Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 6 September 2025, Bacaan Injil Lukas 6:1-5 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kol. 1:21-23; Mazmur: 54:3-4.6.8; R:6a; PEKAN BIASA XXII (H) Hari Sabtu Imam; St.Thomas Tzugi; B.Bonaventura dari Forli,Im.;

Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

.

(54-3) Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud,
 
(54-4) ketika orang Zifi datang mengatakan kepada Saul: “Daud bersembunyi kepada kami.”

(54-6) Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku.

(54-8) Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN.

.

Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.

Tetapi beberapa orang Farisi berkata: “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

Lalu Yesus menjawab mereka: “Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,

bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?”

Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

.

Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang!

Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia!

Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?

“Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu.

Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang.

Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar.

Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”

“Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan korban sajian, selama empat puluh tahun di padang gurun itu, hai kaum Israel?

Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu, patung-patungmu yang telah kamu buat bagimu itu,

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 September 2025

dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik,” firman TUHAN, yang nama-Nya Allah semesta alam.

“Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang!

Menyeberanglah ke Kalne, dan lihat-lihatlah; berjalanlah dari sana ke Hamat yang besar itu, dan pergilah ke Gat orang Filistin! Adakah mereka lebih baik dari kerajaan-kerajaan ini, atau lebih besarkah daerah mereka dari daerahmu?

Hai kamu, yang menganggap jauh hari malapetaka, tetapi mendekatkan pemerintahan kekerasan;

yang berbaring di tempat tidur dari gading dan duduk berjuntai di ranjang; yang memakan anak-anak domba dari kumpulan kambing domba dan anak-anak lembu dari tengah-tengah kawanan binatang yang tambun;

dan yang bernyanyi-nyanyi mendengar bunyi gambus, dan seperti Daud menciptakan bunyi-bunyian bagi dirinya;

yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf!

Sebab itu sekarang, mereka akan pergi sebagai orang buangan di kepala barisan, dan berlalulah keriuhan pesta orang-orang yang duduk berjuntai itu.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 6 September 2025

Tuhan ALLAH telah bersumpah demi diri-Nya, ?demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam?:”Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada purinya; Aku akan menyerahkan kota serta isinya.”

Dan jika masih tinggal sepuluh orang dalam satu rumah, mereka akan mati.

Serta jika pamannya, pembakar mayat itu, yang datang mengangkat dan mengeluarkan mayat itu dari rumah itu, bertanya kepada orang yang ada di bagian belakang rumah: “Adakah lagi orang bersama-sama engkau?” dan dijawab: “Tidak ada,” ia akan berkata: “Diam!” Sebab tidaklah patut menyebut-nyebut nama TUHAN!

Sebab sesungguhnya, TUHAN memberi perintah, maka rumah besar dirobohkan menjadi reruntuhan dan rumah kecil menjadi rosokan.

Berlarikah kuda-kuda di atas bukit batu, atau dibajak orangkah laut dengan lembu? Sungguh, kamu telah mengubah keadilan menjadi racun dan hasil kebenaran menjadi ipuh!

Hai kamu, yang bersukacita karena Lodabar, dan yang berkata: “Bukankah kita dengan kekuatan kita merebut Karnaim bagi kita?”

“Sebab sesungguhnya, Aku akan membangkitkan suatu bangsa melawan kamu, hai kaum Israel,” demikianlah firman TUHAN, Allah semesta alam, “dan mereka akan menindas kamu dari jalan yang menuju ke Hamat sampai ke sungai yang di Araba.”

.

renungan harian hari ini

Perbedaan penafsiran antara Yesus dengan orang Farisi mengenai hari Sabat berawal dari tindakan para murid yang memetik gandum, menggosok, dan menmakannya. Orang Farisi, mereka melihat apa yang dilakukan para murid Yesus sebagai pelanggaran atas hari Sabat yang mereka pahami dan hayati.

Semangat hari Sabat adalah “jangan melakukan suatu pekerjaan” (Kel. 20:9). Yesus memberikan empat jawaban penting. Pertama, sama seperti dialami Daud, pelanggaran hari Sabat untuk kebutuhan fisik. Kedua, imam bekerja pada hari Sabat. Ketiga, Allah lebih memilih kasih setia daripada kurban. Keempat, Yesus, sebagai Anak Manusia mempunyai kewenangan khusus atas hari Sabat.

Namun, di atas argumentasi ini, ada suatu mentalitas: mengukur nilai, pertimbangan dan situasi orang lain dengan nilai, pertimbangan dan situasi sendiri. Menerapkan penghayatan agama pribadi ke penghayatan orang lain inilah yang menjadi kecenderungan tidak sehat dalam hidup beriman.

Memang selalu ada standar, tetapi standar itu juga diikuti berdasarkan kemampuan dan situasi orang yang bersangkutan. Inilah yang disebut dengan memaksakan penghayatan agama pribadi kepada orang lain.

Hal serupa kadang kita lakukan secara tidak sengaja kepada saudara-saudara kita yang tidak bisa mengambil bagian dalam kegiatan lingkungan, Misa atau kegiatan gereja lainnya.

Dengan segera kita mengatakan bahwa “dia kurang beriman”, tanpa kita tahu situasi dan kondisi yang sesungguhnya. Alangkah baiknya kita mendekati, mendengarkan, dan membantunya untuk bertumbuh dalam pengetahuan, pemahaman, dan praktik iman.

Proses ini tentunya tidak sekali jadi, tetapi terkadang membutuhkan waktu yang lebih panjang. Yang paling utama adalah meniadi sahabat perjalanan mereka dalam iman.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan hari ini dengan membawa firman Tuhan dalam hati kita. Jangan hanya berhenti pada pemahaman, tetapi biarlah renungan ini kita bawa dalam doa pribadi dan tindakan nyata, sehingga sabda Tuhan sungguh mengubah cara kita melihat sesama dan hidup beriman.

Supaya renungan ini lebih mengendap, biasakanlah mengingat satu pesan penting sepanjang hari, merenungkannya kembali sebelum tidur, lalu berusaha menghidupinya dalam sikap sederhana kepada orang di sekitar kita. Dengan begitu, Sabda yang kita dengar hari ini sungguh berbuah nyata dalam perjalanan iman sehari-hari.

Ya Tuhan yang penuh kasih, kami bersyukur karena melalui Injil hari ini Engkau mengingatkan kami agar tidak menghakimi dengan ukuran diri sendiri. Tolonglah kami untuk memiliki hati yang sabar, telinga yang mau mendengar, dan mata yang mampu melihat sesama dengan penuh pengertian dan cinta kasih.

Tuntunlah langkah kami agar iman tidak menjadi beban bagi orang lain, melainkan sumber sukacita dan persaudaraan. Jadikanlah kami sahabat perjalanan bagi saudara-saudari kami, sehingga bersama-sama kami semakin didekatkan pada Kristus, Sang Anak Manusia, yang menguduskan setiap hari hidup kami. Amin.

.

Ya Bapa, semoga kami tidak mengukur penghayatan iman orang lain dengan penghayatan iman kami sendiri. Ajarilah kami untuk dapat menjadi teman seperjalanan sesama kami dalam iman. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 5 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 9   +   8   =