakan kita.

Ya Bapa, kami bersyukur atas firman yang telah Kau taburkan hari ini. Ajarilah kami untuk selalu menjaga batin agar tetap jernih dan kokoh, sehingga sikap dan perilaku kami sungguh mencerminkan kasih-Mu. Bimbinglah kami agar mampu meletakkan Sabda-Mu sebagai dasar setiap pilihan hidup kami.

Semoga hati kami semakin terarah untuk memilih perkataan yang memberkati, tindakan yang menguatkan, serta emosi yang terkelola dengan penuh kasih. Kami mohon agar keluarga dan komunitas kami dipenuhi kedamaian karena kami berakar pada firman-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

.

Ya Bapa, semoga semakin merenungkan Sabda-Mu, fondasi hidup kami semakin kukuh, dan kami semakin bertumbuh dewasa dalam hidup, mampu bertahan terhadap segala godaan ataupun tantangan sebagaimana diteladankan oleh Yesus Putra-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 12 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 6   +   3   =