Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 21 September 2025, Pembacaan Injil Lukas 16:1-13 (baca Alkitab – klik disini)

Pembacaan I: Ams. 8:4-7; Mazmur: 113:1-2.4-6.7-8; R: lih. 1a.7b; Pembacaan II: 1Tim. 2:1-8; O Pekan I PEKAN BIASA XXV (H);

“Hai para pria, kepadamulah aku berseru, kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku.

Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu.

Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat.

Karena lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.

.

Haleluya!
Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!

Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.

Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.

TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.

Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi,

yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,

untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya.

Ia mendudukkan perempuan yang mandul di rumah sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita. Haleluya!

.

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,

yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul — yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta — dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.

Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

.

Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.

Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.

Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.

Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.

Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?

Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”

.

Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.

Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”

Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap.

Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.”

Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.

Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Injil 21 September 2025

Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!

Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh.”

Kemudian aku bertanya: “Sampai berapa lama, ya Tuhan?” Lalu jawab-Nya: “Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi.

TUHAN akan menyingkirkan manusia jauh-jauh, sehingga hampir seluruh negeri menjadi kosong.

Dan jika di situ masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka harus sekali lagi ditimpa kebinasaan, namun keadaannya akan seperti pohon beringin dan pohon jawi-jawi yang tunggulnya tinggal berdiri pada waktu ditebang. Dan dari tunggul itulah akan keluar tunas yang kudus!”

.

renungan harian hari ini

Dalam Kitab Amos dikisahkan betapa serakah dan curang orang-orang kaya yang dengan keji menginjak-injak orang miskin. Mereka adalah gambaran orang yang mengabdi kepada nafsu mereka sendiri, kepada kekayaan dan kesenangan mereka.

Mereka adalah gambaran orang yang mengabdi Mamon. Seperti yang dikatakan Yesus, mengabdi Allah dan setia pada hukum-Nya jelas sangat sulit. Karena itu, tidak mungkin mengabdi kepada dua tuan. Namun, bukan berarti tidak ada kesempatan untuk bertobat dan beralih.

Kisah bendahara yang jujur menunjukkan kesempatan dan kemungkinan itu. la yang sebelumnya curang menyadari kebutuhan untuk bertahan hidup yang kemudian mendorong dia untuk meninggalkan kecurangan, bahkan rela rugi supaya selamat.

Kisah dalam Injil ini mungkin terasa sangat dekat dengan kita: bahkan mungkin pernah kita alami atau lakukan. Pertobatan dilakukan ketika kita berada dalam situasi terdesak. Demi menyelamatkan diri, kita rela berbalik arah; bahkan rela berkorban.

Namun, apapun motivasi dan situasi yang melatarbelakangi pertobatan seseorang, Yesus menegaskan bahwa selalu ada kesempatan untuk bertobat. la juga mengajak kita untuk setia mengabdi kepada-Nya, mulai dari perkara-perkara kecil.

Perkara kecil itu dapat kita temukan dalam hidup harian keluarga, dalam sikap kita kepada pasangan, anak, maupun orang tua, dalam cara kita bekerja, dalam keberanian kita untuk jujur dan adil, dalam sikap bertanggung jawab terhadap pekerjaan, dan dalam gairah kita untuk memberikan yang terbaik. Apakah kita juga berani “rela rugi supaya selamat”?

Tentu tidak mudah bagi kita memahami bagaimana bendahara yang tidak jujur itu justru mendapat pujian. Pujian itu tentunya tidak terkait dengan ketidakjujurannya, tetapi pada bagaimana dia memberikan diskon atas utang yang harus dibayar.

Dia memberikan diskon yang luar biasa besar dan meringankan bagi mereka yang berutang pada tuannya. Dengan cara demikian, ia juga tidak merugikan dan mengambil uang tuannya, tetapi mengambalikan modal tuannya. Untuk memahaminya kita perlu juga membaca dari Kitab Ulangan 23:19-20.

Kecerdikan bendahara ini menjadi contoh bagi Yesus untuk menyampaikan bagaimana kita menggunakan Mamon untuk persahabatan dan kebaikan. Ini bukan berbicara dan membenarkan gratifikasi, apalagi korupsi.

Ini seperti pepatah Jawa yang mengatakan “lebih baik untung sedikit daripada kehilangan persaudaraan.” Memotong keuntungan pribadi dan memberikan bonus kepada orang dapat menjadi sarana membangun persaudaraan yang mengatasi bisnis. Kebaikan kita pun akan diingat oleh mereka, dan pada suatu saat, ketika kita membutuhkan, mereka pun akan menolong kita. Apakah kita tidak termasuk bendahara yang tidak jujur?

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari yang terkasih, mari kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening. Injil hari ini mengingatkan kita tentang godaan Mamon dan kesempatan untuk bertobat. Semoga kita semakin berani jujur, setia dalam perkara kecil, serta rela berkorban demi kebaikan yang lebih besar. Pertobatan sejati selalu terbuka bagi siapa saja.

Agar renungan ini sungguh mengendap, biasakanlah setiap hari mencatat satu tindakan kecil kejujuran yang kita lakukan. Bisa dalam pekerjaan, keluarga, atau pelayanan. Dengan membiasakan diri mencatat dan mensyukuri hal sederhana, hati kita akan semakin terarah pada kesetiaan dan kesungguhan dalam mengabdi Tuhan.

Ya Bapa, kami bersyukur atas Sabda hari ini yang menyadarkan kami bahwa hidup tidak dapat dijalani dengan mengabdi pada dua tuan. Tuntunlah kami agar mampu memilih Engkau sebagai satu-satunya dasar hidup. Berikanlah keberanian untuk meninggalkan keserakahan dan kecurangan, serta kerelaan untuk berbagi demi persaudaraan.

Semoga hati kami semakin jujur, pikiran kami semakin bersih, dan tindakan kami semakin nyata dalam kasih. Jadikanlah keluarga, pekerjaan, serta pelayanan kami sebagai ladang pertumbuhan iman. Dengan kerendahan hati kami serahkan seluruh hidup ini kepada penyelenggaraan-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

.

Ya Bapa, mampukanlah kami untuk selalu bertindak benar dan baik dengan harta dan kekayaan yang kami miliki demi membantu orang lain dan membangun persaudaraan yang baik sesuai kehendak-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 20 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 9   +   9   =