Renungan Harian Hari Ini 15 September 2025, Bacaan Injil Lukas 2:33-35 atau Yoh. 19:25-27 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: lbr. 5:7-9; Mazmur: 31:2-3a.3b-4.5-6.15-16.20; R:17b; PEKAN BIASA XXIV Pw SP Maria Berdukacita (P); Sta.Katarina Fieschi dari Genoa; St.Nikomedes;
DAFTAR ISI | Klik 👇🏻
BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 15 September 2025
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,
.
MAZMUR TANGGAPAN – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 15 September 2025
Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!
Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku.
Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.
Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: “Engkaulah Allahku!”
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!
Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia!
.
BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 15 September 2025
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
ATAU
Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
— dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri –, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”
.
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 15 September 2025
Janganlah bersukacita, hai Israel! Janganlah bersorak-sorak seperti bangsa-bangsa! Sebab engkau telah berzinah dengan meninggalkan Allahmu, engkau telah mencintai upah sundal di segala tempat pengirikan gandum.
Tempat pengirikan gandum dan tempat pemerasan anggur tidak akan memberi mereka makan, dan anggur akan mengecewakan mereka.
Mereka tidak akan tetap diam di tanah TUHAN, tetapi Efraim harus kembali ke Mesir, dan di Asyur mereka akan memakan makanan najis.
Mereka tidak akan mempersembahkan korban curahan anggur kepada TUHAN dan korban-korban sembelihan mereka tidak akan menyenangkan hati-Nya. Roti mereka adalah seperti roti perkabungan, semua orang yang memakannya akan menjadi najis, sebab roti mereka adalah untuk dirinya sendiri, tidak boleh dibawa ke dalam rumah TUHAN.
Apakah yang hendak kamu perbuat pada waktu pertemuan raya dan pada waktu hari raya TUHAN?
Sebab walaupun mereka mengelakkan diri dari pemusnahan, Mesir akan mengumpulkan mereka, Memfis akan menguburkan mereka. Rumput akan menutupi barang-barang perak mereka yang berharga; onak akan tumbuh dalam kemah-kemah mereka.
Sudah datang hari-hari penghukuman, sudah datang hari-hari pembalasan, Israel akan mengalaminya, “Nabi adalah seorang pandir, orang yang penuh roh adalah orang gila!”, oleh karena besarnya kesalahanmu dan besarnya permusuhan:
BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 15 September 2025
Efraim, umat Allahku, sedang mengintai nabi, jerat penangkap burung ada di sepanjang jalannya, permusuhan ada di rumah Allahnya.
Busuk sangat perbuatan mereka seperti pada hari-hari Gibea; Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka.
Seperti buah-buah anggur di padang gurun Aku mendapati Israel dahulu; seperti buah sulung sebagai hasil pertama pohon ara Aku melihat nenek moyangmu. Tetapi mereka itu telah pergi kepada Baal-Peor dan telah membaktikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka menjadi kejijikan sama seperti apa yang mereka cintai itu.
Kemuliaan Efraim terbang seperti burung: tiada yang melahirkan, yang hamil dan yang mengandung!
Sekalipun mereka membesarkan anak-anaknya, Aku akan membuat mereka bulus, sehingga tidak ada manusia lagi. Sungguh, celakalah juga mereka pada waktu Aku menjauh dari pada mereka!
Efraim, seperti yang Aku lihat, telah membuat anak-anaknya menjadi binatang perburuan; Efraim terpaksa menyerahkan anak-anaknya kepada si pembunuh.
Berilah kepada mereka, ya TUHAN — apakah yang hendak Kauberi? Berilah kepada mereka kandungan yang mandul dan buah dada yang kering.
.

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 15 September 2025
Tidak terbayangkan apa yang dirasakan Bunda Maria ketika mendampingi Yesus, terutama pada saat sengsara dan wafat di salib. Sebagai ibu, yang bersehati dengan Yesus, penderitaan yang dialami Yesus juga menghancurkan perasaannya.
