Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 19 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 19 September 2025, Bacaan Injil Lukas 8:1-3 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Tim. 6:2c-12; Mazmur: 49:6-10.17-20; R: Mat. 5:3; PEKAN BIASA XXIV (H); St.Yanuarius; St.Theodorus; Sta.Emillia de Rodat; St.Fransiskus Maria dr Camporosso;

Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini.
 
Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat — yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus — dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita,
 
ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, cidera, fitnah, curiga,
 
percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan yang kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan.
 
Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
 
Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar.
 
Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.
 
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
 
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
 
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

.

Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku,
 
mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?
 
Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
 
karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya

Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,
 
sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
 
Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,
 
namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

.

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
 
dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
 
Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

.

Samaria harus mendapat hukuman, sebab ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan, dan perempuan-perempuannya yang mengandung akan dibelah perutnya.

Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
 
Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
 
Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.”
 
Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
 
Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
 
Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
 
Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
 
Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

.

renungan harian hari ini

Sikap Yesus terhadap perempuan berbeda dengan sikap para rabi pada zaman-Nya. Lukas menyebut beberapa perempuan yang mendukung dan melayani pelayanan Yesus: Maria Magdalena, Yohana, Susana, dan banyak perempuan lain. Mereka melayani Tuhan dengan kekayaan mereka. Dan tentu saja mereka menjadi pendengar dan pengikut setia Yesus.

Sikap hormat Yesus terhadap perempuan ini tampak dalam aneka pengajaran dan sikap-Nya, bahkan tampak dalam peristiwa kebangkitan. Kita dapat membaca kisah ibu mertua Petrus, wanita Samaria, perempuan Siro-Fenisia, dan anak Yairus. Bahkan, para wanita menjadi saksi awal kebangkitan Yesus. Mereka bukanlah peran pendamping, tetapi peran utama dalam pewartaan kebangkitan Tuhan.

Peran serta perempuan di dalam hidup menggereja sama seperti peran laki-laki. Bedanya adalah jenis tanggung jawab yang mereka emban. Tidak ada peran rendah dan tidak ada peran yang lebih tinggi.

Masing-masing dengan kekhasannya membangun iman dan Gereja. Keaktifan dan kesetiaan para perempuan bukan menjadi saingan bagi keaktifan dan kesetiaan laki-laki. melainkan justru menjadi partner yang baik.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, mari kita menutup permenungan ini dengan hati yang terbuka. Firman hari ini menyingkapkan betapa Yesus menghargai perempuan dan menempatkan mereka sebagai bagian penting dalam karya keselamatan. Semoga kita pun belajar menghormati, menghargai, serta melibatkan setiap pribadi dengan penuh kasih dalam kehidupan menggereja.

Agar renungan ini sungguh meresap, cobalah merenungkan setiap peran yang dipercayakan Tuhan kepada kita, baik kecil maupun besar. Tuliskanlah bagaimana kita bisa melayani dengan kesetiaan, seperti para perempuan yang mengikuti Yesus. Dengan cara itu, kita akan semakin sadar bahwa semua pelayanan bernilai di hadapan-Nya.

Bapa penuh kasih, kami bersyukur atas teladan para perempuan yang setia mendampingi dan melayani Yesus. Ajari kami untuk melihat setiap orang dengan martabat yang sama, tanpa membandingkan atau merendahkan. Bimbinglah Gereja-Mu agar selalu berjalan dalam kesatuan, dihiasi dengan kerja sama yang tulus antara laki-laki dan perempuan.

Semoga kami semakin mampu menjadi partner dalam karya pelayanan, saling menopang dan saling menguatkan. Jadikanlah hati kami rendah hati untuk menghargai peran orang lain, setia dalam tugas yang dipercayakan, serta tekun menabur kasih. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

.

Ya Yesus, Engkau mengajarkan kepada kami kesetaraan martabat laki-laki dan perempuan. Semoga dengan kekhasan kami masing-masing, kami mampu membangun Gereja-Mu menjadi semakin hidup dan berkembang. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 18 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 3   +   10   =