Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 4 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 4 September 2025, Bacaan Injil Lukas 5:1-11 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kol. 1:9-14; Mazmur: 98:2-6; R:2a; PEKAN BIASA XXII (H) Sta.Rosa dr Viterbo; Musa, Nabi;

Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.

Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

.

TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,

dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!

.

Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 4 September 2025

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”

Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;

demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

.

“Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: bawalah ke mari, supaya kita minum-minum!

Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan.

Kamu akan keluar melalui belahan tembok, masing-masing lurus ke depan, dan kamu akan diseret ke arah Hermon,” demikianlah firman TUHAN.

“Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga!

Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?” demikianlah firman Tuhan ALLAH.

“Sekalipun Aku ini telah memberi kepadamu gigi yang tidak disentuh makanan di segala kotamu dan kekurangan roti di segala tempat kediamanmu, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

“Akupun telah menahan hujan dari padamu, ketika tiga bulan lagi sebelum panen; Aku menurunkan hujan ke atas kota yang satu dan tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain; ladang yang satu kehujanan, dan ladang, yang tidak kena hujan, menjadi kering;

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 4 September 2025

penduduk dua tiga kota pergi terhuyung-huyung ke satu kota untuk minum air, tetapi mereka tidak menjadi puas; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

“Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

dan “Aku telah melepas penyakit sampar ke antaramu seperti kepada orang Mesir; Aku telah membunuh terunamu dengan pedang pada waktu kudamu dijarah; Aku telah membuat bau busuk perkemahanmu tercium oleh hidungmu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

“Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,” demikianlah firman TUHAN.

“Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. ?Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!”

Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi?TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

.

renungan harian hari ini

Injil hari ini menggambarkan kegagalan Simon sebagai seorang nelayan. Ini bukan yang pertama, tetapi mungkin yang kesekian kalinya. Kegagalan dalam berbisnis itu manusiawi dan wajar, mengingat bisnis itu selalu berjalan pasang surut.

Yang tidak wajar adalah jika dalam kegagalan seakan-akan tidak ada celah Tuhan untuk bekerja, atau bahkan Tuhan selalu dipersalahkan atas kegagalan sehingga kita tidak berdoa, tidak pergi ke gereja, malas mendengarkan firman, dan akhirnya berdiam diri di rumah.

Simon menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi kegagalan. Walaupun kita terkadang gagal dan terpuruk dalam bisnis serta hati kita bergejolak dalam keputusasaan, kita harus tetap setia mendengarkan Tuhan dan melayani-Nya.

Dalam situsi seperti itu, tidak jarang Tuhan menghadapkan kita pada peristiwa “trauma” kegagalan kita supaya kita melakukan lagi dengan iman dan mengandalkan kuasa-Nya.

Kita pun diundang untuk menghadapi pengalaman kegagalan dan trauma itu dalam dan dengan iman. Jangan sampai kita terpuruk dan tidak mampu untuk move on. Tuhan terkadang mau menunjukkan kuasa-Nya kepada kita.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan Injil hari ini dengan doa. Agar firman ini sungguh berakar, luangkanlah waktu sejenak untuk mengingat kembali satu kalimat atau pengalaman yang paling menyentuh hati. Biarkanlah sabda itu tinggal dan perlahan-lahan membentuk cara pandang kita.

Ya Tuhan, dalam setiap kegagalan, jangan biarkan hati ini semakin keras atau tertutup. Kami mohon kekuatan untuk belajar menerima bahwa keterpurukan dapat menjadi jalan bagi iman bertumbuh. Semoga semangat Simon yang tetap setia mendengarkan dan melayani menjadi teladan bagi kami semua di tengah kerapuhan hidup.

Syukur atas segala kasih yang Engkau berikan. Di balik kelemahan, justru ada ruang bagi kuasa yang menguatkan dan meneguhkan langkah. Semoga kami berani menghadapi kembali kegagalan tanpa terikat pada rasa takut, melainkan dengan kepercayaan bahwa hidup selalu ada dalam genggaman kasih-Mu.

Kiranya Roh Kudus menuntun agar kami semakin tekun dan berani melanjutkan karya, sekalipun pernah gagal. Biarlah iman yang sederhana menumbuhkan pengharapan, dan pengharapan itu menuntun pada cinta yang nyata. Dengan penuh keyakinan, kami persembahkan doa ini melalui Kristus, Tuhan dan Penebus kami. Amin.

.

Ya Bapa, ajarilah kami untuk terus mendengarkan-Mu di tengah kegagalan dan keputusasaan kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 3 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 0   +   5   =