Kebanyakan ibu mungkin histeris, berontak, kehilangan kendali, bahkan mungkin pingsan menyaksikan anaknya yang tak bersalah diperlakukan semena-mena, dihina, dan direndahkan.
Namun, Bunda Maria tampil sebagai wanita yang luar biasa. la tidak berdaya berbuat apa pun untuk membela dan melepaskan Yesus. Yang bisa dibuatnya adalah ia menemani Yesus pada saat-saat berat hidup-Nya. Bunda Maria mampu menguasai diri, tidak tenggelam dalam kesedihan dan penderitaannya sendiri.
Di dalam kelembutannya, ia adalah pribadi yang kuat berhadapan dengan penderitaan. la fokus pada Yesus Putranya: hadir, dekat, dan menguatkan hati Putranya. Melihat hidup Maria, Bunda-Nya yang luar biasa ini, Yesus menyerahkan Bunda-Nya kepada murid-Nya, juga kepada kita.
Bunda Maria senantiasa mendampingi kita, terutama pada saat-saat tersulit hidup kita sebagaimana kita serukan “doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati.” Kita berbondong-bondong meminta pertolongan dan penyertaan Bunda Maria.
Sayangnya, terkadang kita hanya ingin disertai dan ditolong menjadi sukses. Kita berhenti meminta tolong dan penyertaan Bunda Maria ketika kita tidak berhasil. Kita lupa apa yang telah kita doakan … sampai kami mati”.
Bunda Maria tetap mendampingi kita juga pada saat-saat kita menderita dan tak berdaya, bahkan ketika penderitaan itu membuat kita sampai pada titik “nol” hidup kita.
Selain bersyukur atas Bunda Maria sebagai sahabat dan penghibur di dalam situasi tragis, kita juga diundang untuk meneladannya. Kadang-kadang saudara-saudari kita yang mengalami penderitaan dan situasi tragis serta tak berdaya datang menjunpai kita.
Kita memang tidak dapat melakukan apa-apa karena keterbatasan kita. Namun, ketidakberdayaan kita tidak boleh membuat kita lari dan menghindar. Kita masih menjadi teman, sahabat, penghibur, dan penguat bagi saudara-saudara kita ini.
Kita mengembangkan “sense of tragic“. Kehadiran kita sudah membuat saudara-saudari kita menyadari bahwa mereka tidak sendirian.
.
Doa Renungan Harian dan Bacaan Injil 15 September 2025
Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening. Kehidupan Bunda Maria menjadi teladan bagi kita untuk tetap setia hadir, bahkan dalam situasi tragis dan penuh penderitaan. Semoga kita pun belajar untuk tidak lari, melainkan menemani orang-orang yang membutuhkan kekuatan dan penghiburan.
Agar renungan ini sungguh mengendap, biasakanlah setiap malam mengingat satu peristiwa di mana kita bisa hadir bagi orang lain. Tuliskan atau bisikkan dalam doa pribadi. Dengan demikian, pelajaran dari Bunda Maria tidak hanya dipahami, tetapi sungguh membentuk sikap dan tindakan kita sehari-hari.
Ya Bapa, syukur kami panjatkan atas teladan Maria, Bunda Putra-Mu, yang dengan penuh kesetiaan mendampingi Yesus sampai di salib. Ajari kami memiliki hati yang tabah dalam penderitaan, serta kelembutan yang mampu menguatkan sesama, meski di tengah keterbatasan kami. Jadikanlah kami sahabat sejati bagi yang menderita.
Semoga kami semakin mampu meneladani kerendahan hati Maria, ketabahannya, serta kesetiaannya untuk tetap hadir di sisi mereka yang lemah. Bimbinglah kami agar tak hanya mencari pendampingan dalam sukses, tetapi juga setia mendampingi sesama dalam gagal, sakit, dan derita. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
.
Ya Bapa, kami bersyukur kami mempunyai Maria sebagai Bunda kami. Ajarilah untuk menjadi sahabat bagi saudara-saudari kami yang mengalami penderitaan dan situasi tragis dalam hidup mereka. Amin.
Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia
Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 14 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu





