Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 8 September 2025

Renungan Harian Hari Ini 8 September 2025, Bacaan Injil Matius 1:1-16.18-23 (Mat. 1:18-23) (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Mi. 5:1-4a; Mazmur: 13:6ab.6cd; R: Yes. 61:10; PEKAN BIASA XXIII Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria (P);

(4-14) Sekarang, engkau harus mendirikan tembok bagimu; pagar pengepungan telah mereka dirikan melawan kita; dengan tongkat mereka memukul pipi orang yang memerintah Israel.

(5-1) Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.

(5-2) Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.

(5-3) Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,

.

(13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

(13-6b) Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

.

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,

Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,

Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,

Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,

Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,

Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 8 September 2025

Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,

Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,

Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,

Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,

Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,

Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini 8 September 2025

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” ?yang berarti: Allah menyertai kita.

.

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”

Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 8 September 2025

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:

semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

.

renungan harian hari ini

Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria dirayakan sebagai peristiwa iman. Allah memilih seorang pribadi dan mempersiapkannya dengan begitu rupa sehingga ia dapat hidup dalam rahmat dan kekudusan sejak awal, yang layak menjadi ibu Yesus; mengatasi segala garis keturunan dan dosa.

Selain kekudusan adalah sebuah anugerah, kekudusan juga membutuhkan tanggapan Maria sendiri. Maria memutuskan untuk hidup kudus dan menyerahkan diri pada karya keselamatan Allah yang terkadang tidak seperti yang direncanakannya.

Melalui pesta ini, kita dapat belajar bahwa menjaga dan memelihara kekudusan adalah sebuah rahmat dan keputusan kita; kekudusan hidup tidak ditentukan oleh sejarah para pendahulu kita atau keluarga kita atau bagaimana kita dilahirkan.

Benar bahwa kita mewarisi sifat-karakter pola hidup dari pendahulu kita. Namun, kitalah yang mengelolanya untuk kepentingan masa depan kita. Kita membuat sejarah hidup kita secara baru, dan sejarah itu adalah sejarah Allah yang berkenan memilih dan mengerjakan karya-Nya melalui kita, sampai peran kita menjadi paripurna.

.

Ibu, Bapak, dan Saudara-saudari terkasih, marilah kita menutup permenungan ini dengan hati yang hening. Supaya pesan iman dari pesta kelahiran Santa Perawan Maria sungguh mengendap dalam hidup, bawalah renungan ini ke dalam doa pribadi, ulangilah dalam hati sebelum tidur, dan wujudkan dalam sikap sederhana setiap hari.

Ya Tuhan, syukur tak henti kami naikkan atas teladan Maria yang setia menjaga kekudusan sejak awal hidupnya. Bantulah kami belajar darinya untuk tidak hanya menerima rahmat-Mu, tetapi juga menanggapinya dengan sikap iman yang teguh. Semoga hidup kami pun menjadi tanda kesetiaan bagi karya keselamatan-Mu.

Hati kami sering kali rapuh dan mudah goyah, tetapi teladan Maria mengingatkan kami untuk menyerahkan diri sepenuhnya pada rencana ilahi. Ajarilah kami agar tidak takut saat jalan hidup berbeda dengan rancangan kami sendiri, melainkan berani percaya bahwa Engkau mengarahkan segala sesuatu menuju kebaikan.

Dalam doa ini kami juga memohon berkat bagi keluarga, lingkungan, dan Gereja. Semoga kami mampu menjaga kekudusan dalam keseharian, mulai dari hal kecil yang sering terlupakan. Jadikanlah kami pribadi yang terbuka pada karya Roh Kudus, sehingga hidup kami menjadi cerminan kasih dan kesetiaan-Mu di dunia. Amin.

.

Ya Bapa, semoga seperti Bunda Maria, kami senantiasa menjaga hidup dalam kekudusan dan membuat sejarah-Mu menjadi sejarah hidup kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 7 September 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here
Prove your humanity: 8   +   2   =