Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 17 September 2025, Bacaan Injil Lukas 7:31-35 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 3:14-16; Mazmur: 111:1-6; R:2a; PEKAN BIASA XXIV (H); St.Robertus Bellarminus; Sta.Hildegardis; St.Albertus dr Yerusalem;

Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau.
 
Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.
 
Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.”

.

Haleluya!
Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah.
 
Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.
 
Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya.
 
Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang.
 
Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.
 
Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada umat-Nya, dengan memberikan kepada mereka milik pusaka bangsa-bangsa.

.

Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama?
 
Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis.
 
Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
 
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.
 
Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

.

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.
 
Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.
 
Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.
 
Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
 
Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.
 
Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 17 September 2025

Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.
 
Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
 
Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.
 
Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,
 
seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

.

renungan harian hari ini

Hidup Yohanes dan muridnya dipertanyakan. Demikian pula hidup Yesus dan murid-murid-Nya. Orang banyak itu menggunakan kriteria mereka sendiri untuk menilai hidup orang lain.

Padahal, mereka sendiri juga tidak mempunyai kriteria dan patokan yang jelas. Karya keselamatan Allah tidak diatur oleh kriteria manusia. Kenyataan seperti ini juga dapat kita jumpai dalam hidup sehari-hari.

Dalam hidup menggereja, kita juga tidak jarang menjadi kritikus ulung terhadap hidup menggereja, mulai dari ibadat, ajaran hingga khotbah dan kehidupan para gembala. Syukur jika kritik itu memilliki dasar kebenarannya.

Sayangnya, tidak jarang kritik itu didasarkan pada “keyakinan pribadi”. Maka, tidak mengherankan muara dari umat yang demikian ini adalah “membangun iman subjektif” menurut versinya sendiri.

Hari ini kita diundang untuk pertama-tama memahami Tuhan dan rencana-Nya yang menyelamatkan kita. Kita diajak untuk menyelaraskan hidup kita dengan hidup Gereja, dengan kebijakan Gereja yang lebih luas, dengan aturan yang membentuk dan mengantar kita pada pola hidup tertentu.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening. Firman hari ini mengingatkan bahwa mudah sekali kita terjebak dalam penilaian subjektif terhadap sesama maupun Gereja. Semoga kita belajar untuk lebih banyak membuka hati, menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan, dan bukan hanya pada pendapat pribadi.

Agar renungan ini sungguh berakar, cobalah setiap minggu merefleksikan pengalaman hidup menggereja: apa yang membangun iman, dan apa yang masih menimbulkan kritik. Tulis secara jujur, lalu bandingkan dengan Sabda Tuhan. Dengan kebiasaan ini, hati kita akan lebih mudah dituntun pada kebenaran, bukan sekadar selera pribadi.

Ya Bapa, syukur kami haturkan atas Sabda-Mu yang menuntun langkah kami. Jauhkanlah kami dari sikap mudah menghakimi, dari kebiasaan melihat kelemahan orang lain tanpa menyadari keterbatasan diri sendiri. Curahkanlah rahmat kebijaksanaan, agar kami mampu menilai segala sesuatu dengan hati yang jernih dan penuh kasih.

Semoga hidup kami semakin terarah untuk menyelaraskan diri dengan rencana keselamatan-Mu, melalui Gereja dan ajaran yang Kau wariskan. Jadikanlah hati kami rendah hati untuk belajar, setia dalam pelayanan, dan berani menerima koreksi demi kebaikan bersama. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

.

Ya Bapa, ajarilah kami untuk selalu mendengar, taat, serta setia pada rencana dan rancangan-Mu yang terkadang di luar pemikiran kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 16 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 7   +   8   =